Sering Cemas Berlebihan? Bisa Jadi Itu Gangguan Kecemasan

(0)
15 Jul 2020|Adhenda Madarina
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cemas berlebihan dapat mengindikasikan gangguan kecemasanIlustrasi seorang wanita yang sedang mengalami kecemasan
Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya sebatas kesehatan fisik saja bagi masyarakat, kesehatan mental pun dapat terganggu secara tidak langsung. Salah satu bentuknya adalah perasaan cemas berlebihan.Kondisi ini bisa diperparah dengan keadaan yang serba tidak menentu saat ini dan berbagai berita buruk yang menghujani setiap harinya sehingga membuat seseorang menjadi semakin takut dan cemas.Rasa cemas sebenarnya adalah hal yang wajar, tapi Anda perlu waspada jika perasaan cemas yang dialami menjadi berlebihan dan berlangsung dalam waktu yang lama. Sebab, perasaan cemas berlebihan dikaitkan dengan gangguan kecemasan yang bisa menimbulkan sejumlah efek buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Cemas berlebihan sebagai gejala gangguan kecemasan

Salah satu gejala gangguan kecemasan yang paling umum adalah perasaan cemas berlebih. Perasaan cemas yang berkaitan dengan gangguan ini biasanya terjadi tidak hanya pada situasi buruk seperti pandemi ini saja, namun juga sebagai respons terhadap situasi sehari-hari yang cenderung normal.Perasaan cemas berlebihan dapat dikategorikan sebagai gejala gangguan kecemasan umum apabila kondisi ini sering terjadi setidaknya selama enam bulan dan sulit dikontrol.Perasaan cemas yang dirasakan dalam gangguan kecemasan juga sifatnya parah dan mengganggu sehingga membuat penderitanya kesulitan untuk konsentrasi dan menjalankan aktivitas sehari-hari.Selain cemas berlebih, gejala gangguan kecemasan lainnya meliputi:
  • Merasa gugup, gelisah, atau tegang
  • Mengalami peningkatan detak jantung
  • Bernapas dengan cepat (hiperventilasi)
  • Berkeringat dan gemetaran
  • Merasa lemah atau lelah
  • Kesulitan berkonsentrasi atau hanya memikirkan hal yang membuatnya cemas
  • Susah tidur
  • Mengalami masalah pencernaan
  • Gampang marah
  • Sulit mengontrol perasaan cemas yang dirasakan
  • Selalu ingin menghindari hal-hal yang dapat memicu perasaan cemas.
Jika beberapa gejala di atas sering Anda alami dan telah terjadi selama lebih dari enam bulan, sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan psikolog atau psikiater untuk segera mendapatkan penangangan.Mungkin butuh waktu bagi Anda untuk merasa lebih baik. Meski demikian, bantuan dari ahli akan membantu Anda dalam mengelola kecemasan dan mengurangi efeknya pada kehidupan dan kesejahteraan Anda.

Penyebab gangguan kecemasan

Penyebab gangguan kecemasan dapat berasal dari kombinasi berbagai hal, seperti stres, gangguan pada otak, tekanan lingkungan, dan bahkan dapat disebabkan oleh faktor genetik.Berikut adalah beberapa faktor penyebab gangguan kecemasan.

1. Faktor genetik

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan kecemasan merupakan kondisi yang dapat diwariskan, yang berarti bisa diturunkan dalam keluarga.Sebuah studi melaporkan bahwa anak-anak memiliki kemungkinan lebih besar didiagnosis mengalami gangguan kecemasan jika salah satu dari orangtua mereka memilikinya.

2. Stres

Paparan peristiwa kehidupan yang traumatis dan penuh tekanan, seperti pelecehan terhadap anak-anak dan bullying, dapat meningkatkan sensitivitas otak terhadap stres sehingga dapat melemahkan sistem respons kendali stres. Hal ini secara tak langsung juga bisa meningkatkan risiko sesorang mengalami gangguan kecemasan.Perasaan cemas berlebihan terhadap kondisi pandemi yang berkelanjutan seperti saat ini juga dapat menjadi pemicu stres yang menjadi penyebab gangguan kecemasan. Apalagi jika perasaan cemas tersebut sering dirasakan dan berlangsung lama.

3. Gangguan emosi lainnya

Gangguan kecemasan umum sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya, seperti depresi, PTSD, dan gangguan panik.Suatu studi menemukan bahwa 56 persen orang yang menderita gangguan kecemasan ternyata juga mengalami depresi.

4. Kondisi fisik

Beberapa penelitian melaporkan bahwa gangguan kecemasan terjadi pada sekitar 40 persen penderita diabetes.Hal ini disebabkan karena episode hipoglikemik berulang dapat memicu perubahan kimia dan metabolik sehingga dapat memengaruhi bagian otak yang memainkan peran dalam memproses kecemasan.

Cara mengatasi gangguan kecemasan

Olahraga untuk mengatasi kecemasan
Berolahraga secara rutin dapat membantu atasi kecemasan
Seseorang yang menderita gangguan kecemasan dapat melakukan beberapa hal berikut untuk menangani kondisi yang dialaminya.

1. Berkonsultasi dengan dokter

Ketika merasakan adanya gejala gangguan kecemasan, seperti cemas berlebihan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh. Hal itu dilakukan untuk memastikan masalah kesehatan lainnya tidak memicu gangguan kecemasan yang Anda alami.Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, seperti obat anticemas atau antidepresan, untuk membantu Anda mengelola kekhawatiran dan perasan cemas berlebihan.

2. Berolahraga setiap hari

Dengan persetujuan dari dokter, mulailah untuk melakukan olahraga dengan teratur. Senam aerobik dan latihan untuk menguatkan otot merupakan cara yang efektif untuk melatih tubuh Anda menghadapi cemas berlebihan dalam keadaan yang terkontrol. Olahraga secara teratur juga dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

3. Mengonsumsi makanan yang bergizi

Sering kali rasa cemas berlebihan membuat sebagian orang untuk mengonsumsi makanan dengan porsi yang terlalu sedikit dan tidak sehat.Ingatkan diri Anda tentang pentingnya kesehatan saat memikirkan masalah ini. Dengan menjadikan kesehatan sebagai prioritas, mengonsumsi makanan akan menjadi lebih mudah.

4. Hindari konsumsi kafein

Kafein akan merangsang sistem saraf yang dapat memicu adrenalin dan membuat Anda merasa gugup dan cemas.Oleh karena itu, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi kafein selama Anda mengalami masalah cemas berlebihan.

5. Melakukan teknik relaksasi

Teknik-teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi, dapat membuat perasaan menjadi lebih tenang dan terbukti dapat meredakan perasaan cemas berlebihan.Dengan melakukan relaksasi, aliran darah ke otak meningkat dan gelombang otak bergeser dari ritme beta ke ritme alfa yang rileks. Apabila dipraktikkan secara teratur, teknik relaksasi dapat menangkal efek-efek buruk dari stres.Itulah penjelasan seputar cemas berlebihan dan gangguan kecemasan. Apabila Anda merasa mengalami cemas berlebihan yang berlangsung lama dan sering terjadi, segera konsultasikan masalah ini dengan dokter atau psikolog untuk segera mendapatkan penanganan.
gangguan kecemasangangguan kecemasan umum
Insider. https://www.insider.com/generalized-anxiety-disorder-symptoms
Diakses pada 28 Juni 2020
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anxiety/symptoms-causes/syc-20350961
Diakses pada 29 Juni 2020
Webmd. https://www.webmd.com/balance/guide/how-worrying-affects-your-body#1
Diakses pada 29 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait