Sering Cek Dokter Demi Dapat Obat, Wanita Ini Ternyata Pecandu

01 Agt 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Terlalu sering cek dokter, wanita ini ternyata kecanduan kodein
Karena kecanduan kodein, wanita ini keseringan cek dokter demi mendapatkan resepnya

Seorang wanita di Singapura dilaporkan berkali-kali cek dokter dengan keluhan yang sama, di beberapa klinik yang berbeda. Usut punya usut, wanita tersebut ternyata melakukannya demi mendapatkan resep obat batuk, yang mengandung kodein.

Ya, wanita tersebut telah kecanduan kodein. Kodein termasuk dalam golongan obat keras, yang memang ampuh untuk meredakan batuk parah dan berkepanjangan. Obat ini tidak bisa didapatkan secara bebas, dan memerlukan resep dokter.

Kondisi kecanduan yang bisa juga disebut dengan substance abuse disorder ini, memang tidak melulu soal obat terlarang seperti sabu-sabu. Kecanduan obat batuk atau rokok pun, masuk ke dalamnya.

Sering cek dokter, ternyata jadi modus untuk dapatkan resep kodein

Kecanduan membuat Eileen Siak rela melakukan penipuan identitas ke klinik-klinik, demi mendapatkan resep kodein. Menurut berita yang dilansir situs MIMS, wanita ini mengeksploitasi data dari para konsumen tempatnya bekerja, untuk digunakan ketika mendaftar di klinik-klinik.

Setelah tertangkap, pengacara Eileen membeberkan bahwa kliennya telah lama mengalami kecanduan, dan tengah berusaha untuk menyembuhkannya, dengan menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis kejiwaan. Eileen juga disebutkan memiliki riwayat depresi.

Kasus di atas semakin membuktikan bahwa substance abuse disorder bisa terjadi pada siapa saja, bahkan dengan obat yang selama ini dianggap tidak akan membuat kecanduan. Lalu, bagaimana sebenarnya obat batuk bisa membuat seseorang begitu ketergantungan?

Kodein sebenarnya obat apa?

Eileen sebenarnya bukan orang pertama yang mengalami kecanduan obat batuk, hingga sering-sering cek dokter. Obat batuk yang diinginkan Eileen memang adalah obat keras, yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Sebab, obat batuk tersebut mengandung kodein.

Kodein adalah obat yang masuk ke dalam kelompok opioid. Ketika opioid dikonsumsi, maka obat ini akan berinteraksi dengan reseptor opioid di otak, dan membuat tubuh terasa lebih relaks, tenang, dan meredakan nyeri yang dirasakan.
Kodein umumnya digunakan untuk mengatasi kondisi-kondisi seperti:

  • Rasa nyeri yang ringan hingga sedang
  • Rasa nyeri yang parah (apabila dikombinasikan dengan aspirin atau paracetamol)
  • Batuk kering yang mengiritasi
  • Diare
  • Batuk dan pilek (umumnya dikombinasikan dengan antihistamin dan dekongestan)

Orang yang kecanduan kodein, akan mengonsumsinya dalam dosis yang jauh lebih tinggi, dari dosis yang disarankan. Selain itu, penyalahgunaan kodein juga bisa dilakukan dengan tujuan untuk menyakiti diri sendiri, hingga bunuh diri.

Ciri-ciri seseorang sudah mengalami kecanduan kodein

Terkadang, seseorang tidak menyadari kecanduan yang dialaminya. Hal ini membuat orang tersebut terjebak semakin jauh, dalam penyalahgunaan obat-obatan.

Dalam kasus substance abuse disorder yang menyangkut kodein, efek samping yang paling sering terjadi adalah mual dan muntah, terutama apabila kodein dikonsumsi dalam bentuk obat batuk sirup.

Konsumsi kodein berlebih juga akan menimbulkan ciri-ciri lain, yaitu:

  • Gangguan kecemasan atau depresi
  • Gangguan suasana hati
  • Lebih sering tidur dibandingkan biasanya
  • Selalu merasa mengantuk
  • Tidak nafsu makan
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Tangan dan kaki berkeringat
  • Sakit perut
  • Gangguan pencernaan
  • Gatal-gatal
  • Laju pernapasan melambat
  • Gangguan penglihatan

Dalam jangka waktu yang lama, pecandu kodein juga bisa mengalami berbagai kondisi berbahaya, seperti:

  • Infeksi paru-paru
  • Kerusakan saluran pencernaan
  • Gangguan tidur
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kerusakan otak

Selain dampak fisik, penggunaan kodein berlebihan juga bisa memengaruhi kehidupan pecandu secara emosional. Pecandu akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan hal yang berhubungan dengan konsumsi obat, sehingga membuat hubungannya dengan keluarga dan teman menjadi terganggu.

Obat golongan opioid memang mudah membuat kecanduan, dan penyalahgunaannya sulit untuk dihentikan. Tubuh orang yang sering mengonsumsi kodein, lama-kelamaan akan membentuk suatu kekebalan, dan membuat orang tersebut tidak bisa merasakan suatu kepuasan, dan hanya bisa merasa puas setelah menggunakan kodein.

Segeralah cek dokter, apabila Anda mengalami gejala serupa kondisi di atas. Mengingat kodein bisa didapatkan dari obat-obatan sederhana seperti obat batuk, Anda juga perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat lain, baik yang bisa dibeli secara bebas, maupun obat resep.

Patuhi cara konsumsi obat yang diajurkan oleh dokter maupun apoteker. Jangan konsumsi obat secara berlebihan, dan baca aturan pakai dengan teliti. Demi keamanan, berkonsultasilah dengan dokter, sebelum memilih atau mengonsumsi obat.

Referensi

MIMS. https://today.mims.com/penipuan-kodein-seharga-s-524-pada-dokter-klinik-oleh-seorang-wanita-singapura
Diakses pada 1 Agustus 2019

Alcohol and Drug Foundation. https://adf.org.au/drug-facts/codeine/
Diakses pada 1 Agustus 2019

American Addiction Centers. https://americanaddictioncenters.org/codeine-addiction
Diakses pada 1 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top