Sering Dihindari, Makanan Pahit Ini Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan

(0)
Mengonsumsi makanan pahit seperti pare ternyata memberikan dampak positif bagi kesehatanMeski pahit, mengonsumsi pare dapat membantu menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Selama ini, banyak orang menghindari makanan pahit karena rasanya yang tak menggugah selera dan dianggap tidak enak. Padahal, mengonsumsi makanan pahit dalam bentuk buah, sayur, maupun daun-daunan dapat memberi beragam manfaat yang baik untuk kesehatan Anda.

Apa saja makanan pahit yang baik bagi kesehatan?

Mengonsumsi makanan pahit mulai dari buah hingga sayuran ternyata memberikan beragam dampak positif bagi kesehatan. Dampak positif untuk kesehatan ini tidak lepas dari kandungan nutrisi yang ada di dalam masing-masing makanan pahit.Berikut ini sejumlah makanan pahit yang menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan Anda:

1. Pare

Menurut penelitian yang dilakukan pada hewan, mengonsumsi pare membantu menghambat pertumbuhan berbagai jenis kanker. Kemampuan pare untuk menghambat pertumbuhan sel kanker ini berasal dari kandungan fitokimia seperti triterpenoid, polifenol, dan flavonoid yang ada di dalamnya.Sementara itu, studi pada manusia menyebut bahwa mengonsumsi pare dapat membantu menurunkan kadar gula darah penderita diabetes. Di sisi lain, kandungan antioksidan yang terdapat dalam makanan pahit ini juga membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas, serta mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan diabetes.

2. Sayuran cruciferous

Sayuran cruciferous termasuk makanan pahit yang dibutuhkan oleh tubuh
Sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis, dan lobak bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker
Mengandung glukosinolat, mengonsumsi sayuran cruciferous seperti brokoli, kubis, dan lobak bisa memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker pada hewan. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengetahui apakah hasilnya akan sama pada manusia.Meski begitu, beberapa data menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi banyak sayuran cruciferous memiliki risiko kanker lebih rendah dibanding mereka yang tidak. Sayangnya, tidak semua penelitian setuju akan temuan tersebut. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan genetik yang memicu perbedaan hasil antara satu orang dengan lainnya.

3. Dandelion

Terlihat cantik dan sering dipakai sebagai hiasan, daun bunga dandelion ternyata kaya akan kandungan vitamin maupun  mineral seperti kalsium, mangan, zat besi, vitamin A, C, dan K. Selain itu, dandelion juga memiliki kandungan karotenoid lutein dan zeaxanthin yang dapat membantu melindungi mata dari degenerasi makula dan katarak.Belum berhenti sampai di situ, kandungan prebiotik inulin serta oligofruktosa dalam dandelion mendorong pertumbuhan bakteri usus yang baik. Untuk mengonsumsi daun dandelion, Anda dapat mencampurkannya langsung ke salad atau memasukannya dalam sup atau pasta.

4. Kulit jeruk

Sering dibuang begitu saja, kandungan flavonoid dalam kulit jeruk dapat membantu mengurangi peradangan, berfungsi sebagai detoks, hingga memperlambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Meski begitu, efek itu baru terbukti pada hewan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah dampaknya akan sama untuk manusia.Untuk mengonsumsinya, Anda dapat menambahkan parutan kulit jeruk ke dalam makanan Anda. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kulit jeruk sebagai campuran bumbu atau mengonsumsinya dalam bentuk manisan.

5. Kranberi

Mempunyai rasa pahit, buah ini dapat dinikmati secara langsung, dicampurkan ke masakan, maupun dikonsumsi dalam bentuk jus. Di balik rasa pahitnya, kranberi memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan Anda.Kandungan polifenol proanthocyanidins tipe-A dalam kranberi membantu mencegah bakteri menempel di permukaan jaringan tubuh. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi kerusakan gigi akibat bakteri, serta menurunkan risiko infeksi Escherichia coli di usus dan saluran kemih Anda,Selain itu, kandungan antioksidan yang ada dalam kranberi dapat membantu melindungi serta meningkatkan kesehatan jantung Anda.

6. Kakao

Sebagai bahan utama pembuat cokelat, kakao memiliki kandungan polifenol dan antioksidan yang dapat memperlebar pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan menjaga kesehatan jantung Anda. Menurut penelitian, orang yang mengonsumsi cokelat setidaknya 5 kali per minggu mempunyai risiko terkena penyakit jantung 56 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak makan cokelat sama sekali. 

7. Kopi

Kandungan polifenol asam klorogenat yang ada dalam kopi memberikan beragam manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengurangi kerusakan oksidatif hingga mengurangi risiko terkena penyakit seperti jantung dan diabetes. Namun ingat ya, hal ini berlaku untuk kopi tanpa gula.Sebuah studi mengatakan, minum kopi 3 hingga 4 cangkir per hari dapat mengurangi risiko kematian (15%), terkena kanker (15%), dan menderita penyakit jantung (18%) dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya sama sekali. Meskipun begitu, Anda harus berhati-hati dengan dampak buruk yang ditimbulkan oleh kafein dalam kopi jika dikonsumsi berlebihan.

8. Teh hijau

Makanan pahit seperti teh hijau mengandung antioksidan yang baik untuk tubuh
Minum secangkir teh hijau dapat bantu turunkan risiko serangan jantung
Teh hijau mengandung berbagai macam polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiradang. Senyawa ini membantu mengurangi kerusakan akibat radikal bebas, peradangan, serta menurunkan risiko terkena penyakit jantung.Menurut penelitian, meminum secangkir teh hijau setiap hari bisa membantu menurunkan risiko serangan jantung hingga hampir 20 persen. Sementara itu, studi lain menyebut bahwa orang-orang yang mengonsumsi teh hijau memiliki risiko terkena kanker lebih rendah untuk jenis-jenis tertentu.

Manfaat makanan pahit untuk kesehatan

Setiap makanan pahit mempunyai manfaat yang berbeda-beda untuk kesehatan. Namun, secara umum makanan pahit menawarkan sejumlah manfaat kesehatan seperti:

1. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Menurut penelitian, mengonsumsi makanan pahit dapat merangsang sekresi air liur dan asam lambung untuk membantu proses pencernaan. Selain itu, makanan pahit juga merangsang cairan empedu untuk memecah dan mencerna lemak.

2. Memaksimalkan penyerapan nutrisi

Mengonsumsi makanan pahit dapat meningkatkan proses sintesis enzim pencernaan dalam tubuh. Enzim pencernaan mempunyai tugas untuk mencerna dan menyerap nutrisi penting dalam tubuh. Hal ini tentunya akan membuat proses penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh Anda menjadi semakin optimal. Penyerapan nutrisi yang optimal akan membantu dalam pencegahan malnutrisi

3. Mencegah sindrom kebocoran usus

Ketika usus mengalami kebocoran, racun, bakteri, dan partikel makanan yang Anda konsumsi bisa masuk ke dalam aliran darah Anda. Hal ini kemudian memicu munculnya gejala seperti peradangan kronis, kelelahan, penambahan berat badan, masalah kulit, hingga gangguan pencernaan.Salah satu penyebab sindrom usus bocor adalah kekurangan nutrisi. Mengonsumsi makanan pahit dengan kandungan bernutrisi tinggi dapat melindungi dan menjaga permeabilitas usus sehingga risiko kebocoran pun dapat berkurang.

4. Meningkatkan nafsu makan

Penelitian menyebut, mengonsumsi makanan pahit dapat meningkatkan nafsu makan Anda. Mengonsumsi makanan pahit dapat merangsang sekresi hormon ghrelin yang bertanggung jawab menghasilkan rasa lapar.Sementara itu, studi yang diterbitkan dalam Evidence-Based Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa makanan pahit merangsang nafsu makan dengan meningkatkan sirkulasi darah di organ perut. Selain itu, makanan pahit juga turut meningkatkan aktivitas saraf yang mengontrol rasa.

5. Mengoptimalkan kinerja mikrobiota

Makanan pahit, khususnya sayuran dengan kandungan prebiotik tinggi dapat membantu membuat kinerja bakteri baik dalam usus Anda menjadi lebih optimal. Maka dari itu, kinerja bakteri baik yang optimal meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan melindungi Anda dari serangan penyakit.

Catatan dari SehatQ

Mengonsumsi makanan pahit ternyata memberikan banyak dampak positif untuk kesehatan. Namun, bagi Anda yang mempunyai masalah tertentu ketika mengonsumsi makanan pahit seperti kopi, sebaiknya memerhatikan efek samping yang bisa ditimbulkan.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal makanan pahit dan manfaatnya untuk kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatgangguan pencernaannafsu makanmalnutrisibuah dan sayuran
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/bitter-foods
Diakses pada 6 Oktober 2020
Dr. Axe. https://draxe.com/nutrition/bitter-foods/
Diakses pada 6 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait