Sering Menangis Sendiri, Apa Penyebabnya?


Sering menangis sendiri bisa jadi pertanda ada yang tidak beres dalam diri. Orang yang suka menangis tiba-tiba biasanya cenderung...

(0)
Sering menangis sendiri sering terjadi pada perempuanSering menangis sendiri pada perempuan adalah tanda masalah mental
Umumnya, kejadian atau momen penuh kesedihan membuat seseorang tiba-tiba menangis. Namun pada kasus tertentu, seseorang bisa saja sering menangis sendiri tanpa ada alasan maupun penyebab yang pasti.Apakah Anda mengalaminya?

Penyebab seseorang sering menangis sendiri

Menangis berkaitan dengan hal emosional
Sering menangis sendiri berhubungan erat dengan hal emosional. Penelitian yang terbit pada jurnal Emotion Review memaparkan, tangisan emosional adalah keluarnya air mata dari kelenjar air mata tanpa adanya iritasi pada mata.Tangisan ini diikuti dengan perubahan pada beberapa otot wajah. Perubahan lainnya terjadi pada suara saat berbicara yang diikuti dengan isakan. Menariknya, hanya manusia yang mampu menangis akibat adanya emosi tertentu.Meski terlihat tak beralasan, rupanya ada penyebab mengapa seseorang sering menangis sendiri. Inilah penyebab seseorang kerap menangis tiba-tiba:

1. Stereotip gender

Stereotip gender dan hormon picu perempuan sering menangis
Rupanya, hormon seks pada manusia pun merupakan penyebab seseorang sering menangis sendiri. Hal ini pun diungkapkan pada jurnal Psychotherapy and Psychosomatic. Dalam hal ini, penelitian ini menemukan, perempuan lebih sering menangis sendiri. Sebab, secara biologis, tubuhya menghasilkan hormon prolaktin lebih banyak daripada laki-laki.Hormon yang biasanya dihasilkan saat menyusui ini rupanya mampu menghambat produksi dopamin. Jika hormon dopamin kurang, hal ini menyebabkan seseorang merasa sedih hingga menangis yang tidak bisa dijelaskan.Penelitian yang terbit pada jurnal Motivation and Emotion juga menyatakan, perempuan cenderung lebih mudah menangis terutama ketika berempati dengan orang lain saat dalam situasi stres.Hal ini juga diperkuat oleh stereotip budaya di berbagai negara bahwa perempuan cenderung lebih lemah dan emosional, sementara laki-laki sebagai sosok tangguh bermental baja yang tidak seharusnya menangis.

2. Depresi

Sedih yang berkepanjangan picu sering menangis sendiri
Ya, gangguan mental ini menyebabkan seseorang sering menangis sendiri. Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi 5, tanda-tanda depresi adalah:
  • Merasa sedih, hampa, dan tidak punya harapan dan terlihat menangis.
  • Kehilangan minat pada hal-hal aktivitas sehari-hari.
  • Tidak bisa tidur atau justru terlalu banyak tidur.
  • Gelisah dan merasa pergerakan tubuh menjadi lambat.
  • Terlalu lelah dan kehilangan energi setiap hari.
  • Tidak mampu berpikir ataupun konsentrasi setiap hari.
  • Merasa tidak berharga dan kerap menyalahkan diri sendiri.
  • Kerap berpikir kematian, seperti ide bunuh diri maupun percobaan bunuh diri.
Tanda-tanda depresi tersebut setidaknya terjadi selama dua minggu berturut-turut. Selain itu, penderita depresi setidaknya mengalami empat tanda-tanda tersebut dan mengalami kesusahan saat beraktivitas sehari-hari.Selain sebagai salah satu tanda gejala depresi, sering menangis sendiri ini juga erat kaitannya dengan tingkat depresi yang dialami seseorang. Penelitian yang terbit pada Journal of Abnormal Psychology menemukan, orang yang depresi cenderung mengungkapkan perasaan negatif mereka dengan penuh emosi. Salah satu cara mereka untuk meluapkan emosi adalah dengan menangis.

3. Pseudobulbar affect

Cedera saraf otak sebabkan menangis tiba-tiba
Fenomena sering menangis sendiri juga terjadi pada pengidap gangguan pseudobulbar affect. Pada kondisi ini, penderita pseudobulbar sering tertawa ataupun menangis tiba-tiba. Bahkan, tawa dan tangisnya datang di saat situasi yang tidak tepat.Penyebab pseudobulbar affect diketahui akibat adanya cedera pada saraf yang mengatur emosi. Meski pseudobulbar affect juga melibatkan tawa, sering menangis sendiri tanpa ada sesuatu yang terlihat menyedihkan lebih mendominasi pada penderita.Hal ini membuat banyak pengidap pseudobulbar didiagnosis mengidap depresi di awal. Nyatanya, pseudobulbar affect terjadi dalam waktu yang singkat. Tidak seperti depresi yang terus-menerus.Meski demikian, riset yang dipaparkan pada jurnal Therapeutics and Clinical Risk Management membuktikan, 30% hingga 35% orang dengan pseudobulbar cenderung mengidap depresi.Penelitian ini juga menemukan, pseudobulbar affect cenderung berisiko pada orang dengan Parkinson, Alzheimer, stroke, dan tumor otak.

4. Gangguan kecemasan

Merasa terancam dan cemas picu sering menangis sendiri
Riset yang terbit pada jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan, seseorang yang mengalami kecemasan lebih rentan sering menangis sendiri. Penelitian ini menemukan, orang yang cemas cenderung tidak bisa lepas dari orang lain.Saat mereka merasa tidak berada bersama orang yang dipercaya, mereka cenderung menangis sebagai ekspresi dari rasa terancam dan sedih. Selain itu, mereka lebih sering menangis dengan alasan perasaan negatif yang mereka rasakan.Pengidap kecemasan berlebih juga menangis lebih lama. Sebab, mereka cenderung lebih mudah merasa terancam terus-menerus.Selain itu, mereka lebih sensitif terhadap emosi negatif. Mereka pun menanggapi ancaman dan emosi negatif dengan menangis kencang dan emosional.Tangisan yang lama pada penderita kecemasan juga terjadi karena mereka berjuang untuk mengatur dan mengurangi perasaan negatif.

5. PMS

Menangis sendiri saat PMS akibat perubahan hormon
Salah satu tanda umum saat perempuan akan haid adalah perubahan emosional, yang mungkin termasuk sering menangis sendiri tiba-tiba.Hal ini diakibatkan adanya gejolak hormon seks, yaitu estrogen.Riset yang terbit pada International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan, sebelum menstruasi, perempuan mengalami fase luteal, yaitu fase setelah ovarium melepas sel telur dan sebelum menstruasi.Saat fase luteal, estrogen pun menurun. Estrogen erat kaitannya dengan serotonin.Saat estrogen rendah pada fase luteal, maka serotonin pun ikut menurun. Hal ini menyebabkan wanita cenderung rentan secara emosional, seperti sering menangis sendiri sebelum menstruasi.Serotonin bekerja untuk memicu rasa puas, senang, dan optimisme. Kekurangan serotonin sebelum menstruasi menyebabkan seseorang mengalami sindrom pramenstruasi. Salah satu tandanya adalah menangis terus-menerus.

6. Gejala stroke ringan

Stroke ringan kerap terjadi pada lansia sebabkan tangisan
Siapa sangka, penyakit kardiovaskular ini rupanya mampu membuat seseorang menangis tiba-tiba?Studi yang terbit pada Journal of Neurology, Neurosurgery, & Psychiatry menemukan, seseorang yang mengalami stroke ringan cenderung menunjukkan tanda-tanda menangis tiba-tiba.Penyebabnya adalah karena pengidap stroke ringan mengalami mati rasa pada wajah bagian kiri dan nyeri pada leher kiri dan lengan dan diikuti dengan menangis tiba-tiba. Bahkan, tangisan ini terjadi berkali-kali sehingga pengidap pun menjadi sering menangis sendiri.Penelitian ini menemukan menangis tiba-tiba diakibatkan adanya cedera pada bagian otak kiri karena aliran darah ke otak yang terhambat. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

Akibat terlalu sering menangis

Hormon stres saat menangis timbulkan sakit kepala
Menangis terkadang erat kaitannya dengan pelepasan rasa stres. Namun, terlalu banyak menangis sendiri memiliki dampak yang membuat tubuh tidak nyaman. Inilah akibat terlalu sering menangis:
  • Sakit kepala, sebab menangis tiba-tiba erat kaitannya dengan kesedihan. Saat sedih, tubuh menghasilkan hormon stres, kortisol yang ditandai rasa sakit pada kepala saat menangis.
 
  • Imunitas menurun, sebab menangis terlalu sering menyebabkan antibodi imunoglobulin A berkurang. Antibodi ini bekerja sebagai garda terdepan pertahanan tubuh.
 
  • Perubahan mood, menangis itu melegakan, tapi di sisi lain mood buruk yang berlarut-larut dapat memunculkan energi negatif sehingga tidak bersemangat menjalani hari-hari.
Selain itu, akibat terlalu sering menangis yang bisa dirasakan tubuh adalah:
  • Hidung meler.
  • Mata merah.
  • Bengkak di sekitar mata dan wajah.
  • Kemerahan di sekitar wajah.

Catatan dari SehatQ

Sering menangis sendiri terkadang tidak ada alasan yang pasti. Namun, rupanya menangis tiba-tiba ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental maupun keadaan tubuh.Jika Anda belakangan sering menangis sendiri disertai dengan tanda-tanda gangguan kesehatan mental lainnya, segera psikolog dan psikiater melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mencari jawaban pastinya.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
depresikesehatan mentalkesehatan otak
Emotion Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6402489/ (Diakses pada 05 Oktober 2020)Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi 5. https://dsm.psychiatryonline.org/doi/book/10.1176/appi.books.9780890425596 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Journal of Abnormal Psychology. doi.org/10.1037/0021-843X.111.2.302 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Psychotherapy and Psychosomatic. doi.org/10.1159/000012273 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/prolactin-test (Diakses pada 05 Oktober 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320637 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Motivation and Emotion. https://link.springer.com/article/10.1007/s11031-019-09771-z (Diakses pada 05 Oktober 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pseudobulbar-affect/symptoms-causes/syc-20353737?p=1 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Therapeutics and Clinical Risk Management. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3849173/ (Diakses pada 05 Oktober 2020)Journal of Neurology, Neurosurgery, & Psychiatry. https://jnnp.bmj.com/content/67/2/255.1.full (Diakses pada 05 Oktober 2020)Frontiers in Psychology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4934120/ (Diakses pada 05 Oktober 2020)Journal of Environmental Research and Public Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6888463/ (Diakses pada 05 Oktober 2020)National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4449495/ (Diakses pada 05 Oktober 2020)Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premenstrual-syndrome/symptoms-causes/syc-20376780 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324933 (Diakses pada 05 Oktober 2020)Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-red-light-district/201508/the-effects-crying (Diakses pada 05 Oktober 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait