7 Penyebab Infeksi Saluran Kemih yang Harus Anda Waspadai

(0)
08 Apr 2019|Anita Djie
Penyebab infeksi saluran kemih pada wanitaInfeksi saluran kemih biasanya disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran kemih
Apakah Anda sering ingin buang air kecil meskipun sudah ke toilet beberapa kali? Bisa jadi Anda mengalami infeksi saluran kemih! Infeksi saluran kemih seringkali tidak memperlihatkan gejala yang jelas dan membuat penderita tidak menyadari penyakit ini.Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang terjadi pada bagian sistem saluran kemih, seperti ginjal, kandung kemih, saluran kemih yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih (ureter), maupun saluran kemih yang menyalurkan urine keluar dari tubuh (uretra).Umumnya, infeksi saluran kemih terjadi pada bagian kandung kemih atau uretra.Wanita lebih cenderung mengalami infeksi saluran kemih karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek yang membuat bakteri lebih mudah memasuki kandung kemih.Selain itu, uretra wanita memiliki posisi yang dekat dengan anus dan hal tersebut membuat bakteri E.Coli lebih mudah menginfeksi uretra wanita.

Penyebab infeksi saluran kemih

Secara garis besar, infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri yang berhasil masuk ke sistem saluran kemih dan menginfeksi bagian-bagian dari sistem tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab infeksi saluran kemih yang perlu Anda waspadai.

1. Tidak membersihkan alat kelamin dengan benar

Bakteri bisa masuk ke dalam saluran uretra dan menyebabkan infeksi akibat cara membersihkan alat kelamin yang tidak benar, khususnya pada wanita. Infeksi pada bagian kandung kemih umumnya disebabkan oleh bakteri E.Coli dari anus.Hindari kebiasaan membersihkan kelamin dengan mengusap tangan dari anus ke depan.  Hal ini akan memicu bakteri dari anus terbawa menuju vagina, dan menimbulkan risiko infeksi. Biasakanlah untuk selalu mencuci kelamin dengan arah dari depan ke belakang atau dari arah vagina menuju anus.

2. Tidak langsung buang air kecil setelah berhubungan intim

Berhubungan intim bisa menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kencing. Umumnya, bakteri ini akan menyebar melalui aktivitas seksual antara pria dengan wanita.  Momen penetrasi saat penis atau jari mendorong ke area vagina bisa jadi juga mendorong bakteri untuk masuk ke dalam uretra dan kandung kemih wanita. Jika Anda tidak buang air kecil setelah berhubungan seks, besar kemungkinan bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi.Infeksi saluran kemih pada bagian uretra juga dapat disebabkan oleh bakteri dari anus maupun tertular dari hubungan seksual. Beberapa penyakit yang ditularkan secara seksual yang dapat menginfeksi uretra adalah, herpes, gonore, klamidia, dan sebagainya.

3. Kekurangan asupan air minum

Saat tubuh kekurangan air atau dehidrasi, ginjal akan kehilangan cairan. Padahal, ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk dapat berfungsi dengan baik.Kekurangan cairan dapat mengganggu kuantitas buang air kecil Anda dan menyebabkan warna dan aroma urine berubah menjadi lebih pekat. Kekurangan cairan pada ginjal juga dapat memancing bakteri untuk menyerang dan menyebabkan infeksi saluran kencing.Minumlah lebih banyak air atau penuhi kebutuhan cairan yang dianjurkan per hari untuk mencegah terjadinya infeksi pada organ tubuh yang lainnya.

4. Sistem imunitas

Tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk melawan penyakit. Sistem imunitas bekerja untuk melawan bakteri dan virus, sekaligus menghindari Anda dari gangguan kesehatan.Saat sistem imunitas rendah atau terganggu, fungsi kerja dalam melawan patogen penyebab penyakit juga akan berkurang. Akibatnya, Anda akan lebih mudah terkena penyakit serius, salah satunya seperti infeksi saluran kencing.

5. Penyakit penghambat urine

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan sistem kemih juga bisa jadi salah satu penyebab infeksi saluran kemih. Umumnya, infeksi muncul sebagai komplikasi dari penyakit yang menghambat aliran urine seperti batu ginjal atau penyakit BPH (pembesaran prostat jinak) yang bisa dialami pria.Pembesaran prostat dapat membuat saluran uretra (saluran keluarnya urine dari tubuh) menyempit. Akibatnya, Anda tidak dapat mengosongkan kandung kemih. Tak boleh dibiarkan, urine yang tinggal di dalamnya bisa menjadi media pertumbuhan bakteri yang ideal. Kondisi ini juga hampir serupa pada kebiasaan menahan kencing untuk waktu yang lama.

6. Penggunaan alat kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk diafragma juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kencing dibandingkan mereka yang menggunakan alat kontrasepsi bentuk lainnya.Selain itu, penggunaan agen spermisida dalam alat kontrasepsi juga bisa memicu penyebab terjadinya infeksi pada saluran kencing.

7. Pemasangan kateter

Mereka yang biasanya tidak bisa buang air kecil sendiri setelah operasi umumnya membutuhkan tabung bernama kateter untuk bantu mengalirkan urine keluar dari tubuh. Sayangnya, pemasangan kateter ini juga dapat menjadi penyebab munculnya infeksi saluran kencing sehingga perlu dirawat dengan baik agar tetap higienis.

Gejala infeksi saluran kemih

Meskipun terkadang tidak menimbulkan gejala, terdapat beberapa gejala yang mungkin dapat dialami ketika Anda memiliki infeksi saluran kemih, seperti:
  • Sensasi panas atau terbakar saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil dengan urin yang sedikit.
  • Adanya keinginan untuk buang air kecil secara terus-menerus.
  • Urine yang berbau tajam.
  • Urine yang berwarna seperti coca-cola, merah, atau merah muda.
  • Urine yang keruh.
  • Rasa sakit di panggul, terutama pada bagian tengah panggul dan sekitar tulang panggul (pada wanita)
  • Rasa sakit pada bagian belakang atau perut bagian bawah.
  • Demam atau menggigil (biasanya menandakan bahwa infeksi telah mencapai ginjal).
  • Merasa lelah.
Tiap daerah pada sistem saluran kemih yang terinfeksi memperlihatkan gejala yang berbeda-beda.Jika daerah yang terinfeksi adalah kandung kemih, penderita dapat mengalami tekanan di panggul, ketidaknyamanan pada perut bagian bawah, adanya darah pada urine, dan buang air kecil yang sering dan terasa sakit.Bila yang terinfeksi adalah uretra, maka penderita dapat merasakan gejala berupa sensasi panas atau terbakar saat buang air kecil. Selain itu, penderita akan mengalami keluarnya cairan dari alat kelamin (discharge) seperti keputihan.Jika daerah yang terinfeksi adalah ginjal, penderita biasanya akan mengalami demam yang tinggi, menggigil, mual, muntah, serta sakit di punggung bagian atas dan samping tubuh.Perlu diketahui bahwa gejala-gejala infeksi saluran kemih serupa dengan batu ginjal, kanker kandung kemih, kandung kemih yang terlalu aktif, atau prostat yang membesar (pada pria).Oleh karenanya, penting bagi Anda dan orang-orang terdekat Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala di atas agar dokter dapat melakukan pemeriksaan yang menyeluruh.
penyakit saluran kemihkanker kandung kemihkandung kemih
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html
Diakses pada 02 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
Diakses pada 02 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/your-guide-urinary-tract-infections#1
Diakses pada 02 April 2019
Healthy Women. https://www.healthywomen.org/content/ask-expert/1330/honeymoon-cystitis
Diakses pada 27 Oktober 2020

Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/urinary-tract-infections-in-adults
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait