Seputar Serabut Otot, Mulai dari Tipe hingga Potensi Masalahnya


Serabut otot terdiri dari satu sel otot dan berfungsi untuk mengendalikan kekuatan fisik dari tubuh kita. Setiap jaringan otot memiliki serabut otot yang berbeda, misalnya otot rangka yang mempunyai tiga tipe serabut otot, yaitu tipe 1, 2B, dan 2A.

0,0
11 Aug 2021|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Setiap jaringan otot memiliki serabut otot yang berbedaSetiap jaringan otot di dalam tubuh memiliki serabut otot
Tubuh kita memiliki sistem otot yang berfungsi untuk mengontrol pergerakan tubuh dan organ-organ di dalamnya. Masing-masing otot tubuh mempunyai jaringan yang terdiri dari serabut otot atau serat otot.Serabut otot terdiri dari satu sel otot. Serabut ini berfungsi untuk mengendalikan kekuatan fisik dari tubuh kita. Ketika berbagai serabut otot dikelompokkan bersama, bagian tubuh ini berperan dalam membuat gerakan yang terorganisir dari anggota badan dan jaringan tubuh kita.Masing-masing serabut otot memiliki diameter yang beragam, mulai dari 0,02 hingga 0,08 milimeter (mm). Dalam beberapa otot tertentu, serabut otot berukuran sepanjang keseluruhan otot dan ukurannya bisa mencapai puluhan centimeter (cm).

Beda jaringan otot, beda juga serabut ototnya

Ada tiga jenis jaringan otot di dalam tubuh kita, yaitu otot rangka, otot polos, dan otot jantung. Masing-masing jaringan otot ini memiliki serabut otot yang berbeda.

1. Otot rangka

Setiap otot rangka di dalam tubuh kita terdiri dari ratusan sampai ribuan serabut otot yang dibungkus dengan rapat oleh jaringan ikat.Masing-masing serabut otot berisi unit-unit kecil yang terdiri dari filamen-filamen tebal dan tipis. Inilah yang menyebabkan penampilan jaringan otot menjadi lurik atau seperti bergaris.Ada dua tipe serabut otot rangka, yakni tipe 1 dan tipe 2. Serabut otot rangka tipe 2 kemudian dibagi lagi menjadi beberapa subtipe, di antaranya:
  • Tipe 1

Serabut otot tipe 1 memanfaatkan oksigen untuk menghasilkan energi sehingga kita bisa bergerak. Tipe serabut otot ini memiliki kepadatan yang lebih tinggi dari organel (organ kecil) penghasil energi yang dikenal sebagai mitokondria. Inilah yang membuat tipe serabut otot ini kelihatan gelap.
  • Tipe 2A

Sama seperti serabut otot tipe 1, serabut otot tipe 2A juga bisa menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi yang memungkinkan kita untuk bergerak. Akan tetapi, tipe serabut otot ini memiliki jumlah mitokondria yang lebih sedikit sehingga energi yang dihasilkan juga lebih kecil daripada tipe 1.
  • Tipe 2B

Alih-alih menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi, serabut otot tipe 2B menyimpan energi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat sejumlah pergerakan singkat. Tipe serabut otot ini bahkan mengandung mitokondria yang lebih sedikit daripada serabut otot tipe 2A dan memiliki warna putih.Berbagai tipe di atas bisa ditemukan pada otot-otot rangka yang berbeda. Selain itu, susunan serabut otot bergantung pada fungsi otot rangka yang menaunginya.

2. Otot jantung

Mirip dengan otot rangka, otot jantung bentuknya lurik. Otot yang hanya ditemukan di dalam jantung ini memiliki serabut otot dengan sejumlah ciri khas.Serabut otot jantung mempunyai irama sendiri. Sel-sel spesial bernama pacemaker menghasilkan impuls yang menyebabkan otot jantung berkontraksi. Proses ini umumnya terjadi pada kecepatan yang konstan, tetapi juga bisa menjadi lebih cepat atau melambat jika diperlukan.Selain itu, serabut otot jantung bentuknya bercabang dan saling berhubungan. Impuls yang dihasilkan sel-sel pacemaker menyebar dalam pola seperti gelombang yang terorganisir, dan inilah yang menciptakan detak jantung Anda.

3. Otot polos

Berbeda dengan otot rangka, otot polos bentuknya tidak lurik atau bergaris. Penampilannya yang seragam membuat otot ini dinamakan otot polos. Otot ini bergerak dengan tidak disengaja sehingga kita tidak bisa mengendalikannya. Beberapa contoh otot polos adalah pembuluh darah dan saluran napas.Serabut otot polos memiliki bentuk lonjong, yang mirip seperti bola rugby. Serabut otot polos juga ukurannya ribuan kali lebih pendek dari serabut otot rangka.

Cara kerja serabut otot

Serabut otot dan otot bekerja untuk menciptakan pergerakan di dalam tubuh kita. Mekanismenya bisa berbeda antara masing-masing jaringan otot, misalnya otot rangka dan otot polos, tapi prosesnya mirip jika dilihat secara keseluruhan.Hal yang pertama terjadi adalah depolarisasi, yaitu perubahan dalam muatan listrik. Proses ini dapat dipicu oleh stimulasi dari impuls saraf atau sel-sel pacemaker (khusus untuk jantung).Depolarisasi menciptakan reaksi berantai yang kompleks di dalam serabut otot. Pada akhirnya, proses ini mengarahkan pada pelepasan energi yang menghasilkan kontraksi otot. Otot kemudian menjadi rileks ketika tidak lagi menerima stimulasi.

Kedutan cepat dan kedutan lambat pada serabut otot

Pelari jarak pendek
Pelari jarak pendek punya lebih banyak serabut otot dengan kedutan cepat
Istilah kedutan cepat (fast-twitch/FT) dan kedutan lambat (slow-twitch/ST) yang dilakukan otot mengacu pada serabut otot rangka. Serabut otot rangka tipe 2A dan 2B dianggap memiliki kedutan cepat, sementara serabut otot rangka tipe 1 memiliki kedutan lambat.Kedutan cepat dan lambat ini juga berkenaan dengan seberapa cepat kontraksi otot. Kecepatan sebuah otot saat berkontraksi ditentukan dengan seberapa cepat otot tersebut memecah ATP, yaitu molekul yang melepaskan energi ketika dipecah.Serabut otot dengan kedutan cepat mampu memecah ATP dua kali lebih cepat ketimbang serabut otot dengan kedutan lambat.Selain itu, serabut otot yang menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi (ATP), lebih tahan lelah daripada yang tidak menggunakan oksigen. Jika diurutkan berdasarkan ketahanannya, berikut adalah peringkat serabut otot rangka dari yang tertinggi sampai terendah:
  1. Tipe 1
  2. Tipe 2A
  3. Tipe 2B
Serabut otot dengan kedutan lambat cocok untuk kegiatan yang berlangsung lama, serta kegiatan yang mengharuskan kita untuk mempertahan postur tubuh dan menstabilkan tulang/sendi. Serabut otot ini juga digunakan dalam aktivitas olahraga, seperti berlari, bersepeda, atau berenang.Serabut otot dengan kedutan cepat menghasilkan pengeluaran energi yang lebih pendek dan eksplosif. Oleh sebab itu, serabut otot ini umumnya digunakan dalam aktivitas yang membutuhkan pengeluaran energi besar dalam waktu singkat, seperti lari cepat dan angkat berat.Semua orang memiliki serabut otot dengan kedutan lambat dan cepat. Namun, jumlah keseluruhan serabut otot ini bisa sangat berbeda di antara masing-masing individu. Komposisi serabut otot dengan kedutan lambat dan cepat juga dapat berpengaruh dalam olahraga atletik.Secara umum, atlet-atlet lari jarak jauh biasanya memiliki lebih banyak serabut otot dengan kedutan lambat, sementara atlet lari jarak pendek atau angkat besi cenderung memiliki lebih banyak serabut otot dengan kedutan cepat.

Potensi masalah pada serabut otot

Serabut otot juga tidak lepas dari sejumlah masalah. Beberapa contoh masalah pada serabut otot, di antaranya:

1. Cedera otot

Cedera otot terjadi ketika serabut otot rangka meregang atau sobek. Kondisi ini bisa terjadi ketika otot meregang melampaui batasnya atau melakukan kontak yang terlalu keras. Penyebab umum masalah ini adalah olahraga atau kecelakaan.

2. Kram otot

Kram otot terjadi ketika satu serabut otot, jaringan otot, atau seluruh kelompok otot rangka berkontraksi secara tidak sengaja. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan berlangsung selama beberapa detik atau menit.

3. Asma

Saat asma terjadi, serabut otot polos di dalam saluran udara berkontraksi sebagai respons terhadap berbagai pemicu. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan saluran udara dan kesulitan bernapas.

4. Palsy

Palsy terjadi karena kondisi-kondisi yang memengaruhi saraf. Berbagai kondisi juga dapat memengaruhi otot rangka sehingga menyebabkan kelemahan hingga kelumpuhan. Contoh masalah ini adalah Bell's palsy atau sindrom Guyon.

5. Distrofi otot

Distrofi otot merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan degenerasi serabut otot. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan kelemahan otot secara progresif.

6. Penyakit arteri koroner

Penyakit arteri koroner terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen dan menyebabkan sejumlah gejala, seperti angina dan sesak napas. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan otot jantung dan mengganggu fungsi jantung.Itulah penjelasan seputar serabut otot, tipe-tipenya, dan potensi masalahnya. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
cedera ototmasalah otot
Britannica. https://www.britannica.com/science/muscle/Muscle-types#ref524400
Diakses pada 4 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/muscle-fibers
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait