Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Bisa Jadi Anda Mengalami Nokturia

Nokturia adalah kondisi sering buang air kecil di malam hari
Nokturia menyebabkan Anda tidak dapat tidur nyenyak karena sering terbangun untuk buang air kecil di malam hari

Pernahkah Anda sering terbangun 2-6 kali dalam semalam hanya untuk buang air kecil? Jika jawabannya iya, bisa jadi Anda mengalami kondisi nokturia sehingga mengganggu waktu tubuh untuk beristirahat di malam hari.

Nokturia adalah istilah medis yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi buang air kecil terlalu sering di malam hari. Selain membuat siklus tidur menjadi terganggu, nokturia juga bisa menjadi pertanda dari suatu kondisi medis.

Apa itu nokturia?

Nokturia adalah sering buang air kecil di malam hari
Nokturia membuat penderitanya harus sering bolak-balik kamar mandi di malam hari

Nocturnal polyuria atau nokturia adalah suatu istilah medis yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sering buang air kecil di malam hari.

Normalnya, Anda dapat tidur selama 6-8 jam tanpa harus terbangun untuk buang air kecil. Ini karena selama waktu tidur, tubuh akan menghasilkan lebih sedikit urine yang terkonsentrasi.

Akan tetapi, jika Anda terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk pergi ke toilet, kemungkinan Anda menderita nokturia.

Penderita nokturia umumnya bisa terbangun lebih dari dua kali dalam satu malam untuk buang air kecil. Oleh sebab itu, penderita kondisi ini biasanya memiliki kualitas tidur yang kurang baik alias tidak dapat tidur dengan nyenyak.

Mengenal penyebab nokturia atau sering buang air kecil di malam hari

Nokturia lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua (lansia), tetapi bukan berarti usia muda tidak bisa mengalaminya. Umumnya, penyebab nokturia disebabkan oleh kondisi medis tertentu hingga pola hidup yang dijalani. Berikut adalah penjelasan penyebab nokturia selengkapnya:

1. Kondisi medis tertentu

Ada berbagai kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan seseorang sering buang air kecil di malam hari. Salah satu penyebab nokturia yang paling umum terjadi adalah infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi kandung kemih.

Infeksi tersebut dapat menyebabkan sensasi rasa terbakar dan rasa ingin buang air pada siang dan malam hari. Untuk mengatasinya, Anda dapat mengonsumsi obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Selain itu, ada beberapa kondisi medis lainnya yang juga dapat menyebabkan nokturia, yaitu:

  • Infeksi atau pembesaran prostat
  • Prolaps atau turunnya kandung kemih
  • Kandung kemih terlalu aktif
  • Tumor pada kandung kemih, prostat, atau area panggul
  • Infeksi ginjal
  • Diabetes
  • Edema atau pembengkakan pada kaki bawah
  • Gangguan syaraf, seperti multiple sclerosis (MS), penyakit Parkinson, atau penekanan saraf tulang belakang
  • Gagal jantung
  • Gagal hati (liver)
  • Kecemasan

2. Kehamilan

Nokturia atau sering buang air kecil di malam hari bisa disebabkan oleh gejala awal kehamilan
Gejala awal kehamilan membuat Anda sering buang air kecil, termasuk di malam hari

Buang air kecil di malam hari secara terus menerus bisa jadi merupakan gejala awal dari kehamilan. Namun, kemunculannya lebih umum terjadi saat rahim semakin membesar dan menekan kandung kemih.

3. Konsumsi obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan tertentu ada yang dapat menyebabkan nokturia sebagai efek sampingnya. Terlebih jika Anda mengonsumsi obat diuretik (water pills). Pasalnya, obat tersebut biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan edema kaki.

Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan rasa ingin buang air kecil di malam hari adalah:

  • Furosemide
  • Demeclocycline
  • Lithium
  • Methoxyflurane
  • Phenytoin
  • Propoxyphene

4. Pola hidup

Penyebab nokturia yang umum lainnya adalah konsumsi cairan yang berlebih. Alkohol dan minuman berkafein adalah contoh minuman diuretik, di mana jika Anda mengonsumsinya, tubuh Anda akan mengeluarkan lebih banyak urin.

Jika mengonsumsi alkohol dan kafein di malam hari dapat berisiko merusak kualitas tidur sehingga Anda akan sering buang air kecil di malam hari.

Beberapa orang dengan kondisi nokturia adalah mereka yang biasanya sering bangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Bagaimana cara mendiagnosis nokturia?

Cara mendiagnosis nokturia mungkin saja sulit untuk dilakukan. Sebelum melakukan diagnosis, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk Anda. Beberapa pertanyaan tersebut, meliputi:

  • Kapan nokturia dimulai?
  • Berapa kali Anda buang air kecil dalam semalam?
  • Apakah Anda menghasilkan urine lebih sedikit dari sebelumnya?
  • Apakah Anda pernah mengalami kecelakaan atau pernahkah Anda mengompol?
  • Apakah ada kondisi medis lain yang memperburuk nokturia Anda?
  • Apakah Anda memiliki gejala lain?
  • Apa jenis obat-obatan yang Anda gunakan?
  • Apakah Anda memiliki riwayat keluarga dengan masalah kandung kemih atau diabetes?

Kemudian, Anda dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes kadar gula darah (guna melihat kemungkinan diabetes)
  • Tes darah, seperti tes hitung darah dan tes kimia darah
  • Tes urea darah
  • Kultur urin
  • Tes kekurangan cairan
  • Tes pencitraan atau pengambilan gambar, seperti USG atau CT scan
  • Sistoskopi

Cara mengatasi nokturia

Jika nokturia disebabkan oleh pengobatan, mengonsumsi obat-obatan sebelumnya pada siang hari mungkin dapat membantu. Beberapa jenis obat-obatan untuk mengatasi nokturia antara lain:

  • Obat anticholinergic, yang bertujuan mengurangi gejala kandung kemih yang berlebihan. Misalnya, darifenacin, oxybutynin, tolterodine, trospium chloride, atau solifenacin.
  • Desmopressin, yang membuat ginjal dapat menghasilkan lebih sedikit urin.
  • Obat-obatan diuretik untuk mengatur produksi urin dan tekanan darah tinggi. Misalnya, bumetanide dan furosemide.

Nokturia adalah kondisi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya semakin memburuk, seperti diabetes atau infeksi saluran kemih, sehingga dapat memperburuk atau memperparah bila tidak diatasi dengan baik. Namun, saat kondisi-kondisi medis tersebut telah diatasi, biasanya penyakit ini juga akan hilang dengan sendirinya.

Bisakah nokturia dicegah?

Nokturia bisa dicegah dengan melakukan pola hidup dan pengobatan rumahan yang tepat. Berikut pola hidup dan pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mencegah nokturia:

  • Mengurangi konsumsi cairan 2-4 jam sebelum waktu tidur guna mencegah sering buang air kecil di malam hari.
  • Hindari minum minuman beralkohol dan kafein sebelum waktu tidur karena membuat Anda lebih sering buang air kecil di malam hari.
  • Hindari makanan yang bersifat diuretik, seperti cokelat, makanan pedas, makanan asam, dan pemanis buatan.
  • Melakukan senam kegel dan latihan dasar panggul untuk memperkuat otot-otot panggul Anda sehingga mampu mengontrol kandung kemih.
  • Menulis buku harian yang berisi apa saja yang diminum dan kapan Anda mengonsumsinya.

Jika gejala sering buang air kecil di malam hari semakin memburuk walaupun Anda sudah menjalankan pola hidup dan pengobatan rumahan yang di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebab nokturia yang Anda alami.

Healthline. https://www.healthline.com/health/urination-excessive-at-night

Diakses pada 16 Maret 2020

Urology Health. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/nocturia

Diakses pada 16 Maret 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-nocturia-3014723

Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait