Serba-Serbi Antidepresan MAO Inhibitor untuk Meredakan Gejala Depresi


MAO inhibitor (MAOI) adalah kelompok antidepresan yang diresepkan dokter untuk meredakan gejala depresi. MAO inhibitor tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena risiko efek sampingnya.

(0)
22 Dec 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
MAO inhibitor adalah kelompok antidepresan yang membantu meredakan gejala depresiMAO inhibitor bekerja untuk menangani depresi dengan memengaruhi senyawa penyampai pesan di otak
Penghambat monoamine oksidase (MAOIs)  atau MAO inhibitor adalah kelompok obat antidepresan yang diresepkan dokter untuk mengobati depresi. Kelompok obat MAO inhibitor diperkenalkan sekitar 1950-an sebagai obat pertama untuk depresi. Walau saat ini menjadi jenis antidepresan yang kurang populer, beberapa pasien tetap mendapat manfaat dari penggunaannya. Kenali MAO inhibitor lebih jauh untuk menangani depresi.

Cara kerja MAO inhibitor dan kaitannya dengan monoamine oksidase 

MAO inhibitor bekerja untuk menangani depresi dengan memengaruhi senyawa penyampai pesan di otak yang disebut neurotransmitter. Depresi dipercaya terjadi akibat kadar neurotransmitter dopamin, serotonin, dan norepinefrin yang rendah di otak. Semua senyawa otak ini disebut dengan monoamine.Sayangnya, terdapat jenis senyawa lain dalam tubuh yang disebut monoamine oksidase. Kehadiran monoamine oksidase tersebut dapat “menghilangkan” neurotransmiter yang sudah disinggung di atas. Monoamine oksidase sendiri sebenarnya berperan untuk membantu neuron bisa aktif di seluruh tubuh. Dengan mengonsumsi penghambat monoamine oksidase atau MAO inhibitor, senyawa kebahagiaan otak di atas diharapkan bisa tetap tertahan di otak. Dengan begitu, suasana hati pasien yang mengalami depresi pun diharapkan dapat membaik.

Jenis-jenis MAO inhibitor

Seperti yang disinggung di atas, MAO inhibitor cenderung kalah populer dibandingkan kelompok antidepresan lain saat ini. Namun, terdapat beberapa jenis antidepresan yang masih disetujui untuk diresepkan pada pasien, termasuk:
  • Isocarboxazid, yang bisa dikonsumsi selama tiga hingga enam minggu untuk memberikan efek positif pada pasien 
  • Phenelzine, yang biasanya diresepkan dokter untuk konsumsi hingga empat minggu
  • Tranylcypromine, yang biasanya perlu dikonsumsi hingga 3 minggu untuk bisa bekerja pada pasien 
  • Selegiline, yang merupakan jenis MAO inhibitor baru yang spesifik menghambat aktivitas monoamine oksidase B

Efek samping MAO inhibitor yang perlu diperhatikan

Salah satu efek samping antidepresan MAO inhibitor adalah tubuh lelah
Efek samping MAO inhibitor adalah tubuh lelah dan nyeri otot
Sebagai obat keras, MAO inhibitor tidak dapat dikonsumsi sembarangan karena efek sampingnya. Beberapa efek samping dari penggunaan MAO inhibitor, yaitu:
  • Tubuh kelelahan
  • Nyeri otot
  • Rasa gugup
  • Insomnia
  • Penurunan libido 
  • Disfungsi ereksi, yakni saat pria sulit mempertahankan efeksi yang optimal
  • Pusing
  • Diare
  • Mulut kering
  • Tekanan darah tinggi
  • Kesemutan 
  • Sulit buang air kecil
  • Kenaikan berat badan
MAO inhibitor cenderung menimbulkan efek samping yang lebih banyak dibandingkan kelompok antidepresan lain. Oleh sebab itulah, obat-obatan ini menjadi pilihan terakhir untuk menangani depresi.

Peringatan dalam konsumsi MAO inhibitor

Selain mengantongi beragam risiko efek samping, MAO inhibitor juga tak bisa dikonsumsi sembarangan karena peringatan-peringatan lain, misalnya:

1. Risiko bunuh diri

Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, yakni FDA, menghimbau agar semua antidepresan memiliki label peringatan terkait risiko munculnya pikiran bunuh diri. Untuk itu, semua pasien yang diresepkan MAO inhibitor akan perlu diawasi dengan ketat oleh dokter dan orang terdekat terkait fluktuasi mood dan perilaku mereka.Bila Anda atau orang  terdekat menunjukkan tendensi untuk bunuh diri setelah mengonsumsi antidepresan, Anda harus segera mencari bantuan gawat darurat.

2. Peringatan lonjakan tekanan darah

MAO inhibitor bekerja dengan menghambat aktivitas monoamine oksidase. Selain menyingkirkan neurotransmitter, monoamine oksidase ternyata juga menyingkirkan kelebihan tiramin, jenis asam amino yang berperan dalam regulasi tekanan darah. Sayangnya, jika aktivitas monoamine terhambat, pasien berisiko mengalami penumpukan tiramin dan memicu lonjakan tekanan darah. Atas efeknya ini, pasien yang diresepkan MAO inhibitor akan perlu merancang diet rendah tiramin bersama dokter. 

Catatan dari SehatQ

MAO inhibitor adalah kelompok antidepresan yang membantu meredakan gejala depresi. MAO inhibitor bekerja dengan menghambat aktivitas monoamine oksidase yang di dalam tubuh dapat menurunkan kadar senyawa kebahagiaan di otak. Jika masih memiliki pertanyaan terkait MAO inhibitor, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi obat-obatan terpercaya.
mengatasi depresidepresibunuh diripenyebab depresi
Healthline. https://www.healthline.com/health/depression/what-are-mao-inhibitor
Diakses pada 9 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/expert-answers/maois/faq-20058035
Diakses pada 9 Desember 2020
Verywell Health. https://www.verywellmind.com/foods-to-avoid-when-taking-maois-4136871
Diakses pada 9 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait