Langkah Pertolongan Pertama Asma yang Wajib Diketahui


Pertolongan pertama asma perlu Anda ketahui untuk menolong diri sendiri dan juga orang disekitar. Serangan asma bisa datang terjadi secara tiba-tiba dan umumnya dipicu oleh alergi atau stress.

(0)
10 Jan 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pertolongan pertama asma dengan inhalerPenggunaan inhaler sangat penting dalam mengatasi serangan asma
Serangan asma berpotensi mengancam jiwa penderitanya. Kondisi ini dapat dipicu oleh banyak hal, antara lain alergi, paparan aroma yang menyengat, hingga sinusitis.Penting bagi penderita asma maupun orang terdekatnya untuk mengetahui pertolongan pertama pada serangan asma supaya tidak berujung pada kondisi yang lebih serius maupun fatal.

Gejala serangan asma yang perlu diwaspadai

sesak napas merupakan gejala umum dari serangan asma
Sesak napas termasuk gejala yang paling sering terjadi pada serangan asma
Serangan asma bervariasi pada masing-masing penderita, mulai dari yang ringan hingga berat. Usia penderita juga bisa berpengaruh.

Gejala asma ringan

Pada serangan asma yang terbilang ringan, penderita akan mengalami kesulitan bernapas, batuk, dan mengi (ada bunyi ‘ngik’ pada tiap tarikan napas). Namun pengidap masih bisa berbicara dengan lancar, bergerak, atau berjalan.

Gejala asma berat

Gejala serangan asma yang berat biasanya berupa:
  • Sulit bernapas
  • Tidak bisa berbicara dengan lancar
  • Kulit di antara tulang rusuk atau leher yang tampak tertarik ke dalam
  • Batuk dan mengi
  • Efek obat yang digunakan tidak bertahan selama biasanya
Untuk serangan asma yang berat, dibutuhkan bantuan medis secepatnya agar segera ditangani.

Gejala asma pada anak

Pada anak, gejala asma bisa sedikit berbeda. Berikut sederet keluhan yang bisa terjadi:
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh
  • Saat beraktivitas, anak tampak lemas, mudah lelah, dan batuk-batuk
  • Merasa sesak pada dada
  • Saat sesak, otot leher tampak mengencang
  • Infeksi pernapasan yang terjadi berulang kali
  • Susah menyusu atau makan

Pertolongan pertama asma

inhaler untuk mengatasi serangan asma
Gunakan inhaler untuk mengatasi serangan asma
Apabila Anda sedang mengalami serangan asma, tetaplah tenang dan lakukan langkah-langkah pertolongan pertama pada asma berikut ini:
  • Duduk yang nyaman dan ambil napas pelan-pelan dengan stabil. Sekali lagi, pastikan pikiran Anda untuk tetap tenang, karena panik justru akan memperparah serangan asma.
  • Semprotkan obat inhaler untuk asma setiap 30-60 detik, dengan batas maksimal 10 semprotan.
  • Hubungi ambulans apabila Anda tidak memiliki inhaler, asma akan bertambah parah meski sudah menggunakan inhaler, tidak ada perbaikan meski sudah menyemprotkan inhaler sebanyak 10 kali, atau jika Anda merasa khawatir.
  • Apabila ambulans belum tiba dalam waktu 15 menit, sebaiknya ulangi langkah nomor 2.
Jika Anda melihat orang lain sedang mengalami serangan asma, Anda dapat membantunya dengan mempraktikkan pertolongan pertama pada asma berikut ini:
  • Tenangkan penderita.
  • Posisikan penderita agar duduk tegak.
  • Kendurkan pakaian penderita agar ia bisa lebih nyaman.
  • Jika penderita membawa obat asma, seperti inhaler, bantu dia untuk menggunakannya.
  • Bila penderita tidak membawa inhaler, gunakan inhaler yang tersedia di kotak P3K. Jangan meminjam inhaler dari orang lain.
  • Sebelum menggunakan inhaler, lepaskan tutupnya, kocok, lalu masukkan inhaler ke dalam spacer.
  • Setelah itu, minta penderita untuk menempelkan mulutnya ke bagian mouthpiece. Pastikan agar mulut penderita benar-benar melekat erat mengelilingi mouthpiece.
  • Tekan inhaler satu kali untuk memberikan semprotan ke Jika spacer tidak tersedia, Anda dapat menyemprotkan inhaler langsung ke mulut penderita.
  • Ingatkan penderita untuk bernapas secara perlahan-lahan melalui mulut, lalu minta ia untuk menahan napas selama 10 detik.
  • Semprotkan inhaler hingga empat kali. Berikan jarak 1 menit di antara semprotan.
  • Setelah 4 kali semprotan, tunggulah hingga 4 menit.
  • Jika penderita masih kesulitan bernapas, berikan semprotan lagi sebanyak empat kali.
  • Jika tak kunjung membaik, segeralah hubungi ambulans yaitu 119 atau 112 atau segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan terdekat.
  • Ingat, jangan berhenti menyemprotkan inhaler selama dalam perjalanan ke rumah sakit. Tetap berikan semprotan sebanyak empat hingga delapan kali tiap 20 menit hingga ambulans datang atau Anda tiba di rumah sakit.
Khusus untuk anak-anak, Anda bisa menambahkan sungkup untuk menggantikan mouthpiece. Pastikan ukuran sungkup sesuai dengan Si Kecil agar obat dari inhaler bisa lebih mudah dihirup.Di samping inhaler, spacer, dan sungkup, Anda juga bisa menggunakan nebulizer untuk mengatasi serangan asma pada anak.

Cara mencegah serangan asma

asap rokok bisa memicu serangan asma
Menghindari asap rokok termasuk cara mencegah serangan asma yang efektif
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Pepatah ini berlaku juga untuk serangan asma.Asma termasuk penyakit yang umumnya tidak bisa disembuhkan. Namun Anda tidak perlu kecil hati karena serangan asma bisa dicegah. Bagaimanakah caranya?

1. Mengenali dan menghindari pemicu serangan asma

Kunci dalam mencegah serangan asma adalah mengenali dan menghindari penyebab asma sebisa mungkin. Penyakit pernapasan ini bisa disebabkan oleh polusi udara, sinusitis, asap rokok, stress atau lainnya.

2. Menjauhi asap dalam bentuk apapun

Batasi paparan terhadap segala jenis asap. Mulai dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, asap dupa, hingga asap kembang api.Jika Anda merokok, usakan untuk berhenti karena kebiasaan ini hanya akan membuat gejala asma Anda semakin parah.

3. Minum obat asma dengan teratur

Meski Anda tidak sedang mengalami gejala asma, tetaplah minum obat sesuai dengan petunjuk dokter. Konsumsi obat yang rutin akan meredakan peradangan pada saluran napas sehingga membantu dalam mencegah asma.

4. Mencegah flu

Jalani pola hidup sehat dan hindari kontak dengan orang yang sedang flu. Dengan ini, Anda pun tidak gampang terserang influenza. Pasalnya, penderita asma yang terkena flu akan menjadi mudah mengalami serangan asma.

5. Melakukan vaksinasi

Penderita asma termasuk kalangan orang yang lebih rentan mengalami komplikasi apabila terkena penyakit pernapasan. Mulai dari flu hingga pneumonia.Oleh sebab itu, vaksinasi sangatlah penting dijalani oleh pengidap asma. Misalnya, vaksin flu, vaksin pneumonia, vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), serta vaksin cacar.

6. Menjalani suntik alergi

Pertimbangkan pula untuk melakukan suntik alergi jika asma Anda disebabkan oleh alergi. Suntikan ini dapat membantu dalam mengendalikan serangan asma Anda.Serangan asma yang tidak ditangani dengan saksama bisa berakibat fatal pada penderitanya, terutama serangan yang berat. Segera berikan pertolongan pertama dan cari bantuan medis jika Anda atau orang terdekat Anda mengalaminya.Apabila gejala asma sering kambuh, informasikan juga pada dokter. Anda dan dokter bisa mendiskusikan mengenai perubahan apa yang diperlukan pada penanganan asma, sehingga cocok untuk kondisi Anda.
asmapenyakit pernapasansesak napas
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/asthma-treatmentDiakses pada 9 Januari 2020Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/asthma-emergency-first-aidDiakses pada 9 Januari 2020WebMD. https://www.webmd.com/asthma/guide/asthma-prevention#1
Diakses pada 9 Januari 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/page/11/pertolongan-pertama-saat-serangan-asma-pada-anak
Diakses pada 9 Januari 2020
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. http://klikpdpi.com/index.php?mod=article&sel=8039
Diakses pada 9 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/asthma/asthma-attack
Diakses pada 27 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait