Sering Buang Air Besar, Bisa Jadi Gejala Sindrom Iritasi Usus Besar

Keinginan buang air besar yang sering merupakan tanda adanya sindrom iritasi usus besar
Sering buang air besar yang berlebihan merupakan tanda adanya gangguan pada usus besar

Berapa kali dalam sehari Anda buang air besar? Satu kali atau lebih? Tidak ada aturan baku kapan seseorang dikatakan terlalu sering buang air besar atau tidak.

Satu hal yang pasti, perubahan frekuensi yang tidak wajar dibandingkan dengan hari biasa bisa jadi indikator seseorang mengalami sindrom iritasi usus besar.

Sesuai namanya, sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome terjadi ketika ada gangguan kronis pada usus besar. Ketika hal ini terjadi, seseorang akan merasakan diare, kram, sakit perut, frekuensi buang air besar lebih sering, dan lainnya.

Ciri-ciri sering buang air besar karena iritasi usus besar 

Lalu bagaimana membedakan sering buang air besar biasa dengan yang berkaitan dengan iritasi usus besar? Cara mudah untuk membedakannya adalah ketika lebih dari ¼ dari feses yang keluar berbentuk cair tanpa ampas.

Sering buang air besar atau diare adalah gejala kunci dari sindrom iritasi usus besar. Ketika hal ini terjadi, otot di dalam usus berkontraksi lebih sering dari seharusnya. Penderitanya juga akan merasakan kram otot di area perut.

Padahal, seharusnya ketika usus besar berkontraksi dengan normal, ritmenya teratur. Nah, ritme inilah yang terganggu ketika seseorang menderita sindrom iritasi usus besar.   

Lebih buruknya lagi, penderita sindrom iritasi usus besar akan merasakan sering buang air besar dalam durasi yang lama. Mereka akan merasakan keinginan untuk buang air besar setiap kali selesai makan dengan durasi yang tidak wajar.

Apakah sering buang air besar berbahaya?

Gangguan pada usus besar bisa mengakibatkan konstipasi atau diare. Pada beberapa kasus, sering buang air besar hanya berlangsung selama beberapa saat dan tidak terlalu mengkhawatirkan.

Contohnya, seseorang lebih sering buang air besar karena salah mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau kurang higienis. Selama penderitanya tidak mengalami dehidrasi, diare ini akan reda dalam hitungan hari.

Selain itu, rasa stres akibat tekanan pekerjaan atau kondisi lain juga bisa memicu diare. Kalau sudah berurusan dengan stres, National institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases menyebut bahwa perempuan lebih sensitif ketimbang pria.

Sistem saraflah yang mengendalikan otot dalam usus. Sistem yang sama merespon pada stres psikologis. Itu sebabnya, ada keterkaitan erat antara stres dan sindrom iritasi usus besar.

Sering buang air besar yang ‘tak biasa’ 

Bagi orang yang memang memiliki frekuensi sering buang air besar setiap harinya, tentu wajar ketika semisal mereka BAB dua kali dalam sehari. Namun bagi mereka yang tidak memiliki frekuensi sesering itu, tentu menimbulkan tanda tanya saat terjadi.

Dalam studi oleh tim dari University of Bari Medical School di Italia, 200 orang dewasa yang menderita sindrom iritasi usus besar akan buang air besar 12 kali dalam sepekan. Frekuensi ini dua kali lipat orang normal.

Tak hanya itu, penderita sindrom ini juga bisa tiba-tiba merasa ingin buang air besar saat itu juga dan sulit untuk ditahan. Bahkan penderitanya mengaku menghindari interaksi sosial karena dihantui rasa ingin buang air besar tiba-tiba.

Selain itu, hal lain yang bisa menjadi indikator penderita sindrom iritasi usus besar adalah feses yang cair dan mengandung lendir.

Diagnosis sindrom ini perlu dilakukan apabila gejala sering buang air besar telah berlangsung selama 3-6 bulan. Perubahan gaya hidup seperti berdamai dengan stres, olahraga, banyak minum, dan makan sehat bisa jadi salah satu cara untuk meredakannya. 

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17791-frequent-bowel-movements
Diakses pada 18 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/9-signs-and-symptoms-of-ibs#section10
Diakses pada 18 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324259.php
Diakses pada 18 Juni 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/irritable-bowel-syndrome/definition-facts
Diakses pada 18 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25041862
Diakses pada 18 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed