Serangan panik adalah gangguan yang dapat dialami oleh penderita penyakit mental
Penyebab kepanikan dapat dialami oleh siapapun

Semua orang dapat mengalami serangan panik di mana saja dan kapan saja. Anda mungkin merasa cemas atau takut pada situasi-situasi yang tidak berbahaya. Kondisi ini bisa terjadi secara random lebih dari satu kali, dan menyebabkan Anda terus merasa gelisah atau khawatir hingga mengubah rutinitas. Bila mengalami kondisi-kondisi tersebut, bisa jadi Anda memiliki gejala serangan panik.

Setiap tahunnya, 1 dari 10 orang dewasa mengalami serangan panik, dan serangan ini lebih banyak dialami oleh wanita. Jadi, seperti apakah gejala serangan panik?

Gejala Serangan Panik

Berikut adalah gejala serangan panik yang dapat Anda waspadai:

  1. Jantung berdebar cepat.
  2. Berkeringat.
  3. Badan gemetar.
  4. Sesak napas atau perasaan tercekik.
  5. Sakit pada bagian dada.
  6. Mual atau sakit perut.
  7. Merasa pusing.
  8. Pingsan.
  9. Menggigil.
  10. Mati rasa salah satu bagian tubuh.
  11. Ketakutan yang tidak terkendala.
  12. Ketakutan pada kematian.

Serangan panik biasanya terjadi 5-10 menit. Namun di beberapa kasus, gejala dapat berlangsung hingga berjam-jam. Anda bahkan bisa merasa seolah-olah tengah mengalami serangan jantung atau stroke. Jadi, orang-orang dengan serangan panik kadang berakhir di ruang gawat darurat untuk mendapatkan penanganan medis.

Jika tidak mendapatkan perawatan, serangan panik dapat berubah menjadi agoraphobia, yaitu rasa ketakutan yang luar biasa karena berada di luar ruangan atau di tempat tertutup.

Penyebab Serangan Panik

Penyebab serangan panik sendiri masih diteliti oleh para ahli. Para peneliti menemukan alasan genetik dan lingkungan sebagai pemicu munculnya serangan ini.

Namun seberapa jauh pengaruhnya? Hal tersebut belum diketahui. Pengidap serangan panik memiliki pemikiran yang sensitif dalam menanggapi rasa takut.

Mengalihkan rasa panik ke hal-hal lain, seperti obat-obatan atau alkohol, hanya memperburuk keadaan. Seseorang dengan gangguan kejiwaan ini sering mengalami depresi yang berat.

Diagnosis dan Perawatan Serangan Panik

Tidak ada diagnosis yang pasti untuk mengetahui serangan panik. Biasanya, dokter akan melakukan evaluasi dan mencari tahu masalah kesehatan lainnya pada pasien. Jika Anda mengalami serangan panik lebih dari 2 kali tanpa alasan khusus dan secara berulang, Anda bisa dikatakan memiliki gangguan panik.

Dokter akan menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke psikoterapis, guna menjalani terapi perilaku kognitif (cognitive behavioural therapy/CBT). Dengan terapi ini, Anda dapat mempelajari cara mengubah pola pikir dan perilaku yang buruk, yang memicu serangan panik.

Psikoterapis juga mungkin akan meresepkan obat antidepresan dan antikecemasan. Anda dapat mengonsumsi obat antidepresan selama bertahun-tahun jika perlu. Sementara itu, obat anti kecemasan hanya dikonsumsi untuk jangka pendek. Perubahan gaya hidup dapat pula mengurangi serangan panik yang Anda alami.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang gejala serangan panik, penyebab serangan panik, dan serangan panik itu sendiri.

WebMD. https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/mental-health-panic-disorder#1 

Diakses pada Oktober 2018

 

Artikel Terkait

Banner Telemed