Plester luka yang menempel di lutut termasuk yang paling suit dicabut
Plester luka di lutut termasuk yang paling sulit dicabut

Salah satu benda yang wajib ada pada kotak P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) adalah plester luka. Plester ini sangat membantu untuk mempercepat penyembuhan luka.

Hingga kini, para ilmuwan dan dokter masih terus berusaha untuk menciptakan plester luka yang lebih efektif.  

Fungsi plester luka tak hanya menutup luka

Penggunaan plester luka sudah dilakukan sejak zaman Sebelum Masehi. Orang-orang menciptakan perban perekat dengan mengoleskan permen karet atau getah panas ke kain linen untuk mengatasi luka. Cara perawatan luka ini masih digunakan sampai sekarang, dalam pengobatan modern.

Plester sangat penting untuk mempercepat penyembuhan luka. Membiarkan luka dalam keadaan terbuka malah akan mengeringkan sel-sel baru di permukaannya, sehingga memperparah rasa nyeri.

Luka juga membutuhkan kelembapan untuk sembuh. Dengan mengoleskan salep pada luka dan menutupnya dengan plester atau kain kasa, proses pemulihan luka akan lebih cepat.

Selain itu, plester luka berguna untuk melindungi luka dari kotoran, bakteri, dan infeksi lebih lanjut. Namun ada beberapa jenis luka yang bisa dibiarkan dalam keadaan terbuka. Misalnya pada keropeng berukuran kecil, luka gores, atau ulkus kulit.

Tips melepas plester tanpa rasa sakit

Melepaskan plester luka bisa terasa menyakitkan. Kulit yang tertarik dan sisa-sisa perekat yang menempel dapat membuat Anda tak nyaman.

Untungnya, ada cara-cara mencabut plester yang aman dan bebas rasa sakit. Berikut tipsnya:

  • Pastikan Anda mengelupas ujung plester sebelum menariknya. Lalu, tarik plester sejajar dengan kulit secara perlahan.
  • Membasahi plester dengan air juga bisa  agar plester lebih mudah dicabut.
  • Meneteskan baby oil ke kapas, kemudian gosok dengan lembut di atas plester sampai plester terangkat. Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun atau alkohol.

Inovasi pada plester luka

Kulit memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendirinya. Tapi dalam beberapa kasus, luka bisa sukar untuk sembuh dan membuat seseorang berisiko mengalami infeksi.

Karena itu, para ilmuwan dan dokter terus berinovasi untuk menciptakan plester luka yang lebih efektif. Kini telah tersedia beberapa inovasi plester luka. Mulai dari perban elektrik hingga plester yang bisa berganti warna. Berikut penjelasannya:

  • Perban elektrik

Perban ini mampu menghasilkan medan listrik, sehingga membuat luka lebih cepat sembuh dibandingkan perban biasa.

Sistem penyembuhan luka dengan stimulasi listrik sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun prosedur ini harus menggunakan mesin besar untuk menghasilkan arus listrik dan memakan waktu hingga berjam-jam.

Tapi sekarang ada bentuk stimulasi listrik yang lebih fleksibel untuk penyembuhan luka, yakni dengan perban elektrik.

Untuk memberi daya pada perban elektrik ini, para peneliti menggunakan tembaga dengan elektroda dan nanogenerator. Arus listrik pada perban elektrik dapat meniru medan listrik endogen alami tubuh untuk menumbuhkan jaringan kulit baru.

Tak hanya pada luka kecil, para peneliti menemukan bahwa perban elektrik ini dapat menyembuhkan luka dalam dan serius pada tikus percobaan dengan lebih cepat serta signifikan.

Luka yang ditutupi perban elektrik dapat pulih dalam waktu tiga hari jika dibandingkan dengan luka yang dibalut perban tanpa arus listik. Mereka telah melaporkan hasil tersebut di jurnal ACS Nano pada tahun 2018.

  • Plester luka yang bisa berganti warna

Luka bakar sering kali menimbulkan komplikasi berupa infeksi, terutama anak-anak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh anak yang belum matang.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah sulitnya membedakan demam anak yang terjadi karena infeksi luka bakar atau batuk pilek biasa. Akibatnya, diagnosis dan penanganan infeksi bisa saja terlambat.

Untuk mengatasi hal tersebut, para peneliti dari Inggris telah menciptakan solusi inovatif berupa plester luka yang bisa berganti warna. Saat luka mengalami infeksi, warna dan pola pada plester akan berubah.

Cara kerjanya adalah ketika racun dikeluarkan oleh bakteri penyebab infeksi, nanokapsul dalam plester akan melepaskan pewarna fluoresen. Nanokapsul ini meniru kinerja sel-sel kulit Anda, yang hanya akan pecah jika terpapar bakteri berbahaya.

Itulah sederet fakta dan informasi tentang plester luka. Apapun jenis plester yang Anda gunakan, Anda perlu menggantinya jika sudah basah atau kotor agar tidak memengaruhi proses penyembuhan luka.

Apabila Anda mengalami luka yang cukup dalam atau perdarahan akibat cedera, segera kunjungi dokter. Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai guna mencegah infeksi lebih lanjut.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/heres-a-way-to-build-a-better-bandaid
Diakses pada 6 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302582
Diakses pada 6 April 2020

Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/painless-adhesive-bandage-removal-289577
Diakses pada 6 April 2020

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/cover-wound-air/
Diakses pada 6 April 2020

Artikel Terkait