Sering BAB Setelah Makan, Apa Penyebabnya?

Ingin BAB setelah makan merupakan hal yang normal terjadi
Keinginan BAB setelah makan bisa terjadi akibat reaksi refleks tertentu dalam tubuh

Buang air besar (BAB) merupakan salah satu kebiasaan rutin yang diperlukan oleh tubuh. Tapi, jika aktivitas satu ini terjadi tiap sehabis makan, Anda patut waspada.

Normalkah jika Anda ingin BAB setelah makan?

Semua makanan yang Anda konsumsi membutuhkan waktu untuk dapat dicerna dan diproses, hingga akhirnya dibuang oleh tubuh dalam bentuk feses. Bahkan untuk mencapai ke lambung saja, makanan perlu waktu.

Secara umum, dibutuhkan waktu sekitar 53 jam setelah makan agar makanan yang dikonsumsi dapat dicerna oleh tubuh, lalu dibuang dalam bentuk kotoran.

Durasi pencernaan seseorang pun berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Keinginan BAB setelah makan merupakan hal yang normal
Keinginan BAB setelah makan termasuk normal dan tidak perlu dikhawatirkan

Meski keinginan BAB setelah makan bukan hal yang lazim, kondisi ini termasuk normal dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Namun pada kondisi normal, makanan yang masuk ke tubuh Anda sebenarnya tidak akan langsung bisa dikeluarkan menjadi kotoran dalam waktu yang singkat, termasuk sesaat seusai makan. Makanan yang baru saja dikonsumsi akan butuh beberapa waktu untuk melewati proses penyerapan nutrisi.

Ini berarti, ketika seseorang langsung BAB setelah makan, kemungkinan besar disebabkan oleh hasil pencernaan atau pemrosesan makanan yang terjadi pada 1-2 hari sebelumnya.

Ketahui berbagai penyebab ingin BAB setelah makan

Terdapat sederet kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan seseorang ingin buang air besar sehabis makan. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Refleks gastrokolik

Kondisi paling umum yang menjadi penyebab Anda ingin BAB setelah makan adalah refleks gastrokolik. Kondisi ini akan bervariasi pada tiap orang.

Refleks atau respons gastrokolik adalah reaksi yang terjadi ketika makanan masuk ke dalam lambung. Tak perlu khawatir karena ini merupakan reaksi yang normal.

Ketika makanan masuk ke lambung, tubuh akan mengeluarkan berbagai hormon yang menyebabkan usus besar (kolon) berkontraksi. Dengan ini, makanan bisa berpindah melalui usus hingga akhirnya keluar dari tubuh Anda melalui kotoran.

Ketika makanan sudah berubah menjadi kotoran dan dikeluarkan oleh tubuh, akan tercipta ruang lebih banyak bagi makanan lain yang baru Anda konsumsi.

Pada beberapa orang, refleks gastrokolik tergolong ringan dan tidak menimbulkan gejala apapun. Sementara pada sebagian orang lainnya, refleks ini bisa cukup parah hingga keinginan untuk BAB setelah makan sering terjadi.

Beberapa kondisi di bawah ini dapat menyebabkan refleks gastrokolik yang parah:

  • Irritable bowel syndrome (IBS) yang memicu saluran pencernaan Anda memindahkan makanan dengan lebih cepat
  • Alergi makanan dan intoleransi makanan
  • Merasa cemas
  • Gastritis
  • Penyakit celiac
  • Inflammatory bowel disease (IBD)
  • Penyakit Crohn

2. Inkontinensia tinja

Kondisi lain yang menyebabkan Anda ingin buang air besar sehabis makan adalah inkontinensia tinja. Inkontinensia tinja adalah kondisi medis di mana Anda tidak dapat mengendalikan keinginan BAB. Akibatnya, tinja akan keluar begitu saja tanpa menimbulkan gejala atau tanda tertentu.

Umumnya, inkontinensia tinja lebih mudah dibedakan dari reaksi gastrokolik. Pasalnya, kondisi ini dapat terjadi kapanpun, tidak hanya setelah makan.

Beberapa penyebab inkontinensia tinja meliputi:

  • Diare
  • Kerusakan jaringan rektum (rectocele)
  • Prolaps usus besar
  • Kerusakan saraf pada usus besar
  • Kerusakan otot pada usus besar
  • Kerusakan pada dinding usus besar

Bagi Anda yang mengalami inkontinensia tinja, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan ini, dokter akan menjelaskan berbagai cara untuk menangani kondisi Anda.

3. Diare

Diare juga bisa menjadi penyebab Anda ingin BAB setelah makan. Meski demikian, kondisi ini tidak ada kaitannya dengan refleks gastrokolik yang mungkin Anda alami.

Biasanya, diare dapat berlangsung selama beberapa hari dan sembuh dengan sendirinya. Namun ketika diare terjadi selama beberapa minggu, ini bisa menandakan adanya infeksi atau gangguan pencernaan. Berbagai penyebabnya berupa:

  • Alergi atau intoleransi makanan
  • Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik
  • Makanan atau minuman dengan pemanis buatan
  • Bakteri dan parasit, yang mungkin berasal dari makanan maupun minuman yang sudah terkontaminasi
  • Pascaoperasi pada perut atau kantong empedu.

Adakah cara mencegah keinginan BAB setelah makan?

Refleks gastrokolik merupakan hal yang normal terjadi, sehingga tidak membutuhkan langkah pengobatan tertentu.

Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan guna mengurangi intensitas reaksi gastrokolik supaya Anda tak lagi ingin BAB setelah makan. Bagaimanakah caranya?

1. Mengubah pola makan

Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan refleks gastrokolik. Berikut daftarnya:

  • Makanan yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng.
  • Makanan dan minuman olahan susu, seperti yogurt dan keju.
  • Makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.

Makanan-makanan tersebut sebaiknya Anda hindari agar keinginan buang air besar sehabis makan tidak terus mendera dan mengganggu kenyamanan Anda.

2. Mengendalikan tingkat stres

Bagi sebagian orang, stres dapat meningkatkan intensitas refleks gastrokolik. Sebagai solusinya, Anda sebaiknya mengendalikan tingkat stres Anda. Mulai dari rutin berolahraga, melakukan meditasi, memanjakan diri dengan berlibur, dan banyak lagi.

3. Memeriksakan diri ke dokter

Jika keinginan BAB setelah makan disebabkan oleh penyakit lambung atau gangguan pencernaan lainnya, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan medis untuk mendiagnosis kondisi di balik sering buang air besar setelah makan yang Anda alami. Tergantung pada durasi dan tingkat keparahan penyakit, dokter juga bisa memberikan pengobatan yang sesuai agar dapat membantu mengurangi intensitas refleks gastrokolik.

Catatan dari SehatQ

BAB setelah makan biasanya disebabkan oleh refleks gastrokolik, di mana reaksi tubuh ketika makanan masuk ke dalam perut. Kondisi ini termasuk normal terjadi dan cenderung bervariasi pada setiap orang yang mengalaminya.

Akan tetapi, jika Anda sering buang air besar setelah makan yang disebabkan oleh diare atau gejala penyakit lambung lainnya, segera konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, hal tersebut bisa jadi adanya indikasi kesehatan yang memerlukan penanganan medis.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pooping-after-eating
Diakses pada 13 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326873.php
Diakses pada 13 Januari 2020

Prevention. https://www.prevention.com/health/a20514575/8-things-your-pooping-habits-say-about-you/
Diakses pada 13 Januari 2020

Banner Telemed