Sering Disalahgunakan, Efek Samping Alprazolam Bisa Berbahaya bagi Tubuh dan Mental

(0)
04 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Efek samping alprazolam cukup berbahaya jika obat ini dikonsumsi tanpa pengawasan dokterSelalu ikuti petunjuk dokter dalam mengonsumsi obat alprazolam
Alprazolam adalah obat anticemas yang diresepkan dokter untuk mengatasi  gangguan kecemasan, gangguan panik, dan kecemasan yang dipicu oleh depresi. Obat ini masuk dalam kelas benzodiazepin, kelas obat yang sering disalahgunakan tanpa resep dokter. Padahal, obat alprazolam merupakan obat keras dengan beragam efek samping dan peringatannya. Apa saja efek samping alprazolam?

Ragam efek samping alprazolam yang patut dicermati 

Tak bisa dikonsumsi sembarangan, efek samping alprazolam berikut ini patut diperhatikan dengan saksama:

1. Efek samping alprazolam yang umum dirasakan pasien

Efek samping alprazolam yang umum dapat dirasakan oleh pasien berikut ini:
  • Rasa kantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Gangguan daya ingat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah tidur
  • Lemah otot atau kurangnya koordinasi
  • Sakit perut
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Peningkatan keringat
  • Mulut kering
  • Hidung tersumbat
  • Penurunan atau malah kenaikan berat badan
  • Nafsu makan meningkat atau malah menurun
  • Hilangnya gairah seks
Efek samping alprazolam yang terasa ringan dapat hilang setelah beberapa hari atau beberapa minggu. Namun, jika efek sampingnya memburuk atau tidak kunjung hilang, Anda harus kembali menemui dokter. 

2. Efek samping alprazolam yang cenderung parah

Efek samping alprazolam yang cenderung parah mengakibatkan depresi dan keinginan bunuh diri
Salah satu efek samping alprazolam adalah gangguan psikologis
Pada beberapa kasus, efek samping alprazolam dapat berisiko parah. Beberapa efek samping tersebut, termasuk:
  • Gangguan psikologis, seperti rasa sedih berlebihan, pikiran bunuh diri, kebingungan, dan halusinasi suara maupun visual
  • Masalah pergerakan tubuh, berupa pergerakan otot yang tidak terkontrol, tremor, dan kejang
  • Gangguan jantung, seperti nyeri di dada dan detak jantung yang tidak normal
  • Masalah pada hati yang dapat menimbulkan penyakit kuning (pada bagian mata berwarna putih maupun kulit)
  • Sering buang air kecil atau malah sulit sama sekali
Anda harus segera mencari pertolongan dokter apabila efek samping alprazolam di atas mulai terasa. Apabila gejala yang dirasakan berisiko mengancam nyawa, Anda sangat dianjurkan untuk mencari pertolongan gawat darurat. Penting untuk diingat bahwa efek samping alprazolam mungkin dapat bervariasi pada pasien. Selalu diskusikan dengan dokter terkait risiko efek samping obat sebelum Anda menerima resepnya.

Peringatan dalam penggunaan alprazolam

Selain efek sampingnya, alprazolam juga memiliki peringatan penggunaan, misalnya:

1. Peringatan reaksi alergi

Alprazolam berisiko menimbulkan alergi bagi beberapa individu. Hentikan penggunaan obat apabila Anda mengalami reaksi alergi seperti sulit bernapas dan pembengkakan di lidah atau tenggorokan. Penggunaan berlanjut alprazolam setelah muncul alergi dapat berakibat fatal seperti kematian.

2. Peringatan interaksi dengan alkohol

Pasien tidak boleh mengonsumsi alprazolam dengan alkohol. Penggunaan bersama atau berdekatan dengan alkohol dapat meningkatkan efek samping alprazolam di atas.

3. Peringatan untuk pasien dengan penyakit  tertentu

Pasien dengan kondisi medis dan psikologis berikut ini mungkin tidak diperbolehkan dokter mengonsumsi alprazolam – atau berisiko mengalami perburukan kondisi jika mengonsumsi alprazolam:
  • Pasien depresi: Alprazolam berisiko memicu depresi pasien menjadi semakin parah.
  • Pasien glaukoma sudut sempit akut: Alprazolam dapat memicu perburukan pada kondisi pasien sehingga tidak bisa mengonsumsi alprazolam.
  • Pasien dengan riwayat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, karena alprazolam berisiko menimbulkan kecanduan pada pasien.
  • Pasien dengan riwayat gangguan kepribadian, karena alprazolam berisiko menimbulkan kecanduan pada pasien.
  • Pasien dengan masalah hati, karena tubuh pasien akan lebih sulit mencerna alprazolam dan memperburuk efek sampingnya.
  • Pasien dengan obesitas, karena tubuh pasien akan lebih sulit mencerna alprazolam dan memperburuk efek sampingnya.
  • Pasien penyakit paru-paru berat, karena alprazolam dapat memperburuk kondisi pasien.

4. Peringatan untuk kelompok lain

Selain peringatan untuk pasien penyakit tertentu, individu dari kelompok berikut ini juga mungkin tidak diberikan alprazolam atau dokter akan memonitor penggunaan obat secara mendalam:
  • Ibu hamil: Alprazolam masuk dalam kategori D dalam kehamilan. Artinya, obat ini telah ditemukan menimbulkan efek samping pada janin atau hanya boleh diresepkan pada kasus yang serius.
  • Ibu menyusui: Alprazolam dapat terminum oleh bayi melalui ASI. Pada ibu menyusui, dokter mungkin akan memberikan pilihan obat lain atau meminta sang ibu untuk tidak menyusui anaknya.
  • Lansia: Lansia lebih sensitif terhadap efek menenangkan dari alprazolam - sehingga berisiko memicu kantuk berlebih. Dokter akan memonitor kondisi pasien jika memang harus mengonsumsi alprazolam. 
  • Anak-anak: Pasien anak di bawah 18 tahun tidak dianjurkan mengonsumsi alprazolam.

Catatan dari SehatQ

Efek samping alprazolam dapat berbahaya bagi pasien, terlebih jika penggunaan obat dilakukan sembarangan dan tanpa izin dokter. Obat ini juga bisa berbahaya pada individu tertentu sehingga pasien harus menyampaikan kondisi medisnya pada dokter.
bunuh diriobat penenanggangguan kecemasangangguan psikologispenyalahgunaan obat
Drugs. https://www.drugs.com/alprazolam.html
Diakses pada 21 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/alprazolam-oral-tablet
Diakses pada 21 Agustus 2020
RX List. https://www.rxlist.com/benzodiazepines/drug-class.htm
Diakses pada 21 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait