Seputar Psikolog Anak dan Tanda Anak Anda Membutuhkannya


Psikolog anak dapat membantu menangani gangguan pada psikologis anak. Jika anak menunjukkan perilaku, emosi, atau perkembangan yang tak sebagaimana mestinya, ajaklah ia berkonsultasi.

0,0
10 Sep 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Psikolog anak membantu mengatasi permasalahan psikologis si kecilBerkonsultasi dengan psikolog anak membantu mengatasi masalah psikologisnya
Ketika anak menunjukkan perkembangan perilaku dan emosi yang menurut Anda tidak wajar, Anda bisa mengajaknya bertemu psikolog anak. Konsultasi dengan psikolog anak dapat membantu menangani berbagai masalah dan gangguan yang memengaruhi anak.Psikolog anak akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang terkait dengan kondisi psikologis anak. Sayangnya, belum banyak orang orangtua yang memahami tanda-tanda anak membutuhkan konsultasi psikologi. Lantas, bagaimana tandanya?

Tanda-tanda si kecil membutuhkan psikolog anak

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami sedih, stres, hingga depresi. Berbagai perasaan ini dapat terjadi karena perceraian, kematian, atau masalah lainnya. Selain itu, sebagian anak mungkin memiliki gangguan tertentu, misalnya gangguan belajar, autisme, ADHD, atau fobia yang dapat memengaruhi psikologisnya. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini tentu bisa mengganggu kehidupan anak. 
anak tampak murung
Anak murung dan senang menyendiri
Supaya dapat ditangani sejak dini, kenali tanda-tanda anak yang membutuhkan bantuan psikolog anak:
  • Perubahan perilaku anak, seperti murung, senang menyendiri, atau suka melawan orangtua.
  • Menarik diri dari keluarga, teman, dan aktivitas yang digemari.
  • Sulit berkonsentrasi dan menurunnya prestasi di sekolah.
  • Cenderung menyakiti diri sendiri, contohnya menjambak rambut atau menggores-gores tangan.
  • Tidak merasa berharga dan putus asa.
  • Menilai buruk diri sendiri, seperti kurang percaya diri dan merasa tidak berguna.
  • Kebiasaan tidur berubah, misalnya insomnia atau lebih sering tidur.
  • Sering merasa khawatir dan cemas.
  • Pola makan berubah, misalnya menjadi tidak nafsu makan atau justru lebih banyak makan.
  • Merasa seseorang mengendalikan pikirannya sehingga menjadi nakal dan kasar.
  • Gangguan pada perkembangan anak, seperti terlambat bicara atau sulit berkomunikasi dengan normal.
  • Sering mengalami mimpi buruk.
  • Baru mengalami kejadian traumatis, misalnya menjadi korban kekerasan atau kecelakaan.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, jangan ragu untuk mengajaknya berkonsultasi ke psikolog anak. Jangan sampai kondisi anak malah semakin memburuk dan mengganggu perkembangannya.

Persiapan konsultasi ke psikolog anak

Psikolog anak dapat membantu mengubah pikiran, perilaku, dan emosi anak menggunakan suatu terapi atau pendekatan khusus. Hal tersebut bertujuan untuk membuat kondisi psikologis anak berangsur membaik. Namun, sebelum menjalani konsultasi psikologi anak, orangtua harus memastikan permasalahan yang dialami anak, terutama mengenai bagaimana dan sejak kapan anak menunjukkan masalah tersebut. Lalu, mengetahui kemungkinan pemicunya.Selanjutnya, buat janji dengan psikolog anak agar waktu Anda lebih fleksibel. Siapkan juga apa yang harus Anda bawa nantinya, misalkan surat rujukan dari dokter atau rapor anak untuk menunjang pemeriksaan.

Prosedur konsultasi dengan psikolog anak

konsultasi dengan psikolog anak
Sesi konsultasi dengan psikolog anak
Dalam konsultasi psikologi anak, Anda bisa membicarakan apa yang terjadi pada anak, misalnya ia menjadi pemurung dan malas makan. Untuk mengevaluasi kondisi anak, psikolog dapat melakukan tes dan penilaian. Seluruh evaluasi tersebut bertujuan untuk menilai fungsi psikologis anak, termasuk pikiran, emosi, dan perilakunya agar mendapat perawatan yang tepat. Tes khusus ini dapat membantu mengetahui apakah anak Anda memiliki kondisi atau gangguan tertentu. Sementara itu, assessment atau penilaian memiliki beberapa komponen, seperti tes psikologi, survei, wawancara, observasi, riwayat medis dan sekolah, ataupun hasil evaluasi medis. Misalnya, saat wawancara, psikolog anak dapat bertanya mengenai apa yang dikhawatirkan oleh anak. Mereka akan mengamati bagaimana anak berpikir, bernalar, dan berinteraksi dengan orang lain. Terkadang, wawancara juga dapat melibatkan orang-orang terdekat anak, seperti anggota keluarga atau guru. Selanjutnya, data-data pasien dikumpulkan dan dianalisis lebih lanjut untuk menentukan gangguan psikis yang diderita anak dan merencanakan penanganannya. Pengobatan oleh psikolog anak dilakukan dengan menggunakan psikoterapi

Terapi psikologi untuk anak

Berikut adalah beberapa terapi psikologi untuk membantu gangguan pada anak.
  • Terapi kognitif

Terapi kognitif dilakukan dalam bentuk konseling. Anak-anak akan diajarkan oleh terapis bagaimana cara berpikir positif sehingga bisa memengaruhi suasana hati dan perilakunya. Selain itu, anak juga akan diajarkan untuk mengidentifikasi dan menghindari pola pikir yang negatif.
  • Terapi bermain

anak melakukan terapi bermain
Anak melakukan terapi bermain
Dalam terapi bermain, anak akan diberikan mainan. Terapis akan mengawasinya untuk lebih memahami masalah kesehatan dan emosional anak. Berbagai jenis mainan tertentu dapat membantu anak mengetahui perasaan dan cara mengekspresikannya.
  • Terapi perilaku

Berbeda dengan terapi kognitif, terapi perilaku mengidentifikasi perilaku anak yang mesti dipertahankan dan dihindari. Anak didorong untuk berperilaku baik dan menghindari perilaku buruk yang selama ini ia lakukan. Selain oleh psikolog anak, penanganan masalah psikologs anak terkadang melibatkan psikiater atau dokter jika anak memiliki gangguan mental atau kondisi medis tertentu. Pastikan anak mendapat penanganan yang tepat.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar psikolog anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
penyakit anakgangguan psikologistes psikologi
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/emotional-health/when-children-need-therapy.aspx
Diakses pada 27 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/signs-your-child-may-need-a-therapist/
Diakses pada 27 Agustus 2021
Psychologist. https://www.psychologist-license.com/types-of-psychologists/child-psychologist/
Diakses pada 27 Agustus 2021
River University. https://www.rivier.edu/academics/online/resources/career-outcomes/child-psychologist/
Diakses pada 27 Agustus 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/psychologist
Diakses pada 27 Agustus 2021
Psych Central. https://psychcentral.com/lib/what-is-a-psychological-evaluation#why-are-they-done
Diakses pada 27 Agustus 2021
APA. https://www.apa.org/topics/testing-assessment-measurement/understanding
Diakses pada 27 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait