Seputar Permainan Bola Tangan dan Manfaatnya untuk Kesehatan


Permainan bola tangan mirip sepak bola, tapi tidak menggunakan kaki. Satu tim harus memasukkan sebanyak mungkin bola ke gawang lawan dengan melempar.

0,0
20 Aug 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Permainan bola tangan dimainkan 7 orang dalam 1 timPermainan bola tangan mirip sepak bola namun bola dipindahkan menggunakan tangan
Bola tangan (handball) adalah salah satu olahraga yang termasuk dalam permainan bola besar. Cara bermainnya dengan mengoper bola menggunakan tangan ke sesama anggota untuk memasukkan ke gawang lawan. Olahraga ini mirip sepak bola. Bedanya, bola hanya boleh disentuh oleh tangan, bukan dengan kaki.Permainan bola tangan sudah berkembang pesat. Kini, bola tangan sudah termasuk dalam salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade. Sama seperti kegiatan fisik lainnya, bermain bola tangan juga bisa memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

Sejarah permainan bola tangan

Permainan bola tangan modern yang kini populer mulai dimainkan pertama kali di benua Eropa, lebih tepatnya di negara-negara Skandinavia dan Jerman. Sementara itu, istilah handball pertama kali dikenalkan oleh G. Wallström pada tahun 1910.Organisasi resmi bola tangan pertama bernama International Amateur Handball Federation (IAHF), berdiri pada tahun 1928. Pada tahun 1936, bola tangan untuk pertama kalinya masuk sebagai cabang olahraga olimpiade di Berlin.
Dua tahun setelahnya, diselenggarakan kompetisi bola tangan internasional pertama bertajuk Field Handball World Championship di Jerman.
Di Indonesia, organisasi yang membawahi bola tangan secara profesional adalah Asosiasi Bola Tangan Indonesia.

Teknik dasar bola tangan

Untuk bisa memainkan handball dengan baik, seorang pemain harus menguasai teknik dasarnya terlebih dahulu.
Teknik dasar bola tangan dibagi menjadi lima, yaitu:

1. Melempar bola

Teknik dasar utama dalam permainan bola tangan adalah melempar. Terdapat berbagai cara melempar, yakni satu tangan di atas kepala, dua tangan di depan dada, hingga dua tangan dari atas kepala. Lemparan dilakukan untuk mengoper bola dari satu pemain ke pemain lainnya.

2. Menangkap bola

Pemain yang diberikan umpan oleh teman satu timnya dapat menangkap bola menggunakan tangan dalam berbagai posisi, seperti menangkap bola di samping badan dan menangkap bola menggelinding.

3. Menggiring bola

Menggiring dalam permainan bola tangan dapat dilakukan dengan satu atau dua tangan. Bola bisa dipantulkan ke lapangan permainan (dribble) maupun di bawa sebanyak tiga langkah.

4. Lay up

Lay up adalah teknik menaikkan bola dengan tujuan mendekati gawang lawan. Gerakan ini sangat efektif untuk mendahului shooting alias usaha untuk memasukkan bola ke gawang lawan.

5. Menembak (shooting)

Saat melakukan gerakan menembak, seorang pemain bola tangan harus mengarahkan semua kekuatannya ke arah tangan. Lemparan yang dilakukan harus kencang dengan arah yang tidak diduga oleh penjaga gawang lawan.

Peraturan permainan bola tangan

Berikut ini beberapa peraturan dalam permainan bola tangan:

• Jumlah pemain bola tangan

Bola tangan dimainkan oleh dua tim yang masing-masingnya berisi tujuh orang. Enam orang adalah pemain yang akan bergerak bebas di lapangan dan satu orang sisanya bertindak sebagai kiper.Setiap tim juga boleh menyediakan tujuh pemain cadangan dalam satu kali permainan. Sebuah tim bisa mengganti pemainnya secara langsung selama permainan berlangsung tanpa perlu memberi tahu wasit.

• Durasi permainan bola tangan

Bola tangan dimainkan dalam dua babak. Masing-masing babak berlangsung selama 30 menit, dengan waktu istirahat antarbabak selama 15 menit.

• Peralatan permainan bola tangan

Lapangan bola tangan memiliki ukuran panjang 90-100 meter dan lebar 55-65 meter. Sementara itu bola yang digunakan ukurannya berbeda antara putra dan putri. Bola untuk tim putra memiliki berat 425-475 gram. Sementara, untuk putri 325-400 gram.Diameter bola juga berbeda. Bola tangan untuk tim putra kelilingnya lebih besar, yaitu antara 58-60 cm. Sementara untuk putri, keliling bola yang digunakan adalah 54-56 cm.

• Peraturan permainan bola tangan

Selama permainan bola tangan berlangsung, ini hal-hal yang perlu diperhatikan para pemain:
  • Para pemain (kecuali kiper) bisa menyentuh bola dengan semua anggota tubuh dari pinggang ke atas
  • Saat seorang pemain sudah memegang bola, ia boleh mengoper, menggiring, ataupun menembakkan bola ke gawang
  • Jika pemain memilih untuk mempertahankan bola di genggamannya, ia boleh menggiring bola sejauh tiga langkah atau membawanya tanpa dribble selama tiga detik
  • Hanya kiper yang boleh berkontak dengan lantai di area gawang
  • Kiper boleh keluar area gawang. Namun, jika berada di luar area gawang tidak boleh memegang bola

Manfaat permainan bola tangan untuk kesehatan

Permainan bola tangan bisa memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan 28 orang perempuan yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman latihan handball. Setelah berlatih sebanyak kurang lebih satu kali seminggu selama 12 minggu, para perempuan ini mendapatkan berbagai manfaat, antara lain:
  • Peningkatkan kondisi kebugaran fisik
  • Membantu membakar kalori
  • Meningkatkan kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)
  • Kondisi kesehatan tulang dan otot meningkat
  • Kualitas hidup membaik
  • Motivasi dalam menjalani kegiatan sehari-hari jadi meningkat
Sama halnya dengan olahraga yang dimainkan secara tim lainnya, permainan bola tangan juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan membangun rasa kebersamaan. Olahraga ini juga baik untuk kesehatan mental.
tips olahragamanfaat sepak bolasepak bola
Olympics. https://olympics.com/en/sports/handball/
Diakses pada 10 Agustus 2021
Rule of Sport. https://www.rulesofsport.com/sports/handball.html
Diakses pada 10 Agustus 2021
Defeat Diabetes. https://defeatdiabetes.org/resources/active-and-mindful-lifestyle/physical-activity/handball/
Diakses pada 10 Agustus 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2095254617301187
Diakses pada 10 Agustus 2021
Irwansyah. 2006. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Bandung: Grafindo Media Pratama.Mukholid, Agus. 2007. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Yudhistira.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait