Seputar Sariawan HIV dan Cara Menanganinya

(0)
05 Jun 2020|Adhenda Madarina
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sariawan HIV rasanya lebih sakit dan lebih parah ketimbang sariawan biasaSariawan yang terjadi pada mulut seorang wanita
Sariawan sering kali terasa menjengkelkan. Mau makan apa saja jadi tidak enak karena makanan akan bergesekan dengan lukanya. Sariawan adalah penyakit umum yang menyerang banyak orang pada jaringan lunak mulut, seperti bibir, pipi, gusi, lidah, dan langit-langit mulut. Bahkan dapat menyebar pada kerongkongan Anda.Walaupun sariawan bukan penyakit yang serius, tetapi ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Bisa jadi sariawan yang muncul merupakan pertanda dari penyakit tertentu, seperti penyakit Celiac, penyakit Crhon, penyakit Behcet, hingga HIV/AIDS.

Memahami sariawan HIV

Khusus untuk sariawan HIV, mulut mungkin bagian pertama dari tubuh Anda yang akan terpengaruh ketika terinfeksi penyakit ini. Karena infeksi HIV akan melemahkan sistem kekebalan tubuh, ini berarti Anda akan rentan terhadap infeksi dan masalah lainnya.Orang dengan HIV biasanya mengalami masalah pada mulut, salah satunya sariawan. Masalah sariawan HIV bisa sangat menyakitkan, bahkan lebih menyakitkan dan persisten daripada sariawan biasa, sehingga akan menyebabkan kesulitan mengunyah atau menelan.Berbeda dengan sariawan biasa yang biasanya sembuh dalam beberapa hari atau minggu, sariawan HIV bisa bertahan lebih lama lagi. Selain itu, sariawan ini mungkin tidak bisa diobati dengan obat-obatan sariawan biasa sehingga dapat menyebabkan penderitanya kehilangan berat badan akibat terlalu sakit saat makan.

Cara mengobati sariawan HIV

Sariawan bukanlah gejala dari HIV, tapi HIV bisa meningkatkan risiko terjadinya sariawan secara berulang. Beberapa faktor lain yang menyebabkan sariawan meliputi stres, makanan-makanan asam, dan defisiensi mineral, seperti:
  • Zat besi
  • Zinc
  • Niasin (vitamin B-3)
  • Folat
  • Glutathione
  • Carnitine
  • Cobalamin (vitamin B-12).
Dalam kasus yang ringan, sariawan HIV dapat diredakan dengan beberapa cara berikut.

1. Berkumur dengan air garam

Garam merupakan salah satu bahan yang mampu menyembuhkan sariawan. Kandungan alkalin di dalamnya bisa membunuh bakteri dan kuman penyebab sariawan. Anda hanya perlu mencampur garam dengan air, lalu gunakan untuk kumur-kumur 1-2 kali setiap hari.

2. Mengonsumsi makanan yang bergizi

Makanlah makanan yang kaya vitamin B-12. Kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan sel-sel saraf dan darah yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan membran di bagian dalam mulut Anda menjadi rusak.Jika pola makan Anda kekurangan sumber vitamin B-12 yang memadai, Anda bisa saja mengalami sariawan. Konsumsi makanan laut, seperti sarden, salmon, tuna, kod, dan udang, yang merupakan sumber vitamin B-12 yang baik. Anda juga bisa mendapatkan sumber vitamin B-12 harian dari yogurt.

3. Kompres dengan teh chamomile

Gunakan satu kantong teh chamomile per cangkir dengan air panas. Saat teh sudah dingin, aduk rata lalu kompres ke mulut Anda. Chamomile dikenal mengandung zat antibakteri dan antiperadangan sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat sariawan.

4. Menggunakan obat-obatan

Krim sariawan dan pembersih mulut yang dijual bebas di pasaran atau apotek dapat Anda gunakan untuk meredakan peradangan dan rasa sakit pada kasus yang ringan. Apabila sariawan HIV yang dialami sudah tergolong parah dan mengganggu kegiatan makan, dokter mungkin dapat merespkan pil kortikosteroid atau semprotan anestesi topikal, yang dapat membuat bagian yang sakit mati rasa.

5. Oleskan gel lidah buaya

Gel lidah buaya dipercaya dapat menenangkan rasa sakit. Gunakan cotton bud untuk mengoleskan gel lidah buaya langsung ke sariawan. Diamkan selama 1-2 menit. Bilas bagian tersebut dan ulangi perawatan ini 4-5 kali sehari.Di samping beberapa cara di atas, perawatan terbaik untuk mengatasi sariawan HIV adalah menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat dengan meminum obat HIV Anda.Ada beberapa terapi lain untuk sariawan HIV, tetapi tergantung pada berapa banyak dan seberapa parah sariawan tersebut. Jika memungkinkan, konsultasikan segera dengan dokter.
hivsariawan
Healthline. https://www.healthline.com/health/mouth-sores
Diakses pada 26 Mei 2020
Mouthhealthy. https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/h/hiv-aids-and-dental-health
Diakses pada 26 Mei 2020.
Study. https://study.com/academy/lesson/canker-sores-hiv.html
Diakses pada 26 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-mouth-sores#canker-sores
Diakses pada 26 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait