Gejala PMS Sampai Penanganannya yang Wajib Wanita Ketahui


Gejala PMS di antaranya kram, payudara mengeras, perubahan nafsu makan, kaki tangan membengkak, sakit kepala, hingga diare. Kondisi ini muncul sebelum menstruasi datang.

0,0
21 May 2019|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala PMS yang umum dirasakan antara lain nyeri di area perut, kram, sakit kepala, dan mood swingGejala PMS adalah sederet kondisi yang muncul sebelum menstruasi tiba
Gejala PMS (premenstrual syndrome) adalah sekumpulan gejala fisik dan psikologis yang dirasakan oleh sebagian wanita menjelang menstruasi. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain perubahan suasana hati (mood swings), kram di area perut, dan jerawat di permukaan kulit.
PMS biasanya muncul pada 1-2 minggu, sebelum datangnya menstruasi dan hilang pada saat menstruasi terjadi. Diperkirakan, tiga dari empat wanita akan mengalami gejala-gejala PMS pada masa suburnya.Kondisi ini tidaklah berbahaya, namun seringkali membuat wanita yang sedang melaluinya merasa tidak nyaman. Sehingga, biasanya akan dilakukan beberapa langkah untuk mengatasinya mulai dari mengonsumsi obat pereda nyeri hingga melakukan teknik relaksasi.

Gejala PMS yang biasa dirasakan wanita

Gejala PMS salah satunya sakit perut
Gejala PMS salah satunya adalah sakit perut
Gejala PMS pada wanita umumnya adalah perubahan suasana hati (mood swings) dan menjadi mudah kesal. Namun, sebenarnya tanda-tanda PMS tidak hanya secara emosi atau psikologis saja, tetapi juga berpengaruh pada fisik atau tubuh.Beberapa Gejala PMS secara fisik yang mungkin dirasakan adalah:
  • Payudara yang mengeras
  • Kram perut
  • Perubahan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Perut kembung
  • Nyeri otot dan sendi
  • Berjerawat
  • Sembelit atau diare
  • Mudah lelah
Sementara, tanda-tanda PMS secara psikologis dan perilaku dapat berupa:
  • Perubahan suasana hati (mood swings), mudah menangis, mudah marah, atau mudah kesal
  • Merasa kewalahan atau kehilangan kendali
  • Suasana hati yang murung
  • Menarik diri secara sosial
  • Sulit tidur
  • Merasa tegang atau cemas
  • Mudah lupa atau sulit untuk berkonsentrasi
Perlu diketahui bahwa terkadang gejala PMS yang dirasakan dapat menjadi parah dan sulit untuk ditanggulangi. Jika Anda merasa demikian, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental.

Ini sebabnya PMS bisa terjadi

Munculnya gejala PMS berhubungan dengan naik turunnya hormon
Hormon estrogen memengaruhi munculnya gejala PMS
Gejala PMS biasanya muncul mulai dari 11 hari menjelang menstruasi dan akan hilang saat menstruasi akhirnya tiba. Penyebab pasti PMS hingga kini masih belum diketahui, namun ada beberapa hal yang dinilai berhubungan dengan kondisi ini, salah satunya soal ketidakseimbangan hormon yang terjadi menjelang haid.Pada siklus menstruasi, ada masa-masa dimana kadar hormon estrogen dan progesteron naik. Hal ini bisa memicu perubahan suasana hati, gangguan kecemasan, dan rasa kesal berlebih.Bagi sebagian besar wanita, PMS hanyalah gejala ringan yang sedikit mengganggu. Namun bagi sebagian lainnya, gejala yang dirasakan bisa cukup parah hingga membuat sulit beraktivitas.Berikut ini beberapa faktor yang akan meningkatkan risiko seseorang mengalami gejala PMS mengganggu:
  • Punya riwayat depresi
  • Ada keluarga yang memiliki riwayat depresi
  • Pernah mengalami kekerasan
  • Pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Adanya trauma fisik maupun emosional

8 Cara mengatasi gejala PMS

Mengonsumsi makanan sehat baik untuk meredakan gejala PMS
Mengonsumsi makanan sehat bisa bantu redakan gejala PMS
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gejala PMS adalah:

1. Lakukan relaksasi

Cobalah untuk menerapkan teknik-teknik relaksasi, seperti meditasi, pijat, yoga, tai chi, dan sebagainya, untuk mengatasi stres.

2. Terapkan pola makan sehat

Terapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi karbohidrat yang kompleks, buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, dan makanan yang tinggi kalsium.

3. Kurangi asupan garam

Mengurangi konsumsi garam atau makanan yang mengandung garam yang tinggi untuk mencegah kembung dan penyerapan air di tubuh.

4. Batasi kafein dan alkohol

Membatasi konsumsi kafein dan alkohol perlu dilakukan agar gejala PMS tidak semakin memburuk karena dapat meningkatkan kadar hormon estrogen.

5. Makan sedikit dengan frekuensi yang sering

Mengonsumsi makanan dalam porsi yang sedikit tapi sering (misalnya: makan 4-5 kali sehari dengan porsi kecil) dapat mencegah kembung.

6. Rutin berolahraga

Berolahraga setidaknya selama 30 menit sehari, olahraga dapat meningkatkan. kesehatan dan meringankan tanda-tanda PMS.

7. Istirahat yang cukup

Beristirahatlah dengan cukup guna membantu meredakan rasa nyeri yang terjadi akibat PMS. Usahakan untuk tidur selama 7-9 jam setiap malam.

8. Gunakan obat pereda nyeri

Menggunakan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol jika sakit yang dirasakan tidak tertahankan. Sebelumnya, Anda juga bisa meletakkan kompres hangat pada perut untuk mengurangi kram yang terjadi sebelum siklus menstruasi.[[artikel-terkait]]Jika tanda-tanda PMS yang dirasakan tidak dapat diatasi, Anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan sebab terkadang gejalanya mirip dengan tanda awal kehamilan.
menstruasisiklus haidpremenstrual syndrome (PMS)
Mayoclinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premenstrual-syndrome/symptoms-causes/syc-20376780
Diakses pada 25 Maret 2019
NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/pre-menstrual-syndrome/
Diakses pada 25 Maret 2019
 WebMD.
https://www.webmd.com/women/guide/what-is-pms#2
Diakses pada 25 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/premenstrual-syndrome
Diakses pada 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait