Seputar Magnesium Karbonat, Obat Lambung Serba Bisa

(0)
07 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Magnesium karbonat dapat digunakan untuk mengobati dispepsia atau sakit lambungMagnesium karbonat bisa digunakan sebagai suplemen maupun obat dispepsia
Magnesium karbonat adalah bahan serba bisa. Sebab, selain dapat dikonsumsi sebagai suplemen untuk mencegah dan mengatasi rendahnya kadar magnesium dalam darah, bahan ini juga bisa meredakan gejala asam lambung, seperti nyeri ulu hati, sakit perut, dan gangguan pencernaan lainnya. Obat ini juga digunakan untuk meringankan dispepsia dan menteralkan kelebihan produksi asam di lambung.Magnesium sendiri merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh. Mineral ini berperan untuk menjaga fungsi sel, saraf, otot, tulang, hingga hati. Sementara itu sebagai obat lambung, magnesium karbonat masuk ke dalam golongan antasida. Di Indonesia, bahan ini dijual dalam berbagai merek, antara lain Amoxan, Lambucid Forte, Stomacain, dan Polycrol.

Hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi magnesium karbonat

Magnesium karbonat tidak termasuk sebagai golongan obat keras. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa sembarangan mengonsumsinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelumnya, antara lain:
  • Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap magnesium, magnesium karbonat, maupun bahan-bahan tambahan lain yang ada di dalam obat dan suplemen tersebut.
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap penyakit ginjal.
  • Beritahukan pada dokter atau apoteker mengenai obat maupun suplemen lain yang saat ini sedang Anda konsumsi, untuk menghindari risiko munculnya reaksi antar obat di tubuh.
  • Informasikan juga pada dokter apabila Anda sedang mengandung atau merencanakan kehamilan. Sebab, ibu hamil atau perempuan yang sedang mempersiapkan kehamilan harus sangat berhati-hati dalam mengonsumsi obat, demi menjaga kesehatan janin atau rahim.
  • Ibu yang masih menyusui juga perlu berdiskusi terlebih dahulu pada dokter sebelum mengonsumsi magnesium karbonat untuk memastikan tidak akan ada efek samping yang ikut dirasakan oleh bayi.

Cara mengonsumsi magnesium karbonat yang aman

Magnesium karbonat yang dikonsumsi sebagai suplemen orang dewasa, paling banyak dikonsumsi sebanyak 350 mg per hari. Anjuran dosisnya tertera pada kemasan obat.Sementara itu, magnesium karbonat sebagai obat antasida untuk dispepsia, dapat dikonsumsi hingga 500 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi hingga dua minggu.Anak-anak juga bisa mengonsumsi magnesium karbonat sebagai suplemen maupun obat untuk meredakan dispepsia, dengan dosis maksimal yang berbeda sesuai usia.Jika dikonsumsi sebagai suplemen, berikut ini dosis maksimal per harinya yang bisa dikonsumsi:
  • Usia 1-3 tahun: maksimal 65 mg per hari
  • Usia 4-8 tahun: maksimal 110 mg per hari
  • Usia 9-18 tahun: maksimal 350 mg per hari
Lalu untuk meredakan disepepsia pada anak, obat ini biasanya tersedia dalam bentuk cair atau sirup dengan dosis pemakaian sebagai berikut.
  • Usia 6-12 tahun: 5 mL setiap 3-4 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 20 mL dengan durasi pengobatan hingga 2 minggu.
  • Usia 12 tahun ke atas: 10 mL setiap 3-4 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 40 mL dengan durasi pengobatan hingga 2 minggu.
Obat ini harus dikonsumsi bersama makanan atau setelah Anda makan. Dengan begitu, risiko timbulnya efek samping akan berkurang.Apabila Anda sedang menggunakan tetracycline atau obat bisphosphonate, konsumsinya biasanya harus dijeda 2-3 jam sebelum Anda mengonsumsi magnesium bikarbonat. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya interaksi obat di tubuh.Interaksi obat terjadi ketika bahan dari salah satu obat bereaksi terhadap bahan dari obat lain di dalam saluran pencernaan Anda. Interaksi obat bisa tidak berbahaya.Namun, interaksi tersebut juga bisa meningkatkan risiko efek samping atau mengganggu efektivitas obat yang sedang dikonsumsi. Akhirnya, obat tersebut malah tidak ampuh untuk mengatasi gangguan yang sedang Anda alami.

Efek samping magnesium karbonat yang mungkin muncul

Secara umum, obat ini aman untuk dikonsumsi. Namun pada beberapa orang, konsumsi magnesium karbonat bisa memicu rasa sakit perut dan diare. Obat tersebut juga bisa menimbulkan alergi parah, tapi hal ini sangat jarang terjadi. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis, apabila setelah mengonsumsinya Anda merasakan berabagai gejala alergi seperti:
  • Muncul ruam kemerahan
  • Gatal-gatal
  • Wajah, lidah, dan tenggorokan bengkak
  • Pusing
  • Susah bernapas
Reaksi alergi dikhawatirkan bisa menutup jalan napas, sehingga membahayakan nyawa penderitanya.

Catatan dari SehatQ

Magnesium karbonat adalah suplemen mineral magnesium yang juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi disepepsia maupun gangguan lambung lainnya. Bahan ini adalah bahan aktif. Sehingga bentuk obat, kemasan, maupun bahan tambahan lainnya bisa berbeda antara magnesium yang digunakan sebagai suplemen dan obat lambung.Pastikan untuk selalu mengikuti dosis yang tertera di dalam kemasan. Jika Anda mengosumsi obat ini karena diresepkan oleh dokter, pastikan ikuti saran konsumsi dari dokter. Sebab terkadang dokter bisa memodifikasi dosis dan frekuensi konsumsi sesuai kondisi Anda.
asam lambungsuplemendispepsiaminum obat
Drugs. https://www.drugs.com/cdi/magnesium-carbonate.html
Diakses pada 23 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-11359/magnesium-carbonate-oral/details
Diakses pada 23 Juni 2020
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/magnesium%20carbonate
Diakses pada 23 Juni 2020
Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/monografi/magnesium-karbonat
Diakses pada 23 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait