Seputar PCR Kumur, Benarkah Efektif Mendeteksi Covid-19?


PCR kumur adalah salah satu metode baru yang digunakan dalam mendeteksi Covid-19. Tes ini dilakukan dengan berkumur menggunakan larutan garam atau saline.

0,0
07 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
PCR kumur dengan larutan garam dilakukan untuk mendeteksi Covid-19PCR kumur menggunakan larutan garam atau saline
Tes Covid-19 sangat dianjurkan bagi siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi atau menunjukkan gejala penyakit ini. Selain tes usap lendir dalam hidung atau tenggorokan, pengembangan tes Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya yang paling mutakhir adalah PCR kumur (gargle PCR). Metode pemeriksaan Covid-19 lewat berkumur ini digadang-gadang lebih praktis dan dapat memberi hasil yang tak kalah akurat dari metode lainnya. Benarkah demikian?

Apa itu PCR kumur?

Menurut dr. Karlina Lestari, Medical Editor SehatQ, PCR kumur adalah metode baru dalam mendeteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh National Environmental Engineering Research and Institute (NEERI) yang berbasis di India.“Dalam PCR kumur, Anda akan diberikan larutan garam atau saline (air asin) untuk berkumur maupun melakukan gargle di mulut dan tenggorokan selama 45 detik. Selanjutnya, larutan garam tersebut diludahkan ke dalam tabung tertentu untuk diuji di fasilitas kesehatan yang memiliki alat PCR,” ujar dr. Karlina.Sekitar 30 menit sebelum PCR kumur dilakukan, Anda juga tidak diperbolehkan untuk makan, minum, menggunakan obat kumur, menyikat gigi, mengunyah permen karet, merokok, ataupun nge-vape supaya tidak memengaruhi hasil tes.

Prosedur PCR kumur

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat melakukan PCR kumur:
  • Tetap menggunakan masker dan cuci tangan

Pastikan tetap menggunakan masker ketika menunggu tes. Tindakan ini merupakan pelindung utama Anda dalam mencegah terjadinya penularan virus. Supaya kebersihan tetap terjaga, Anda juga harus mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Jika tidak ada sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizer.
  • Masukkan larutan garam ke dalam mulut dan berkumur

Saat diberi botol berisi larutan garam, masukkan larutan tersebut ke dalam mulut untuk berkumur. Jangan berbicara atau menelannya. Berkumurlah dengan larutan garam selama 5 detik sebanyak beberapa kali. Biarkan larutan bercampur dengan air liur Anda.
  • Ludahkan larutan ke dalam tabung

Anda telah selesai berkumur, ludahkan larutan tersebut ke dalam tabung yang telah disediakan untuk diuji. Setelah melewati tes kumur, cuci tangan dan kenakan masker kembali. 

PCR kumur di Indonesia

Sejauh ini, PCR kumur sudah dilakukan pada beberapa negara untuk anak-anak usia sekolah dan remaja (5-18 tahun). “Namun, anak harus sudah bisa melakukan kumur dengan tepat. Jika tidak bisa berkumur, maka sebaiknya tidak melakukan gargle PCR,” kata dr. Karlina.Di Indonesia, Biofarma dan Nusantics meluncurkan produk PCR kumur Bio Saliva untuk mendeteksi Covid-19 melalui metode kumur. Produk ini mengklaim telah melalui riset validasi selama 7 bulan lamanya.Bio Saliva bahkan telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 1 April 2021 bernomor Kemenkes RI AKD 10302120673. Saat ini, terdapat dua titik yang menyediakan tes covid kumur, yaitu GSI Lab Cilandak dan GSI Lab Sintesa Kuningan. Biaya tes PCR kumur dibanderol sekitar Rp799 ribu per orang.

Tingkat efektivitas PCR kumur

Hasil tes gargle PCR keluar pada hari yang sama atau hari berikutnya. Tes ini umumnya lebih sensitif daripada tes antigen. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan sensitivitasnya.Sementara itu, Bio Saliva diklaim dapat mendeteksi hingga angka CT 40 dengan sensitivitas hingga 93,57 persen. Klaim ini menjadikan gargle PCR sebagai alternatif dari gold standard Swab Nasofaring-Orofaring yang memiliki sensitivitas hingga 95 persen. Biofarma juga menyatakan bahwa PCR kumur Bio Saliva memiliki kemampuan untuk mendeteksi sampai 10 varian virus SARS-CoV-2, yakni:
  • B117 (Alpha)
  • B 1.351 (Beta)
  • B 1.617.2 (Delta)
  • P.1 (Gamma)
  • B 1.617.1 (Kappa)
  • B 1.525 (Eta)
  • C.37 (Lambda)
  • B.1526 (lota)
  • B.1466.2 (varian Indonesia)
  • B 1.427/29 (Epsilon).
Kemenkes membuka peluang bagi produk ini untuk menjadi salah satu standar dalam mendeteksi pasien terinfeksi Covid-19, seperti tes usap dan antigen. Akan tetapi, dilansir dari CNN Indonesia, pihak Kemenkes masih melakukan uji validasi kembali terhadap PCR kumur guna memastikan sensitivitas dan kestabilannya.Jika memberikan hasil yang positif, diharapkan PCR kumur dapat meningkatkan tracing nasional dengan cara yang lebih praktis dan nyaman. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar Covid-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
The University of Arizona. https://covid19.arizona.edu/covid19-testing/saline-gargle
Diakses pada 06 Juli 2021
Yukon. https://yukon.ca/en/health-and-wellness/covid-19-information/your-health-covid-19/find-out-about-covid-19-mouth-rinse
Diakses pada 06 Juli 2021
Bio Farma. https://www.biofarma.co.id/id/berita-terbaru/detail/bio-farma-x-nusantics-luncurkan-terbatas-bio-saliva-uji-deteksi-pcr-covid19-dengan-metoda-kumur
Diakses pada 06 Juli 2021
CNN. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210704112408-20-662968/kemenkes-buka-opsi-pcr-kumur-jadi-standar-tes-di-ri
Diakses pada 06 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait