logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Ensiklopedia

Serba-Serbi Kedokteran Okupasi, Mulai dari Pendidikan hingga Peluang Kariernya

open-summary

Kedokteran okupasi adalah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, pencegahan, serta pengobatan penyakit dan cedera akibat kecelakaan yang dialami di tempat kerja. Tugas dokter okupasi adalah mendiagnosis, mengelola, dan mencegah penyakit yang disebabkan atau diperburuk oleh faktor tempat kerja


close-summary

3 Agt 2021

| Nenti Resna

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kedokteran okupasi adalah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan di tempat kerja

Seorang dokter okupasi memberikan pelayanan kesehatan di tempat kerja

Table of Content

  • Pendidikan kedokteran okupasi di Indonesia
  • Tugas-tugas dokter okupasi
  • Peluang karier dokter okupasi

Kedokteran okupasi adalah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, pencegahan, serta pengobatan penyakit dan cedera akibat kecelakaan yang dialami di tempat kerja. Cabang ilmu kedokteran ini sebelumnya dikenal sebagai kedokteran industri.

Advertisement

Pada awal kemunculannya, pelayanan kedokteran okupasi hanya terbatas pada pengobatan cedera dan penyakit yang terjadi pada pegawai produksi sewaktu bekerja. Seiring berjalannya waktu, layanan medis ini diperluas kepada karyawan lainnya yang ada di pabrik atau kantor.

Pendidikan kedokteran okupasi di Indonesia

Dokter okupasi adalah dokter yang memiliki gelar sebagai spesialis okupasi (Sp.Ok) setelah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Okupasi. Saat ini, pendidikan dokter okupasi di Indonesia baru tersedia di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Untuk menjadi seorang dokter spesialis okupasi, Anda harus terlebih dahulu menempuh pendidikan kedokteran umum sekitar 8 semester hingga memiliki gelar sarjana kedokteran (S.Ked). Selanjutnya, Anda dapat menempuh program profesi dokter (dr.).

Setelah memiliki gelar profesi dokter (dr.), selanjutnya Anda dapat menempuh PPDS Okupasi. Lamanya pendidikan spesialis okupasi adalah sekitar 6 semester. Setelah selesai, Anda akan memperoleh gelar sebagai Spesialis Okupasi (Sp.Ok).

Selain lewat jalur profesi dokter, pendidikan spesialis okupasi juga dapat ditempuh melalui jalur pendidikan Magister Kedokteran Kerja. Selain itu, ada pula jalur khusus bagi dokter yang bekerja di perusahaan minyak dan gas.

Tugas-tugas dokter okupasi

Dokter spesialis okupasi adalah dokter yang memiliki keahlian terkait faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan di tempat kerja. Sehingga, seorang spesialis okupasi dapat membantu memastikan kesehatan karyawan dan produktivitas di tempat kerja, serta memajukan perekonomian secara keseluruhan.

Tugas dokter okupasi adalah mendiagnosis, mengelola, dan mencegah penyakit yang disebabkan atau diperburuk oleh faktor tempat kerja. Dokter spesialis okupasi terlatih dalam meningkatkan kesehatan pekerja melalui layanan perawatan klinis, tindakan pencegahan penyakit, manajemen disabilitas, melakukan penelitian, serta memberikan edukasi.

Dilansir dari situsweb RSCM, cakupan tugas dokter okupasi dan jenis layanan yang diberikan meliputi:

  • Diagnosis dan tatalaksana penyakit akibat kerja
  • Medical check-up dan pemeriksaan narkoba
  • Pemberian vaksin pada pekerja
  • Pelayanan program kesehatan kerja
  • Kelaikan kerja
  • Penilaian kecacatan
  • Program kembali kerja
  • Pendampingan layanan kedokteran okupasi di perusahaan atau rumah sakit.

Secara garis besar, tugas dokter okupasi adalah mencegah penyakit dan cedera yang dapat terjadi sebagai akibat dari pekerjaan, serta rehabilitasi setelah sakit atau cedera terjadi.

Baca Juga

  • 8 Cara Mengatasi Berat Badan Turun Drastis yang Aman
  • Jangan Sepelekan Jerawat di dalam Hidung, Infeksi Bisa Mengancam Nyawa
  • Di Samping Virus Corona, Ini Virus Lain Penyebab Pneumonia

Peluang karier dokter okupasi

Dokter okupasi memiliki peluang untuk berkarier di rumah sakit atau perusahaan. Tentunya, ada banyak sekali perusahaan di Indonesia yang memerlukan layanan terkait pencegahan penyakit dan cedera kerja beserta penanganannya. Sehingga, keahlian dari spesialis kedokteran okupasi dibutuhkan.

Meskipun demikian, jumlah dokter okupasi di Indonesia saat ini masih sangat terbatas. Mengutip dr. Anna Nasriawati, MKK dari laman kagama.co pada Februari 2021 silam, beliau menyatakan bahwa dokter spesialis okupasi di Indonesia hanya berjumlah 200 orang.

Sementara itu, saat ini ada ribuan rumah sakit atau perusahaan yang memerlukan jasa spesialis kedokteran okupasi. Maka, peluang karier dokter spesialis okupasi di Indonesia terbilang cukup menjanjikan.

Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Advertisement

penyakit

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved