Seputar Sunat Modern yang Kian Populer, Harus Pilih yang Mana?

Metode sunat modern bisa menjadi pilihan untuk sunat anak
Proses sunat modern pada anak yang dilakukan oleh dokter

Praktik sunat dulunya kerap dikaitkan dengan tindakan medis yang menyakitkan. Seiring perkembangan jaman, metode ini pun berevolusi dan menghasilkan beberapa pilihan sunat modern. Metode sunat ini diklaim sebagai sunat yang lebih efektif minim rasa sakit.

Ketika dilahirkan, penis laki-laki memiliki suatu lipatan kulit yang menutupi ujung penis. Bagian ini juga disebut sebagai kulit kulup. Sunat yang kita kenal adalah suatu tindakan pembuangan dari sebagian atau seluruh kulit kulup tersebut.

Sunat atau khitan termasuk ke dalam operasi yang relatif sederhana, yaitu hanya dengan memotong kulit kulup dilanjutkan dengan proses jahit luka.

Berbagai pilihan sunat modern

Teknologi yang kian berkembang tidak melewatkan dunia persunatan. Sekarang, telah ada berbagai tindakan sunat modern, di antaranya adalah:

1. Sunat klem/clamp

Alih-alih menggunakan pisau bedah, prosedur sunat ini dilakukan dengan menggunakan suatu alat penjepit yang disebut klem atau clamp. Alat ini memiliki banyak variasi, namun prinsip kerjanya tetap sama, yaitu dengan menjepitkan klem pada bagian kulup.

Alat tersebut akan dibiarkan selama 5 hari hingga kulit kulup akan terlepas. Hal yang membedakan pada prosedur ini adalah tidak diperlukan jahitan setelah kulit kulup terlepas.

Jenis-jenis sunat klem, di antaranya:

  • Plastibell

Alat ini diperuntukkan bayi sampai dengan anak berusia 12 tahun. Alat ini berbentuk seperti lonceng dan dapat mengelupaskan kulit kulup dalam 7-12 hari. Keuntungan dari alat ini adalah pengerjaannya cepat, hanya membutuhkan waktu 5-10 menit, risiko cedera pada kepala penis lebih kecil, dan tidak memerlukan perban.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, sebuah penelitian pernah mengungkapkan bahwa alat ini juga dapat menimbulkan komplikasi ringan hingga serius, seperti bengkak karena infeksi hingga terjadi sepsis.

  • Tara clamp

Alat ini terbuat dari plastik sekali pakai yang diklaim dapat membantu proses sunat tanpa banyak pendarahan, tidak memerlukan perban, tidak memerlukan jahitan luka, dan dapat langsung terkena air setelahnya.

  • Shang ring

Shang ring terdiri dari dua cincin plastik khusus untuk peralatan medis. Cincin bagian dalam dibuat dari silicon dan cincin luarnya memiliki engsel yang berfungsi sebagai pengikat. Dengan menggunakan alat ini, operasi sunat hanya berlangsung dalam 3-5 menit saja tanpa memerlukan pisau bedah dan jahitan.

Shang ring dapat dilepas setelah satu minggu. Hanya saja alat ini ada kelemahannya, yaitu penyembuhan luka berlangsung lama, nyeri sering timbul selama 7-16 hari sejak alat dipasangkan, dan ada kemungkinan luka terbuka kembali karena tidak adanya jahitan.

  • Smart clamp

Sejak diluncurkan pada 2001 yang lalu, alat ini telah menjadi pilihan populer bagi para dokter. Alasannya karena alat ini diakui lebih praktis dan aman dibandingkan alat lainnya.

Pada proses sunat dengan alat ini, penis akan disisipi alat di antara kulit kulup dan kepala penis selama 5 hari untuk anak-anak dan 7 hari untuk orang dewasa. Ukuran alat ini bervariasi dari diameter 10 hingga 21 mm sehingga dapat digunakan oleh anak-anak maupun dewasa.

Dari segi keamanannya, alat ini mampu mencegah terjadinya cedera pada saat proses sunat berlangsung dan dapat menghindari terjadinya infeksi. Terdapat bukaan di ujung alat ini agar penggunanya dapat buang air kecil seperti biasa. Bentuknya juga ergonomis dan ringan sehingga penggunanya dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Smart clamp juga sempat dibahas di suatu penelitian yang diterbitkan oleh Canadian Urological Association Journal. Disebutkan bahwa sunat dengan alat ini bekerja dengan lebih cepat dan hasil tampilan penis setelah disunat tampak lebih baik dibandingkan dengan alat lainnya. Sayangnya teknik ini tetap memiliki risiko, seperti dapat terjadinya pembengkakan pada penis.

Di Indonesia, alat klem yang paling banyak digunakan adalah tara clamp dan smart clamp.

2. Sunat electric cauter

Sering disalahartikan sebagai sunat laser, metode electric cauter ini sebenarnya sama sekali tidak menggunakan sinar laser. Pada metode ini, kulit kulup dipotong menggunakan alat yang dinamakan cauter. Alat ini berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat yang saling berhubungan di ujungnya.

Lempeng kawat tersebut kemudian akan dialiri listrik dan menghasilkan panas yang dapat memotong kulit kulup. Alat cauter dapat memotong kulit tanpa terjadi pendarahan sehingga dianggap sebagai metode yang relatif aman.

Hanya saja terdapat beberapa kekurangan pada metode sunat modern ini, seperti menimbulkan bau yang menyengat layaknya daging terbakar, risiko luka bakar, serta disarankan menggunakan bius total selama proses berlangsung bagi anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Ilustrasi proses sunat modern
Proses sunat tengah berlangsung

3. Sunat laser CO2

Sunat modern menggunakan laser yang sesungguhnya adalah dengan metode ini. Sebenarnya laser CO2 telah digunakan sejak awal 1970-an untuk tindakan medis pada kulit dan bedah plastic, serta mulai digunakan untuk operasi sunat belakangan ini. Meskipun masih jarang, tetapi rumah sakit di kota-kota besar Indonesia sudah ada yang menyediakan layanan ini.

Proses metode ini sebetulnya sama saja dengan sunat konvensional, tetapi pisau bedah akan diganti dengan sinar laser yang akan memotong kulit kulup. Setelah selesai, jahitan pun tetap diperlukan. Dalam proses ini, darah yang dihasilkan sangat sedikit atau bahkan tidak ada darah yang keluar.

Prosedur dengan menggunakan laser ini telah terbukti memiliki waktu yang lebih cepat dibandingkan proses sunat biasa. Waktu yang dapat dihemat bisa sampai 40 persen lebih cepat. Dari segi biaya, teknik laser ini juga dirasa lebih efektif, mengingat risiko kecelakaan pada proses ini jauh lebih kecil dibandingkan sunat konvensional.

Terlepas dari berbagai keunggulannya, metode sunat modern ini juga memiliki kekurangan, yakni jika anaknya terlalu aktif maka dapat mengganggu jalannya operasi dan ditakutkan area yang terpotong menjadi tidak tepat.

Sunat memiliki banyak manfaat dari sisi estetika maupun kesehatan. Metode ini dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit infeksi menular seksual, fimosis, infeksi saluran kemih, bahkan kanker penis.

Untuk memilih teknik sunat modern yang paling cocok, tetap diskusikan dengan dokter terpercaya di fasilitas kesehatan yang memiliki reputasi yang baik, agar semua manfaat sunat dapat diraih tanpa harus khawatir akan bahayanya.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3074910/
Diakses pada 28 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4301962/
Diakses pada 28 Februari 2020

MEDICALNEWSTODAY. https://www.medicalnewstoday.com/articles/302234#psychological_effects
Diakses pada 28 Februari 2020

WHO. https://www.who.int/hiv/pub/malecircumcision/chapter_9.pdf
Diakses pada 28 Februari 2020

RESEARCHGATE.https://www.researchgate.net/publication/312643297_Electrosurgery_use_in_circumcision_in_children_Is_it_safe
Diakses pada 28 Februari 2020

KEMKES.http://yankes.kemkes.go.id/read-5-pilihan-metode-khitan-untuk-anak-cowok-7307.html
Diakses pada 28 Februari 2020

NCBI.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4811235/
Diakses pada 28 Februari 2020

Artikel Terkait