Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Aromantis dengan Aseksual


Aromantis merupakan orang yang tidak tertarik dengan sikap dan perilaku romantis. Namun, orang yang aromantik tetap dapat menjalin hubungan dengan koneksi dan emosional yang dalam dengan pasangan.

(0)
Aromantis tidak mempunyai ketertarikan dengan sesuatu yang berbau romantisAromantis adalah orang yang tidak punya ketertarikan dengan hal-hal romantis
Sebagian besar wanita mendambakan untuk mempunyai pasangan yang romantis. Namun, ada beberapa orang yang ternyata tidak memiliki ketertarikan akan sikap dan perilaku romantis dari pasangannya. Ketidaktertarikan terhadap hal yang berbau romantis bisa menjadi tanda bahwa Anda merupakan seorang aromantis.

Apa itu aromantis?

Aromantis adalah seseorang yang tidak memiliki ketertarikan terhadap hal-hal romantis. Meski begitu, bukan berarti orang yang mempunyai sifat aromantis tidak bisa tertarik atau jatuh cinta dengan orang lain.Cinta yang penuh dengan keromantisan melibatkan keintiman perasaan dan gairah terhadap pasangan. Ketika terlibat cinta yang romantis, Anda mungkin tidak bisa menahan senyum saat memikirkan pasangan dan ingin selalu menghabiskan waktu dengannya.Apabila Anda merupakan seorang aromantis, perasaan-perasaan tersebut mungkin tidak akan muncul. Namun, Anda akan tetap merasa baik-baik saja meski tidak merasakannya, bahkan tidak mempunyai ketertarikan untuk memiliki hubungan yang romantis.Walaupun tidak punya ketertarikan atau merasakan keromantisan, orang yang aromantik tetap dapat:
  • Menikmati aktivitas seksual
  • Menikmati kasih sayang secara fisik
  • Membuat komitmen dalam hubungan
  • Memiliki pernikahan dengan perasaan yang mendalam

Perbedaan aromantik dengan aseksual

Banyak orang beranggapan bahwa aromantik dan aseksual sebagai kondisi yang sama. Meski terlihat serupa, kedua kondisi ini mempunyai perbedaan. Seorang aseksual tidak mempunyai ketertarikan seksual dengan orang lain, namun mungkin masih tertarik dengan hal romantis.Sementara itu, seorang aromantis mungkin masih menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas seksual, tetapi tidak melakukannya dengan atau sebagai suatu cara yang romantis. Keduanya, aromantik dan aseksual, bisa terjadi secara bersamaan dan dialami oleh siapa saja.

Mitos-mitos terkait aromantik yang tidak benar

Selama ini, banyak mitos dan anggapan yang salah terkait aromantik. Kesalahpahaman yang seringkali muncul, di antaranya:

1. Aromantis anti dengan hal-hal yang romantis

Orang yang aromantik memang tak mempunyai ketertarikan terhadap hal-hal berbau romantis. Namun, hal tersebut bukan berarti mereka anti terhadap sesuatu yang romantis. Mereka tetap dapat menikmati film maupun lagu yang penuh dengan keromantisan.

2. Aromantis mempunyai sikap yang dingin dan tidak punya perasaan 

Mitos yang menyebut bahwa seorang aromantis tidak memiliki perasaan tidaklah benar. Orang dengan sifat ini tetap melibatkan perasaan dalam menjalin hubungan. Selain penyayang, orang yang aromantik dapat menjalin koneksi emosional secara mendalam dengan pasangan meski tanpa melibatkan keromantisan.

3. Aromantis takut untuk membuat komitmen

Tidak ada hubungan antara aromantik dengan ketakutan untuk membuat komitmen. Seorang aromantis tetap mampu berkomitmen dalam hubungan. Aromantik berkaitan dengan perasaan seseorang dan keromantisan, bukan kemampuan dalam membuat komitmen.

4. Aromantis tidak menyukai sentuhan, pelukan, dan ciuman

Aktivitas seksual tak harus romantis. Orang yang aromantik tetap bisa menikmati bentuk kasih sayang secara fisik seperti sentuhan, pelukan, dan ciuman. Tak hanya itu, aromantis juga tidak memiliki masalah untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan. 

5. Aromantik bisa disembuhkan

Aromantik bukan merupakan kondisi yang harus disembuhkan. Tanpa keromantisan, seseorang tetap dapat menikmati hidup dan hubungan. Memaksakan romantisme pada seorang aromantis dapat membuatnya merasa tidak dihargai dan melukai perasaan mereka.

Catatan dari SehatQ

Aromantis adalah orang yang tidak tertarik terhadap keromantisan. Meski begitu, orang yang aromantik tetap bisa menjalin hubungan dengan koneksi dan emosional yang dalam dengan pasangan, tanpa sedikit pun mengurangi rasa kasih sayangnya.Apabila Anda merupakan seorang aromantis, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan pasangan. Dengan membicarakan kondisi tersebut dengan pasangan, Anda bisa menjalani hubungan dengan rasa nyaman tanpa beban. Hal ini juga dapat membantu mencegah konflik yang terkait keromantisan dalam hubungan.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai aromantik, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
percintaanmenjalin hubungan
Healthline. https://www.healthline.com/health/aromantic
Diakses pada 3 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/sex/what-does-aromantic-mean
Diakses pada 3 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait