Dumolid bukan narkoba karena sebenarnya obat penenang, tapi tetap dapat buat kecanduan
Dumolid sebenarnya adalah obat tidur dan obat penenang

Penyalahgunaan obat-obatan, tidak hanya terbatas pada obat golongan narkotika. Sebab nyatanya, dumolid juga kerap disalahgunakan. Padahal dumolid adalah sejenis obat penenang biasa digunakan untuk mengatasi insomnia atau kejang.

Dumolid sebenarnya adalah merek dagang obat dengan bahan aktif yang disebut nitrazepam. Memang, obat ini bisa memberikan efek menenangkan. Namun, dumolid hanya boleh dikonsumsi apabila diresepkan oleh dokter.

Biasanya, dokter hanya akan meresepkan dumolid untuk jangka pendek. Sebab semakin lama, obat ini bisa menyebabkan kecanduan dan efektivitasnya pun akan terus menurun.

Lebih jauh tentang dumolid

Bahan aktif yang terdapat di dalam dumolid, yaitu nitrazepam, sebenarnya adalah obat yang seringkali diresepkan untuk mengatasi gangguan kecemasan yang parah serta insomnia. Pada beberapa kasus, obat ini juga digunakan sebagai antikonvulsan atau antikejang untuk mengatasi epilepsi.

Nitrazepam bekerja dengan cara mengubah alur penyampaian pesan ke zat-zat kimia (neurotransmiter) di otak. Perubahan alur tersebut akan menimbulkan efek menenangkan, sehingga seseorang bisa lebih mudah tertidur.

Obat ini bisa bekerja efektif dalam jangka pendek. Umumnya, dokter akan meresepkan dumolid untuk satu minggu pemakaian. Namun pada kasus tertentu, pemberian obat untuk jangka waktu tiga minggu juga mungkin dilakukan.

Apabila dikonsumsi terus-menerus, efek akan memudar. Sebab, tubuh sudah terlalu terbiasa menerimanya, sehingga dosis yang biasa diminum tidak lagi memberikan efek yang ampuh. Jika sudah begini dan Anda berhenti mengonsumsi dumolid, maka gejala putus obat bisa terjadi.

Begini sebenarnya penggunaan dumolid yang tepat

Jika digunakan sesuai dosis dan dalam jangka waktu yang tepat, dumolid sebenarnya bisa memberikan manfaat yang diinginkan. Jadi, perhatikan langkah-langkah di bawah ini apabila dokter meresepkannya untuk Anda, agar hanya manfaat baiknyalah yang diterima.

• Sebelum mengonsumsi dumolid

Tidak semua orang bisa mengonsumsi dumolid. Karena itu, sebelum mengonsumsinya, pastikan Anda memberitahu dokter apabila memiliki kondisi-kondisi di bawah ini.

  • Hamil atau menyusui
  • Gangguan pernapasan
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal
  • Riwayat gangguan mental seperti psikosis, depresi, atau gangguan kepribadian
  • Riwayat kecanduan obat atau alkohol
  • Riwayat menderita penyakit yang menyebabkan otot menjadi sangat lemah (myasthenia gravis)
  • Kelainan darah yang disebut porfiria
  • Riwayat alergi obat
  • Sedang mengonsumsi obat lain secara teratur, termasuk obat tradisional atau herbal

• Saat mengonsumsi dumolid

Sebelum mengonsumsi dumolid, pastikan Anda membaca instruksi yang tertera di kemasan dengan cermat. Setelah itu, lakukan langkah-langkah aman di bawah ini agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

  • Pastikan ikuti juga instruksi dari dokter dan jangan mengonsumsi dumolid melebihi dosis yang diresepkan.
  • Obat ini hanya bisa dikonsumsi di malam hari, sesaat sebelum tidur.
  • Apabila Anda lupa untuk mengonsumsinya sebelum tidur, jangan mengganti waktu konsumsi dumolid menjadi siang hari, karena akan menimbulkan berbagai gejala seperti pusing, mengantuk dan sulit konsentrasi.
  • Obat ini bisa diminum sebelum maupun sesudah makan, selama ditelan menggunakan air putih.

• Setelah mengonsumsi dumolid

Setelah mulai mengonsumsi dumolid, pastikan untuk terus berkomunikasi dengan dokter agar dokter bisa mengetahui perkembangan kondisi Anda. Selain itu, perhatikan imbauan ini apabila Anda sedang menjalani perawatan menggunakan nitrazepam:

  • Jangan mengemudikan kendaraan saat sedang berada di bawah pengaruh obat ini. Sebab, dumolid bisa membuat Anda kehilangan konsentrasi saat menyetir dan membahayakan diri sendiri serta orang lain.
  • Selama perawatan dengan nitrazepam, jangan mengonsumsi alkohol. Sebab, campuran keduanya dapat berinteraksi dan meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Apabila selama perawatan nitrazepam, Anda harus menjalani prosedur perawatan gigi yang memerlukan bius, beritahukan kondisi ini pada dokter gigi. Sebab, obat ini dapat meningkatkan efek bius yang diberikan.

Saat merasa Anda sudah tidak memerlukan perawatan dengan nitrazepam, dokter tidak akan langsung menghentikan pemberian resep. Namun, dokter akan mengurangi dosisnya sedikit demi sedikit, untuk mencegah munculnya gejala putus obat.

Efek samping konsumsi dumolid

Sama seperti obat-obatan lainnya, dumolid juga bisa menyebabkan berbagai efek samping. Berikut ini, gejala yang dapat timbul sebagai efek samping konsumsi dumolid:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Lemas dan kemampuan koordinasi menurun
  • Sakit perut
  • Linglung
  • Diare
  • Mual dan muntah

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami kondisi-kondisi di bawah ini setelah mengonsumsi dumolid:

  • Jantung berdetak kencang
  • Penglihatan kabur
  • Berbicara jadi tidak jelas
  • Tidak bisa fokus
  • Depresi
  • Mudah marah
  • Mengalami perubahan perilaku secara keseluruhan

Pada beberapa orang, penggunaan nitrazepam juga bisa menyebabkan alergi. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda alergi seperti di bawah ini:

  • Kemerahan
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan
  • Sakit kepala
  • Sulit bernapas

Penggunaan dumolid haruslah sesuai dengan indikasi dan intrusksi dari dokter. Penyalahgunaan obat ini bisa memberikan efek yang merugikan tubuh dalam jangka panjang. Belum lagi, bisa saja ada konsekuensi hukum yang harus diterima apabila Anda terbukti menyalahgunakan obat ini.

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/nitrazepam-oral_capsule_tablet/article.htm
Diakses pada 7 Februari 2020

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/brain-nervous-system/a7146/mogadon-nitrazepam/
Diakses pada 7 Februari 2020

Patient. https://patient.info/medicine/nitrazepam-for-sleeping-problems-mogadon
Diakses pada 7 Februari 2020

UK Rehab. https://www.uk-rehab.com/benzodiazepine-addiction/nitrazepam/
Diakses pada 7 Februari 2020

Artikel Terkait