logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Seputar Laringomalasia, Kondisi Napas Bunyi pada Bayi Baru Lahir

open-summary

Laringomalasia adalah kelainan bawaan pada bayi baru lahir yang menimbulkan napas bunyi dan berisik. Sebagian besar kasus bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu obat atau operasi.


close-summary

20 Okt 2022

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Laringomalasia menyebabkan napas bayi bunyi dan berisik

Laringomalasia menyebabkan napas bayi bunyi dan berisik

Table of Content

  • Apa itu laringomalasia?
  • Gejala laringomalasia
  • Penyebab laringomalasia
  • Cara mendiagnosis laringomalasia
  • Cara mengatasi laringomalasia

Pernah mendengar napas bunyi atau berisik pada bayi baru lahir? Bisa saja si Kecil mengalami laringomalasia. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan pada laring yang menjadi bagian dari sistem pernapasan. 

Advertisement

Simak pembahasan lengkap tentang penyakit laringomalasia mulai dari gejala, penyebab, cara diagnosis, dan pengobatannya di sini. 

Apa itu laringomalasia?

Laringomalasia adalah kondisi abnormal ketika jaringan di atas pita suara terkulai hingga jatuh menutupi sebagian jalan udara saat bernapas. 

Ciri-ciri utama laringomalasia adalah suara napas yang “berisik”, terutama ketika bayi tidur terlentang.

Penyakit laringomalasia merupakan bawaan lahir (kongenital), bukan penyakit yang baru terjadi saat mereka bertumbuh setelah lahir. Kondisi ini umum terjadi pada bayi di hari-hari bahkan minggu-minggu awal kelahirannya ke dunia. 

Laringomalasia umumnya akan berada pada kondisi terburuk pada bulan-bulan pertama kelahiran, lalu perlahan membaik ketika usia bayi menginjak 3-6 bulan. Saat sudah mulai membaik, napas bunyi biasanya hanya akan terdengar saat anak berolahraga, tidur, atau sakit.

Lantas, bahayakah laringomalasia? Kebanyakan kasus laringomalasia tidak berbahaya jika bayi masih bisa bernapas. 

Setidaknya 90% kasus laringomalasia bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan tertentu. Namun pada kondisi tertentu, perlu konsumsi obat hingga tindakan operasi.

Baca juga: Fungsi Laring yang Ternyata Berbeda dengan Tenggorokan

Gejala laringomalasia

Gejala laringomalasia yang paling umum pada bayi baru lahir meliputi:

1. Stridor

Stridor adalah bunyi melengking yang terdengar ketika bayi mengambil napas. Bagi bayi yang terlahir dengan laringomalasia, stridor sudah terlihat saat mereka lahir. Umumnya, kondisi ini muncul ketika bayi berusia 2 minggu.

Stridor menjadi semakin terlihat saat bayi terlentang dan menangis. Biasanya, bunyi ini akan menjadi semakin nyaring pada bulan-bulan awal usia bayi. 

2. Mengalami GERD

Tak hanya orang dewasa, bayi dengan laringomalasia juga bisa mengalami gastroesophageal reflux disorder atau GERD

Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa nyeri, sensasi terbakar (heartburn), dan iritasi.

Selain itu, GERD juga bisa memperburuk pembengkakan yang berkaitan dengan kondisi laringomalasia pada bayi. 

3. Berat badan tidak meningkat

GERD yang berkaitan dengan penyakit laringomalasia juga dapat menyebabkan bayi muntah setelah menyusu. 

Akibatnya, berat badan bayi cenderung stagnan bahkan berkurang. Saat menyusu pun, bayi juga cenderung lebih rewel.

4. Apnea

Apnea adalah kondisi ketika bayi berhenti bernapas sejenak. Hal ini juga bisa menjadi indikator terjadinya laringomalasia. Biasanya, jeda napas bisa berlangsung selama lebih dari 10 detik. 

Selain itu, bayi dengan laringomalasia juga kerap tersedak saat menelan sesuatu.

5. Sianosis

Bayi dengan laringomalasia juga bisa mengalami sianosis yaitu kulit menjadi kebiruan. Hal ini terjadi karena kadar oksigen dalam darah terlalu rendah.

Apabila bayi sudah terlihat sangat tidak nyaman dengan gejala yang timbul, bahkan kesulitan bernapas, segera bawa ke rumah sakit. 

Beberapa tanda kondisi darurat yang perlu mendapat penanganan medis segera antara lain:

  • Jeda bernapas (apnea), bahkan berhenti bernapas selama lebih dari 10 detik sekali
  • Bersusah payah menarik dada dan leher hanya untuk bernapas
  • Bibir dan kulit di sekitarnya membiru 

Penyebab laringomalasia

Belum diketahui pasti penyebab penyakit laringomalasia pada bayi baru lahir. Bahkan, tidak ada kelompok tertentu yang memiliki faktor risiko menderita laringomalasia. 

Para ahli menganggap bahwa penyakit laringomalasia terjadi karena pertumbuhan abnormal pada saraf pita suara saat masih berada di dalam kandungan. Ini termasuk adanya kelainan tonus otot di saluran napas bagian atas. 

Selain itu, laringomalasia juga bisa terjadi karena faktor keturunan. Namun, bukti yang mendukung teori ini masih perlu digali lebih dalam. Jika terjadi karena faktor keturunan sekalipun, biasanya berhubungan dengan Costello syndrome dan Gonadal dysgenesis.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, ada tiga kemungkinan penyebab penyakit laringomalasia pada bayi, yaitu:

  • Kelainan bawaan pada bentuk laring bayi baru lahir (teori anatomi)
  • Tulang rawan atau kartilago laring yang belum matang sehingga memiliki kelenturan abnormal (teori kartilago)
  • Kelainan pada sistem saraf pusat dan inti batang otak yang bertanggung jawab terhadap sistem pernapasan (teori neurogenik)

Baca juga: Napas Bayi Grok-Grok Apakah Berbahaya?

Cara mendiagnosis laringomalasia

Awalnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis untuk memastikan kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan. 

Selanjutnya, dokter akan melakukan tes nasopharyngolaryngoscopy (NPL) untuk melihat kotak suara bayi dengan kamera kecil, sekaligus memastikan kondisi laringomalasia pada bayi. 

Selain NPL, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis laringomalasia berupa:

  • Rontgen leher atau dada
  • Microlaryngoscopy and bronchoscopy (ML&B)
  • Fluoroskopi saluran napas
  • Impedance probe untuk mengukur jumlah asam lambung yang mencapai kerongkongan bayi
  • CT scan dengan rekonstruksi 3D
  • Ekokardiografi
  • Evaluasi endoskopi fungsi menelan atau functional endoscopic evaluation of swallowing (FEES)

Cara mengatasi laringomalasia

Pada sebagian besar kasus, laringomalasia akan membaik dengan sendirinya, setidaknya hingga usianya menginjak satu tahun. Meski begitu, orang tua harus rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memantau pertumbuhan si Kecil sekaligus kondisi laringomalasia yang dialaminya. 

Jika penyakit laringomalasia pada bayi menimbulkan gejala mengganggu atau semakin parah, pemberian obat-obatan atau pembedahan mungkin diperlukan. 

1. Obat laringomalasia 

Pada kondisi laringomalasia yang disertai GERD, dokter akan meresepkan obat anti-reflux untuk membuat gejala tidak nyaman akibat GERD lebih terkendali.

2. Operasi laringomalasia 

Operasi untuk mengatasi laringomalasia biasanya dilakukan pada bayi yang mengalami masalah pernapasan atau pertumbuhannya sangat buruk. Operasi ini disebut dengan supraglottoplasty. 

Prosedur supraglottoplasty dilakukan lewat mulut bayi untuk merapatkan jaringan di atas pita suara. Setelah operasi tuntas dilakukan, biasanya nafsu makan bayi akan meningkat dan cara bernapasnya jadi jauh lebih baik. 

Baca Juga

  • Jenis Olahraga yang Tepat dan Aman untuk Penderita Bronkitis
  • 8 Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Apa Saja yang Harus Diketahui Orangtua?
  • Mata Bayi Kuning, Kapan Orang Tua Bisa Tenang dan Harus Waspada?

Itulah beberapa fakta seputar laringomalasia yang menyebabkan napas bising pada bayi baru lahir. Sebagian besar kasus ini bisa hilang saat bayi memasuki usia satu tahun. Namun, jika gejala semakin parah hingga mengganggu pernapasan dan pertumbuhan bayi, pemberian obat-obatan dan tindakan operasi mungkin diperlukan. 

Jika masih ada pertanyaan seputar laringomalasia atau penyakit lain pada bayi, Anda juga bisa berkonsultasi melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang! 

Advertisement

bayi pilekpenyakit pernapasanbayi baru lahir

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved