Seputar Tes Mata Silinder: Jenis dan Waktu Tepat Melakukannya

(0)
06 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tes mata silinder ada beberapa jenis, salah satunya dengan retinoskopTes mata silinder menggunakan retinoskop
Mata silinder akan membuat pengidapnya kesulitan melihat objek dari jarak dekat maupun jauh. Kondisi ini secara medis disebut sebagai astigmatisma. Namun sebelum divonis mengalaminya, Anda tentu harus melewati tes mata silinder terlebih dahulu.Untuk mendiagnosis gangguan penglihatan ini, dokter bisa melakukan sejumlah tes mata silinder seperti tes penglihatan, refraksi, keratometri, dan topografi kornea. Setelah tes dilakukan, barulah dokter akan memutuskan perawatan yang paling tepat sesuai kondisi Anda.

Jenis tes mata silinder

Berikut ini jenis-jenis tes mata silinder yang akan dilakukan dokter saat pemeriksaan:

1. Pemeriksaan penglihatan

Anda pasti pernah lihat ada suatu kertas berisi huruf dengan berbagai ukuran saat berkunjung ke dokter mata. Kertas tersebut biasanya akan ditempel di tembok dan Anda akan diinstruksikan berdiri atau duduk sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter dari tembok, sebelum membaca huruf yang ada di sana.Jika Anda bisa melihat semua huruf dengan baik dari jarak 20 kaki, maka hasil pemeriksaan mata menunjukkan visus 20/20. Artinya, tidak ada gangguan penglihatan yang Anda alami.Namun jika salah satu angka hasil pemeriksaan tersebut berbeda, maka ada suatu gangguan yang perlu mendapat perawatan.Misalnya, pada hasil pemeriksaan visus 20/80, Anda perlu berdiri di jarak 20 kaki untuk bisa melihat jelas, layaknya orang normal yang membaca dari jarak 80 kaki.

2. Refraksi

Dilansir dari Asosiasi Optimetris Amerika Serikat, tes mata silinder juga bisa dilakukan dengan metode refraksi. Berikut ini tahapannya.
  • Dokter akan menempatkan sejumlah lensa di depan mata dengan menggunakan alat bernama phoropter.
  • Lalu, dokter akan mengukur kemampuan mata dalam memfokuskan cahaya dengan alat lain yang dinamakan retinoskop.
Dari sana, akan terlihat respons mata terhadap cahaya yang diberikan dan dokter akan mencocokkan jenis lensa yang membuat Anda bisa melihat dengan lebih jelas.

3. Keratometri

Tes mata keratometri dilakukan menggunakan alat keratometer yang dapat mengukur lengkungan atau kurvatur yang terletak di belakang kornea mata.Dengan alat ini, dokter bisa mengetahui lengkungan yang paling tajam dan datar. Hal ini berguna untuk mengetahui kinerja kornea dan kemampuannya untuk fokus ke suatu objek.

4. Topografi kornea

Topografi kornea merupakan tes mata silinder modern yang bisa memberikan informasi detail ke dokter mata mengenai bentuk kornea. Saat melakukan tes ini, dokter akan menginstruksikan Anda untuk fokus melihat ke suatu objek.Lalu selama berusaha fokus melihat, alat tersebut akan mengumpulkan berbagai informasi dan ukuran dari mata Anda. Alat ini lalu akan membuat gambaran atau pemetaan kornea pasien berdasarkan warna.Baca Juga: 8 Makanan yang Bisa Menjaga Kesehatan Mata Hingga Tua

Kenali gejala mata silinder sebelum periksa mata

Anda mungkin masih ragu-ragu untuk menjalani tes mata silinder. Untuk meyakinkan diri, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu gejala mata silinder, seperti berikut ini.
  • Pandangan mulai kabur
  • Mata terasa sakit atau tidak nyaman
  • Pusing
  • Sulit melihat jelas di malam hari
  • Harus mengernyitkan mata untuk melihat suatu benda
Dengan mengetahui gejala mata silinder, Anda diharapkan tidak lagi ragu untuk datang ke dokter mata terdekat. Semakin cepat perawatan dimulai, maka semakin baik pula hasilnya.Anda juga disarankan untuk segera memeriksakan mata apabila gangguan penglihatan yang terjadi sudah menghambat kegiatan sehari-hari seperti ketika berkendara maupun belajar dan bekerja.

Solusi untuk mata silinder

Setelah menjalani tes mata silinder, dokter akan menentukan jenis perawatan yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda. Ada tiga perawatan yang umum dilakukan untuk mengatasi astigmatisma, yaitu penggunaan kacamata, lensa kontak, atau operasi mata.

1. Kacamata silinder

Kacamata adalah perawatan untuk mata silinder yang paling umum digunakan. Kacamata akan membantu sinar yang masuk ke mata dibelokkan ke arah yang tepat, sehingga Anda bisa melihat lebih jelas.

2. Lensa kontak untuk mata silinder

Lensa kontak bisa dijadikan solusi praktis untuk memperbaiki penglihatan. Fungsi lensa kontak sama dengan kacamata, yaitu membelokkan pantulan cahaya ke arah yang benar sehingga pengilhatan bisa lebih jelas.

3. Operasi mata silinder

Operasi mata bisa menjadi solusi dalam jangka lebih panjang, bahkan permanen, untuk masalah mata silinder. Jenis operasi mata yang umum dilakukan antara lain:
  • Operasi LASIK
  • Operasi LASEK
  • Operasi keratektomi fotorefraktif
  • Epi-LASIK
  • Small incission lenticule extraction (SMILE)
Operasi-operasi di atas dilakukan tujuan yang sama, yaitu memperbaiki bentuk kornea, meski lewat teknik berbeda. Anda bisa berdiskusi dengan dokter mata untuk mengetahui jenis yang paling cocok.Mengalami mata silinder tentu tidak nyaman dan bisa mengganggu keseharian. Namun Anda bisa memperbaikinya dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan perawatan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tes mata silinder maupun penyakit mata lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan matapenyakit matagangguan mata
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/astigmatism.htm
Diakses pada 23 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/astigmatism/symptoms-causes/syc-20353835
Diakses pada 23 Oktober 2020
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/astigmatism?sso=y
Diakses pada 23 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/understanding-astigmatism-treatment#1
Diakses pada 23 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait