Serba-Serbi Masturbasi yang Sering Dianggap Tabu

Manfaat masturbasi tak hanya bisa dirasakan oleh pria
Masturbasi bisa memberikan manfaat sehat bila dilakukan sewajarnya

Di Indonesia, masturbasi kerap dianggap sebagai suatu hal yang tabu. Padahal, aktivitas ini memiliki banyak manfaat yang tak terduga bagi kesehatan.

Di dunia medis, masturbasi termasuk hal yang normal dan wajar dilakukan oleh pria dan wanita. Masturbasi baru akan menjadi masalah apabila dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

 

Apa itu masturbasi dan bagaimana melakukannya?

Masturbasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan rangsangan seksual atau stimulasi guna mencapai gairah dan mendapatkan puncak kenikmatan seksual atau orgasme

Aktivitas seksual ini biasanya dilakukan dengan menyentuh, membelai, atau memijat area sensitif dan organ intim diri sendiri. Bagi setiap orang, area tubuh sensitif yang menerima rangsangan tentu berbeda-beda. 

Sebenarnya, tidak ada cara yang benar atau salah dalam melakukan masturbasi. Setiap orang akan mencoba dan melakukan berbagai teknik masturbasi yang paling cocok dan berhasil membuatnya mencapai orgasme. 

Untuk pria

Pria biasanya melakukan masturbasi dengan memberikan stimulasi pada penis, seperti menyentuh atau memijatnya. Kegiatan ini dilakukan hingga pria mencapai orgasme yang ditandai dengan ejakulasi. 

Untuk wanita

Pada wanita, masturbasi umumnya dilakukan dengan memberikan rangsangan seksual pada payudara, klitoris, dan vagina. Sebagian besar wanita senang mendapatkan sentuhan atau belaian pada klitoris dan area sekitar vagina. 

Klitoris adalah benjolan lunak kecil di area vagina yang sangat sensitif terhadap rangsangan. Memberikan stimulasi pada bagian ini dapat membuat kaum hawa mencapai puncak kenikmatan seksual yang sangat kuat.

Tak ayal apabila banyak wanita menginginkan rangsangan pada klitorisnya agar mampu mencapai orgasme saat berhubungan seks. 

Masturbasi tak perlu selalu sendirian

Berbeda dengan anggapan kebanyakan orang, masturbasi dapat dilakukan bersama dengan pasangan maupun seorang diri. Melakukan masturbasi dengan orang lain berarti Anda memberikan rangsangan pada area sensitif Anda sendiri bersama pasangan Anda yang juga menstimulasi area sensitifnya sendiri. 

Kenapa orang tertarik melakukan masturbasi?

Ada beragam alasan yang membuat seseorang melakukan aktivitas masturbasi. Salah satu alasan utamanya adalah untuk mendapatkan kepuasan seksual

Ada pula beberapa orang yang melakukan masturbasi karena ingin meluapkan gairah seksual yang terpendam dan tidak dapat tersalurkan. Misalnya, karena tidak memiliki pasangan seksual atau Anda yang sedang tidak bisa berhubungan intim dengan pasangan. 

Sejumlah pasangan yang memiliki kehidupan seksual yang menyenangkan pun, mungkin masih tetap melakukan masturbasi, baik bersama pasangan atau sendiri. Pada beberapa kasus, hal ini karena pasangan tersebut berusaha untuk mencegah kehamilan dan menghindari bahaya penyakit menular seksual.

Ketahui manfaat masturbasi ini

Masturbasi merupakan salah satu aktivitas seksual yang sehat. Pasalnya, kegiatan seks seorang diri ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. 

Meski penelitian terhadap manfaat masturbasi bagi kesehatan masih sangat terbatas, masturbasi sebagai rangsangan yang dilakukan sebelum berhubungan seksual telah terbukti mampu membuat Anda lebih rileks. 

Tak hanya sebatas itu, sederet manfaat masturbasi di bawah ini juga bisa Anda peroleh:

  • Meringankan stres.
  • Memperbaiki kualitas tidur.
  • Meningkatkan suasana hati.
  • Merasakan kenikmatan saat berhubungan seksual.
  • Meredakan kram.
  • Menurunkan risiko penularan penyakit seksual (selama Anda melakukannya sendirian dan tidak bersama pasangan).
  • Menurunkan risiko kehamilan.
  • Membantu Anda dan pasangan dalam mengetahui apa yang disukai atau tidak ketika bercinta. 
  • Pria dapat melakukan masturbasi untuk mempelajari cara mengendalikan orgasme.
  • Wanita bisa mempelajari apa yang dapat membantunya untuk mencapai orgasme melalui masturbasi. 
  • Bisa menambah keintiman di antara pasangan.

Meski begitu, masturbasi tentu tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Apalagi bila sampai membuat pelakunya kecanduan.

Mitos dan efek samping masturbasi 

Para ahli medis sepakat bahwa melakukan masturbasi tidak berbahaya atau memberikan efek samping tertentu bagi tubuh Anda. Berbagai mitos seputar masturbasi berikut ini juga beredar di masyarakat:

Pada kenyataannya, masturbasi tidak akan memengaruhi kesehatan kulit. Kemampuan pria dalam menghasilkan sperma juga takkan terkena dampaknya. Pria tidak akan kehabisan sperma karena tubuhnya akan memproduksinya terus-menerus. Namun memang, untuk me’refill’ sperma ke jumlah normalnya diperlukan waktu sekitar 36 jam, sehingga jika melakukan masturbasi terlalu sering jumlah sperma akan berjumlah sedikit pada awalnya. 

Namun efek samping masturbasi tetap ada. Apa sajakah itu?

  • Penularan penyakit menular seksual

Jika Anda melakukan masturbasi dengan pasangan dan terjadi pertukaran cairan tubuh, bukan tidak mungkin akan ada risiko penularan penyakit menular seksual. Misalnya, ketika Anda dan pasangan saling meminjamkan alat bantu seks. 

  • Gangguan pada penis

Pada pria, alat kelamin Anda mungkin akan terasa sakit apabila terlalu sering melakukan masturbasi. Bukan tak mungkin pula penis Anda bisa mengalami lecet, pembengkakan atau edema ketika Anda melakukannya terlalu sering dan dalam waktu yang singkat. 

Edema memang dapat hilang dalam waktu 1-2 hari. Tapi Anda sebaiknya tetap memeriksakannya ke dokter.

Selama Anda selalu mempertimbangkan kebersihan organ intim maupun alat bantu seks yang digunakan, masturbasi tak akan membahayakan Anda dan pasangan. 

Terdapat banyak manfaat masturbasi yang bisa Anda petik bila dilakukan dengan wajar. Mulai dari membuat tubuh lebih rileks, belajar mengenal titik-titik rangsang di tubuh Anda sendiri, serta meningkatkan keintiman dengan pasangan. 

Kendati demikian, masturbasi secara berlebihan tentu tidak baik, apalagi bila kegiatan seksual mandiri ini sampai mengganggu rutinitas Anda.

Jika Anda merasa bahwa frekuensi masturbasi Anda sudah terlalu sering, Anda sebaiknya mengonsultasikannya dengan dokter. Demikian pula apabila Anda hanya bisa mendapatkan kepuasan seksual dari masturbasi semata, dan bukan hubungan intim dengan pasangan Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/sex-relationships/guide/masturbation-guide#1
Diakses pada 9 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/masturbation-faqs/
Diakses pada 9 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/masturbation-side-effects
Diakses pada 9 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320265.php
Diakses pada 9 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed