Sering Disantap untuk Sarapan, Ini 7 Manfaat Ketan Hitam

Menyehatkan jantung menjadi salah satu manfaat ketan hitam.
Salah satu manfaat ketan hitam adalah mencegah obesitas, tentu jika dimakannya tidak berlebihan.

Tidak semua orang Indonesia menginginkan sarapan yang "berat" di pagi hari. Sebagian lebih suka menyantap bubur ketan hitam, karena rasanya lezat dan porsi yang pas. Tak disangka, ternyata manfaat ketan hitam untuk kesehatan sangatlah banyak. Apa saja manfaat ketan hitam yang baik untuk kesehatan tubuh ini?

Manfaat ketan hitam, yang “lengket” pada kesehatan

Tidak heran kalau manfaat ketan hitam disebut sangat baik untuk kesehatan. Kandungan nutrisinya saja cukup mengesankan. Sekitar ½ cangkir ketan hitam mengandung:

  • Kalori: 160
  • Lemak: 1 ½ gram (g)
  • Karbohidrat: 34 g
  • Serat: 2 g
  • Protein: 5 g
  • Zat besi: 4%
  • Kalsium: 3 mg
  • Magnesium: 1 mg
  • Kalium: 1 mg

Setelah mengetahui kandungan nutrisinya, mungkin sekarang Anda sudah memahami alasan ketan hitam sangat dipercaya untuk menyehatkan tubuh. Lantas, apa saja manfaat ketan hitam?

1. Menyehatkan pencernaan

Serat sangatlah penting untuk tubuh manusia, apalagi bagi sistem pencernaan. Maka dari itulah, serat dipercaya bisa mengobati penyakit diabetes, jantung, sampai diverkulitis (peradangan pada kantung-kantung usus besar).
Selain itu, serat memiliki manfaat lain, seperti menurunkan kolesterol dan membantu Anda mengontrol kadar gula darah.

2. Mencegah penyakit jantung

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa ketan hitam memiliki warna yang sangat gelap, bahkan keunguan?
Ketan hitam mengandung sebuah flavonoid bernama antosianin, yang biasanya ditemukan pada buah dan sayuran. Warna gelap pekat ketan hitam menandakan bahwa makanan ini sangat kaya akan antosianin yang merupakan antioksidan alami.

Menurut sebuah studi dalam Annual Review of Food Science and Technology beberapa tahun lalu, antosianin terbukti memiliki sifat antiperadangan dan antikarsinogenik. Dalam penelitian pada hewan, antosianin juga terbukti mencegah penyakit jantung, mengontrol obesitas, dan meringankan gejala diabetes.

3. Menjadi sumber zat besi

Ketan hitam mengandung kadar zat besi yang dibutuhkan tubuh. Zat mineral bermanfaat ini memiliki fungsi untuk memproduksi sel darah. Selain itu, zat besi juga bertugas “menciptakan” beberapa protein seperti hemoglobin serta myoglobin.

Pria dewasa dan wanita lanjut usia (lansia) membutuhkan sekitar 8 miligram (mg) zat besi per harinya. Sementara itu, wanita di bawah usia 50 tahun membutuhkan 18 mg zat besi per harinya. Maka dari itu, ketan hitam bisa menjadi sumber zat besi yang baik untuk Anda.

4. “Membersihkan” tubuh

Fitonutrien dalam ketan hitam bisa membantu tubuh membersihkan penyakit yang menyebabkan racun (disebabkan oleh radikal bebas).

Ketan hitam juga membantu hati untuk menangkal segala zat berbahaya melalui aktivitas antioksidannya.

5. Mencegah obesitas

Jangan terkejut jika Anda merasa kenyang lebih lama setelah memakan ketan hitam. Selain mengenyangkan, kandungan serat yang ada di dalam ketan hitam juga mencegah Anda mengonsumsi makanan berlebih. Maka dari itu, ketan hitam bisa jadi “sahabat setia” saat Anda berjuang menurunkan berat badan.

6. Menyehatkan jantung

Antosianin pada ketan hitam tidak hanya meringankan gejala diabetes saja, tapi juga menyehatkan jantung. Sebab, antosianin mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Selain itu, antosianin juga bisa menurunkan kadar kolesterol total. Bahkan, antosianin dipercaya untuk meredakan aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat sumbatan kolesterol).

7. Mengandung lebih banyak protein daripada nasi putih

Saran untuk membatasi konsumsi nasi putih yang sering Anda dengar, tidak asal terlontar tanpa alasan. Sebab kandungan karbohidrat di dalam nasi putih, lebih tinggi dibandingkan proteinnya. Padahal, protein sangatlah penting untuk pembentukan otot.

Pada setiap 100 gramr porsi ketan hitam, terdapat 8,5 gram protein yang menyehatkan tubuh. Sementara itu, nasi putih hanya memiliki 6,8 gram protein, dalam porsi yang sama.

Menyantap bubur ketan hitam dengan santan, apa dampaknya?

Santan
Susu kelapa alias santan

Di Indonesia, rasanya mengonsumsi bubur ketan hitam belum lengkap tanpa santan. Sebab, rasa santan bisa menambah cita rasa asin dan gurih pada ketan hitam. 

Namun, bahaya santan bisa merugikan bagi kesehatan. Sebab, santan sudah dianggap sebagai makanan yang tinggi kalori.

Sekitar 93% kalori yang dikandung santan, berasal dari lemak. Setiap satu cangkir (240 gram) santan mengandung 552 kalori dan 57 gam lemak. Jika kedua zat ini terlalu banyak di dalam tubuh, maka efeknya akan berbahaya bagi kesehatan.

Catatan dari SehatQ

Agar bisa merasakan manfaat ketan hitam, ada baiknya mengonsumsi makanan yang satu ini ini tanpa menggunakan santan. Sebab, santan mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi.

The Spruce Eats. https://www.thespruceeats.com/what-is-forbidden-rice-1664717
Diakses pada 27 Januari 2020

Eating Well. http://www.eatingwell.com/recipe/252176/black-sticky-rice/
Diakses pada 27 Januari 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/449662-health-benefits-of-black-glutinous-rice/
Diakses pada 27 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983
Diakses pada 27 Januari 2020

Food NDTV. https://food.ndtv.com/food-drinks/7-incredible-benefits-of-the-forbidden-rice-the-black-rice-1688420
Diakses pada 27 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coconut-milk#nutrition
Diakses pada 27 Januari 2020

Artikel Terkait