Seputar Varian Mu Covid-19, Benarkah Kebal Vaksin?


Virus Covid-19 varian Mu disebut perlu diwaspadai karena dinilai lebih menular dan kebal vaksin. WHO kini memasukkannya ke kelompok variant of interest (VOI).

0,0
08 Sep 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Virus Covid-19 varian Mu masuk dalam kelompok variant of interest (VOI)Varian Mu Covid-19 dinilai berpotensi lebih menular dan kebal vaksin
Virus penyebab Covid-19 terus bermutasi. Setelah sebelumnya varian Delta menggegerkan dunia, kini varian Mu menjadi perhatian baru yang perlu diwaspadai.Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, menyatakan, semakin banyak kasus COVID-19 berkembang dan semakin lama pandemi berlangsung, virus akan terus melakukan modifikasi dan mutasi.Sebagian besar hasil mutasi umumnya tidak berbahaya. Walau, ada kalanya mutasi tersebut membuat virus jadi lebih kuat, bahkan hingga menurunkan efektivitas (keampuhan) vaksin.Hingga saat ini (8/9), laman resmi Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa varian Mu belum terdeteksi di Indonesia. Namun, mengingat penularan Covid-19 bisa terjadi sangat cepat, kemunculannya tetap perlu diawasi secara ketat.

Informasi tentang varian Mu

Berikut ini yang perlu Anda ketahui seputar varian Covid-19 jenis baru, varian Mu.

1. Lokasi awal terdeteksi

Menurut laporan badan kesehatan dunia, WHO, varian Mu pertama kali muncul sekitar bulan Januari 2021 di Kolombia. Varian ini diberi kode B.1.621.Varian Mu merupakan penyebab gelombang ketiga penularan Covid-19 di Kolombia pada bulan April–Juni 2021. Pada masa itu, jumlah kematian akibat varian ini mencapai hampir 700 orang per hari.Kini, varian Mu sudah terdeteksi menyebar hingga ke 43 negara.

2. Tingkat keparahan

WHO memasukkan varian Mu ke dalam kelompok Variant of Interest (VOI). Menurut CDC, varian virus Covid-19 yang masuk ke dalam kelompok ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Berpotensi menurunkan perlindungan yang diberikan oleh antibodi yang terbentuk secara alami dari infeksi Covid-19 maupun lewat vaksin
  • Mungkin menurunkan efektivitas perawatan
  • Dapat meningkatkan penularan atau keparahan penyakit
  • Penyebarannya masih terbatas

3. Gejala varian Mu

Sebagian besar varian Covid-19 memicu gejala yang serupa. Namun, beberapa varian menimbulkan gejala yang lebih berat dan membuat pengidapnya berisiko lebih tinggi mengalami kematian, seperti pada varian Alpha dan Delta.Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa varian Mu menyebabkan gejala yang berbeda dari varian lain.Jadi, Anda masih perlu waspada terhadap gejala-gejala di bawah ini:
  • Demam atau menggigil
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Badan lemas
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Anosmia (kehilangan kemampuan untuk mencium aroma)
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Mual atau muntah
  • Diare
Setiap orang yang positif Covid-19 tidak selalu mengalami semua gejala di atas. Beberapa di antaranya ada yang tidak bergejala, meski virusnya tetap bisa menular.

Benarkah varian Mu kebal vaksin Covid-19?

Varian Mu Covid-19 ini disebut-sebut lebih kebal vaksin. Artinya, keampuhan vaksin untuk melindungi tubuh dari serangan virus SARS-CoV-2 mungkin berkurang.Pernyataan tersebut diamini oleh dr. Dante Saksono lewat rilis yang dikeluarkan Kemenkes RI.“Varian Mu punya resistensi (kekebalan) terhadap kondisi vaksin, tetapi penyebarannya tidak hebat, seperti penularan dari varian Delta,” ujar dr. Dante.Kepala National Institute of Allergy and Infectious Disease Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci juga menyatakan, varian Mu saat ini masih belum akan menjadi varian dominan. Setidaknya di Negeri Paman Sam tersebut.Hingga kini, varian Delta, masih menjadi varian yang dominan di banyak negara di dunia. Maka, varian ini masih perlu terus diwaspadai dan ditekan penyebarannya secara ketat.Secara global, varian Mu sendiri menjadi penyebab kurang dari 0,1% kasus positif Covid-19 di dunia.Meski begitu, bukan berarti kita bisa lengah soal kemungkinan penyebaran varian Mu. Pasalnya, di negara tempat virus ini pertama kali terdeteksi, persentase infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh varian Mu masih tinggi, yaitu 39%.Di negara tetangganya, Ekuador, varian Mu menjadi penyebab dari 13% kasus positif Covid-19. Angka ini masih terus meningkat setiap harinya.Sejauh ini, kebanyakan penyebaran varian Covid B.1.621 ini memang terjadi di negara-negara Amerika Selatan dan benua Eropa.Namun, mengingat penyebaran varian-varian sebelumnya bisa terjadi dalam sekejap mata, kita perlu tetap waspada dalam menghadapi ancaman penularan varian Mu.

Bagaimana cara mencegah virus Covid-19 varian Mu?

Varian Mu, sama seperti varian lainnya, bisa dicegah. Untuk menghadapinya, caranya tidak berbeda dengan dari varian lain.Berikut ini beberapa langkah pencegahan Covid-19, termasuk varian Mu dan varian lainnya:
  • Pakai masker dengan benar saat bertemu orang lain, bila perlu gunakan masker lapis ganda
  • Sering cuci tangan, terutama setelah menyentuh sesuatu
  • Jaga jarak dengan orang lain, setidaknya 2 meter
  • Hindari pergi ke tempat yang ramai
  • Hindari pergi ke tempat yang tertutup dan memiliki sirkulasi udara yang buruk
  • Dapatkan vaksin Covid-19 sesegera mungkin
  • Jangan berinteraksi dengan orang yang sedang sakit, terutama jika gejalanya mirip gejala Covid-19
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut, apalagi jika belum cuci tangan
  • Jangan pergi ke luar apabila sedang sakit
  • Segera lakukan tes Covid-19 apabila merasakan gejala dan lakukan isolasi mandiri hingga hasil pemeriksaan ke luar
  • Bersihkan benda dan permukaan yang sering disentuh dengan disinfektan secara berkala
Satu hal yang penting selama masa pandemi adalah menjaga daya tahan tubuh. Untuk itu, Anda sangat disarankan untuk senantiasa mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan berolahraga teratur.Apabila masih punya pertanyaan seputar varia Mu maupun hal lain yang berkaitan dengan Covid-19, silakan tanyakan ke dokter melalui fitur Chat Dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Apabila Anda sedang isolasi mandiri, tim dokter SehatQ juga siap untuk mendampingi.
coronavirus
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/variant-info.html#Interest
Diakses pada 8 September 2021
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
Diakses pada 8 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/covid-19-updates
Diakses pada 8 September 2021
Kementerian Kesehatan RI. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210906/1938420/indonesia-waspadai-varian-mu/
Diakses pada 8 September 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=264358
Diakses pada 8 September 2021
WHO. https://www.who.int/en/activities/tracking-SARS-CoV-2-variants/
Diakses pada 8 September 2021
WebMD. https://www.webmd.com/lung/news/20210902/who-tracking-new-covid-variant-called-mu
Diakses pada 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait