Seputar Tipes pada Anak dan Apa yang Harus Dilakukan Orangtua

Demam merupakan salah satu gejala tipes pada anak
Salah satu gejala tipes pada anak adalah demam

Demam tifoid, atau sering disebut tipes, merupakan infeksi serius yang sering terjadi pada anak-anak. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, komplikasi dapat terjadi dan bisa sangat membahayakan.

Untuk mencegah komplikasi yang tak diinginkan, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala tipes pada anak serta memahami langkah penanganannya.

Kenapa tipes pada anak bisa terjadi?

Tipes disebabkan oleh jenis bakteri bernama Salmonella typhi. Anak bisa terkena tipes jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri ini.

Penularan juga bisa terjadi lewat kontak langsung dengan penderita tipes yang tidak menjaga kebersihan. Saat masuk ke dalam tubuh, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan memicu penyakit.

Tipes masih banyak terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pasalnya, bakteri penyebab tipes lebih mudah berkembang biak di wilayah dengan sanitasi yang buruk.

Meski semua orang bisa terkena tipes, anak-anak merupakan kalangan yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular penyakit ini. Menurut data Badan Kesehatan Dunia, terdapat sekitar 11 hingga 20 juta kasus demam tifoid per tahunnya di seluruh dunia.

Gejala tipes pada anak yang harus diwaspadai

Tidak semua anak mengalami gejala tipes yang sama. Keluhan bisa timbul secara mendadak atau bertahap dalam kurun waktu beberapa minggu.

Butuh waktu sekitar 7-14 hari dari paparan bakteri sebelum penderita mengalami gejala tipes. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.

Secara umum, gejala tipes pada anak meliputi:

  • Demam. Suhu tubuh anak akan semakin tinggi hingga mencapai suhu 39-40 derajat Celsius
  • Sakit perut
  • Rasa sakit atau pegal-pegal pada tubuh
  • Sakit kepala
  • Radang tenggorokan
  • Lemasa dan lelah
  • Diare atau konstipasi
  • Ruam berupa bintik-bintik merah muda pada kulit dada dan perut.

Lekaslah bawa anak ke dokter jika mengalami gejala-gejala tipes pada anak tersebut. Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan bertanya pada orangtua mengenai semua keluhan yang dirasakan oleh Si Kecil serta riwayat medisnya.

Setelah itu, dokter akan menganjurkan tes darah anak, serta menganalisis sampel tinja maupun urine dari anak Anda. Jika infeksi tidak ditangani dengan cepat dan tepat, tipes bisa berlangsung hingga sebulan dan semakin parah.

Penanganan efektif untuk tipes pada anak

Perlu diketahui bahwa tipes umumnya akan sembuh dalam waktu 3-4 minggu, dengan catatan anak tidak memiliki gangguan kesehatan lain. Baik untuk anak yang dirawat di rumah atau menjalani rawat inap, tipes pada anak dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan berikut ini:

1. Antibiotik

Antibiotik adalah satu-satunya obat yang efektif untuk menangani infeksi bakteri seperti tipes. Umumnya, gejala akan berkurang dalam waktu 2-3 hari setelah pemberian obat ini.

Namun meski sudah merasa lebih baik, pastikan anak terus mengonsumsi obat antibiotik hingga tuntas dan sesuai dengan petunjuk dokter. Apa alasannya?

Pasalnya, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat menyebabkan resistansi bakteri. Akibatnya, bakteri akan semakin sulit diberantas dan anak pun lebih sulit untuk pulih.

2. Paracetamol

Paracetamol dapat membantu meredakan demam, salah satunya dalam kasus tipes pada anak. Meski begitu, hindari pemberian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terutama apabila anak:

  • Memiliki masalah hati atau ginjal
  • Sedang mengonsumsi obat untuk epilepsi
  • Sedang mengonsumsi obat untuk tuberkulosis (TBC)
  • Sedang mengonsumsi warfarin atau obat pengencer darah

Setelah tipes pada anak pulih, terus berikan cairan padanya dengan tujuan mencegah dehidrasi. Agar proses penyembuhan maksimal dan penularan bisa dicegah, anak sebaiknya tidak keluar rumah maupun bersekolah selama mengidap tipes.

Usahakan agar buah hati beristirahat total di rumah sampai benar-benar sembuh dari tipes. Istirahat merupakan bagian krusial dalam pemulihan tipes pada anak.

Langkah jitu untuk mencegah tipes pada anak

Melakukan langkah-langkah pencegahan adalah cara terbaik untuk melindungi anak Anda dari tipes. Beberapa langkah di bawah ini dapat Anda terapkan:

1. Imunisasi

Vaksinasi tifoid dapat diberikan pada anak untuk mencegah tipes. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin ini untuk anak-anak di atas usia dua tahun, dan mengulanginya setiap tiga tahun sekali.

2. Minum air dari sumber yang bersih

Ketersediaan air bersih mesti menjadi prioritas. Gunakan air matang untuk mencuci atau menyiapkan makanan, membuat es batu, atau menggosok gigi.

Apabila sedang bepergian, pastikan anak meminum air dalam kemasan yang masih tersegel dengan baik.

Katakan juga pada anak untuk tidak menelan air saat sedang mandi maupun berenang. Selain mencegah tipas, langkah ini juga berfungsi menghindarkan anak dari berbagai penyakit lain.

3. Perhatikan makanan yang dikonsumsi

Pastikan makanan telah benar-benar matang sebelum dikonsumsi dan batasi konsumsi makanan yang masih mentah, misalnya sushi. Ajarkan pula agar anak tidak sering jajan sembarangan.

Memberikan edukasi tentang makanan sehat pada anak juga tak kalah penting dalam mencegah infeksi bakteri ini.

4. Mencuci tangan

Biasakan anak untuk lebih sering mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Misalnya, setelah ke toilet, sebelum makan, sesudah bepergian, dan sehabis bermain dengan hewan peliharaan.

Jika air bersih dan sabun tidak tersedia, Anda bisa mengajarkan anak untuk menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol (hand sanitizer).

Apabila terjadi gejala tipes, periksakanlah anak Anda ke dokter. Dengan pengobatan yang tepat, tipes pada anak umumnya akan sembuh dalam waktu 3-4 minggu. Setelah anak pulih, lakukan langkah-langkah pencegahan secara konsisten agar tipes tidak kambuh kembali.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/typhoid.html
Diakses pada 23 Desember 2019

About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=902&language=English
Diakses pada 23 Desember 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid
Diakses pada 23 Desember 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-demam-tifoid
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed