logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Perbedaan Stres dan Depresi, Perhatikan Gejalanya

open-summary

Perbedaan stres dan depresi terletak dari tingkat keparahannya. Keduanya memiliki perbedaan mendasar, jika penanganannya keliru bisa berakibat fatal


close-summary

3.8

(92)

23 Okt 2019

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Perbedaan stress dan depresi terlihat dari tinggkat keparahannya

Stres dan depresi adalah dua gangguan mental yang berlainan

Table of Content

  • Apa perbedaan stres dan depresi?
  • Gejala stres
  • Gejala depresi yang sebaiknya diwaspadai
  • Bagaimana cara menangani stres dan depresi?
  • Catatan dari SehatQ

Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami stres. Kondisi ini bisa disebabkan oleh tekanan pekerjaan, konflik dengan pasangan atau keluarga, hingga hal sepele seperti menghadapi kemacetan jalanan ibu kota. 

Advertisement

Kendati demikian, Anda sebaiknya perlu berhati-hati dan tidak meremehkan stres. Pasalnya, jika sudah terlalu stres, Anda bisa saja berujung pada kondisi depresi

Bagi orang awam, stres dan depresi sekilas tampak serupa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar, sehingga penanganannya pun akan berbeda.

Karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali perbedaan stres dan depresi agar dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.

Apa perbedaan stres dan depresi?

Mengenali perbedaan stres dan depresi dapat membantu Anda dalam mengenali tekanan mental yang Anda alami. Berkut penjelasannya:

1. Apa itu stres?

Stres adalah sebuah reaksi tubuh pada situasi yang berbahaya, atau sesuatu yang nyata dan dirasakan.  

Saat dilanda stres, tubuh Anda akan membaca adanya ancaman atau serangan. Tubuh akan melepas berbagai hormon dan zat-zat kimia, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin.

Pelepasan hormon dan senyawa kimia tersebut bertujuan mempersiapkan tubuh untuk melakukan tindakan fisik. Hal ini menyebabkan timbulnya sejumlah reaksi fisik yang meliputi peningkatan detak jantung, napas makin cepat, otot menegang, dan kenaikan tekanan darah.

Tekanan stres dapat mendorong Anda untuk makin terpacu menghadapi tantangan, tapi bisa pula mematahkan semangat Anda. Pasalnya, tiap orang memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menghadapi stres. 

Sebagian orang akan terbiasa dan lebih mampu mengatasi stres daripada sebagian orang lainnya. Namun jika tidak berhasil diatasi, stres bisa berujung pada depresi. 

2. Apa itu depresi?

Depresi adalah suatu penyakit mental yang berdampak buruk pada berbagai aspek kehidupan penderitanya. Mulai dari suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, hingga tingkat konsentrasi. 

Orang yang mengalami depresi dapat merasa sedih dan gagal, mudah lelah, kehilangan semangat atau motivasi, bahkan keinginan untuk bunuh diri. Kondisi ini harus ditangani dengan saksama agar tidak berujung fatal. 

Gejala stres

Setiap orang akan mengalami gejala stres yang berbeda-beda. Namun secara umum, kondisi-kondisi di bawah ini bisa menjadi tanda-tanda stres:

  • Merasa seolah-olah kehilangan kendali dan kewalahan.
  • Menghindari orang lain, bahkan teman terdekat maupun keluarga. 
  • Gampang gelisah, frustrasi, dan murung.
  • Kesulitan untuk konsentrasi. 
  • Sakit kepala.
  • Gangguan pencernaan, termasuk mual, diare, atau sembelit. 
  • Sulit tidur atau insomnia.

Penyebab depresi berat

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya depresi berat, di antaranya:

  • Peristiwa traumatis, seperti pelecehan fisik atau seksual, kematian orang terdekat, hubungan bermasalah, atau masalah keuangan
  • Riwayat keluarga dengan depresi, gangguan bipolar, kecanduan alkohol, atau bunuh diri
  • Riwayat gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan makan, atau gangguan stres pascatrauma
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba
  • Penyakit serius atau kronis, termasuk kanker, penyakit jantung, atau nyeri kronis
  • Obat-obatan tertentu, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau pil tidur.

Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh dan perubahan pada fungsi maupun efek neurotransmitter juga dapat berperan dalam memicu depresi. 

Gejala depresi yang sebaiknya diwaspadai

Gejala depresi juga bisa bervariasi pada setiap penderitanya. Perhatikan beberapa indikasi depresi berikut ini:

  • Merasa tak berdaya dan putus asa. 
  • Kehilangan rasa percaya diri dan harga diri.
  • Selalu merasa cemas. 
  • Kesulitan konsentrasi.
  • Menghindari orang lain, termasuk teman dekat. 
  • Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya.
  • Mengalami gangguan tidur, contohnya tidak bisa tidur atau justru durasi tidur lebih lama dari biasanya. 
  • Menyakiti diri sendiri. 
  • Tidak lagi menikmati hal-hal yang biasanya menarik dan menyenangkan, misalnya enggan melakukan hobi. 
  • Sering berpikir tentang kematian.
  • Memiliki keinginan untuk bunuh diri. 

Bagaimana cara menangani stres dan depresi?

Cara menangani stres sebenarnya mencakup perubahan gaya hidup. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan:

  • Olahraga secara teratur
  • Menerapkan pola makan dengan gizi seimbang
  • Membatasi konsumsi kafein dan alkohol.
  • Melakukan teknik relaksasi, seperti yoga dan meditasi.
  • Melakukan hal dan kegiatan yang menyenangkan. 
  • Melakukan hal-hal positif seperti kumpul dengan teman-teman, main games, nonton film, bermain musik, berkebun, dll. 
  • Menulis jurnal atau blog sebagai media Anda untuk mengekspresikan rasa kesedihan dan emosi Anda. 
  • Melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis jiwa agar diberikan penanganan yang tepat.

Stres umumnya tidak perlu ditangani dengan obat-obatan dari dokter. Namun lain cerita jika pasien memiliki penyakit mental yang memicu stres. Misalnya, gangguan kecemasan

Sementara ketika Anda mengalami depresi, dokter spesialis jiwa umumnya akan memberikan obat antidepresan. Ada berbagai jenis antidepresan yang tersedia. Karena itu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan jenis antidepresan yang cocok dengan kondiri Anda.

Jika obat antidepresan saja kurang efektif untuk menangani depresi, dokter mungkin akan meresepkan jenis obat-obatan lain. Penting diketahui bahwa obat depresi harus dikonsumsi sesuai dosis dan jangka waktu yang direkomendasikan oleh dokter. 

Selain minum obat, penderita depresi juga perlu menjalani psikoterapi dengan psikolog atau psikiater. Penderita pun bisa dianjurkan untuk menjalani terapi kognitif perilaku (cognitive behavioural therapy/CBT).

Baca Juga

  • Bukan Usia, Ini 5 Tanda Seseorang Berhasil Menjadi Dewasa
  • Ciri-ciri Stres dan Hubungannya dengan Kecanduan Obat Terlarang
  • Sertraline untuk Atas Depresi, Jangan Konsumsi Tanpa Izin Dokter

Catatan dari SehatQ

Stres dan depresi bukanlah gangguan mental yang dapat hilang begitu saja. Jadi, jangan remehkan kondisi ini dan carilah bantuan medis. 

Segera berkonsultasi dengan dokter dan pakar kesehatan mental lain apabila Anda atau orang-orang terdekat mengalami stres berkepanjangan dan depresi, apalagi jika keinginan bunuh diri sudah muncul. 

Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat sesuai kondisi stres dan depresi yang dialami.

Advertisement

mengatasi depresidepresistresgangguan stres akut

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved