Sering Bersin Setelah Makan, Ini 3 Hal yang Bisa Jadi Pemicu


Sebagian orang bisa saja sering bersin, terutama setelah selesai makan. Penyebabnya adalah beberapa jenis makanan atau makan dalam porsi besar bisa menyebabkan iritasi di rongga hidung.

(0)
17 Nov 2020|Azelia Trifiana
Penyebab sering bersin setelah makan bisa disebabkan oleh makanSering bersin setelah makan bisa disebabkan oleh makan
Sebagian orang bisa saja sering bersin, terutama setelah selesai makan. Padahal, sekilas tak ada hubungan antara apa yang masuk ke perut dengan zat yang menyebabkan iritasi di hidung. Namun ternyata, beberapa jenis makanan atau makan dalam porsi besar bisa menyebabkan iritasi di rongga hidung.Bersin adalah reaksi alami tubuh terhadap iritasi yang terjadi di saluran pernapasan bagian atas, utamanya hidung. Jika terjadi terus menerus, bisa jadi ada hubungannya dengan alergi tertentu atau rhinitis.

Penyebab sering bersin setelah makan

Beberapa hal yang bisa menyebabkan hidung menjadi lebih sensitif terutama pada saat makan adalah:

1. Gustatory rhinitis

Jenis rhinitis yang berhubungan dengan apa yang dimakan disebut dengan gustatory rhinitis. Artinya, ini termasuk dalam rhinitis non-alergi yang dipicu jenis makanan tertentu.Gejala yang muncul ketika seseorang mengalami gustatory rhinitis adalah hidung berair hingga sering bersin. Beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya reaksi ini adalah:
  • Sup pedas
  • Wasabi
  • Kari
  • Salsa
  • Bubuk cabai
  • Sambal
  • Alkohol
Rhinitis jenis ini tidak selalu hanya dipicu oleh makanan pedas atau panas. Hanya saja, kemungkinan bereaksi seperti hidung berair dan bersin lebih sering terjadi karena makanan yang pedas.Tidak ada obat untuk gustatory rhinitis. Namun tak usah risau karena kondisi ini tidak menyebabkan masalah medis tertentu.Ada baiknya orang yang kerap mengalami rhinitis ini mencatat apa saja makanan atau bumbu yang memicu reaksi tertentu. Kemudian, hindari mengonsumsinya agar tidak ada gejala yang muncul.

2. Snatiasi

Dalam bahasa Inggris, snatiasi disebut dengan snatiation. Itu merupakan gabungan dua kata yaitu “sneeze” dan “satiation” yang berarti kenyang. Mungkin belum banyak yang sadar bahwa makan dalam porsi terlalu banyak bisa menyebabkan seseorang sering bersin, bahkan sulit dikendalikan.Istilah ini pertama kali disebut oleh dua orang peneliti pada tahun 1989 silam. Mereka menjelaskan kasus seorang pria berusai 32 tahun yang sering bersin tak terkendali sebanyak 3-4 kali sesudah makan.Menariknya, ayah, kakek, paman, dan saudara-saudaranya memiliki gejala serupa. Dari situlah kasus snatiasi terus diteliti. Bersin terjadi ketika seseorang makan dalam porsi yang sangat banyak. Snatiasi terjadi sebagai refleks ketika perut penuh dan meregang.Lebih jauh lagi, snatiasi adalah kondisi genetik sehingga wajar jika dialami lebih dari satu orang dalam sebuah keluarga. Untuk menghindarinya, coba makan dalam porsi kecil atau secara perlahan.

3. Alergi makanan

Terkadang, alergi jenis makanan tertentu juga dapat membuat seseorang bereaksi dengan bersin berkali-kali. Umumnya, kondisi ini disertai dengan gejala lain seperti mata gatal, hidung berair, dan muncul ruam kemerahan di kulit.Reaksi alergi juga bisa menjadi cukup parah, disebut dengan anaphylaxis. Ketika ini terjadi, akan terjadi pembengkakan sehingga menyulitkan seseorang untuk bernapas. Beberapa jenis makanan yang kerap memicu alergi di antaranya susu, kacang, telur, kedelai, dan hewan air bercangkang.

Cara mencegah bersin setelah makan

Beberapa penyebab sering bersin setelah makan di atas memang tidak ada obatnya. Meski demikian, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melegakan hidung agar tidak memproduksi terlalu banyak lendir, seperti:
  • Mencubit pangkal hidung untuk mencegah bersin
  • Menahan napas dan menghitung 1-10
  • Minum banyak air
  • Sesekali melakukan irigasi rongga hidung
  • Memasang humidifier di rumah
  • Makan dalam porsi kecil
  • Menghindari masakan pedas
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menggunakan obat semprot hidung
Sering bersin seusai makan jarang menyebabkan masalah medis. Namun, ada kalanya kondisi ini mengganggu. Terlebih, saat bersin berarti menyebarkan droplet sehingga meningkatkan risiko penyebaran virus dan bakteri.

Catatan dari SehatQ

Belum ada obat untuk kondisi seperti snatiasi dan gustatory rhinitis. Namun, melakukan beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegahnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bersin dan pemicunya yang berkaitan dengan alergi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitgangguan pernapasanbersin
Healthline. https://www.healthline.com/health/sneezing-after-eating
Diakses pada 30 Oktober 2020
Journal of Medical Genetics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1015683/
Diakses pada 30 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321587
Diakses pada 30 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait