Seputar Kista Payudara yang Wajib Diketahui Para Wanita

(0)
27 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Kista payudara umumnya jarang berkembang menjadi kankerSADARI dapat membantu mendeteksi kista payudara
Bagi sebagian orang, kista payudara terdengar mengerikan. Faktanya, kondisi ini umumnya jarang berkembang menjadi kanker. Kista payudara adalah kantung berisi cairan di dalam payudara yang bersifat jinak (nonkanker).Anda dapat memiliki satu atau lebih benjolan kista, baik pada salah satu maupun kedua payudara. Benjolan tersebut berbentuk bulat atau oval yang terasa seperti anggur atau balon berisi air. Namun, terkadang benjolan kista payudara juga terasa kencang.

Penyebab kista payudara

Kista payudara berkembang ketika terjadi penumpukan cairan di dalam kelenjar payudara. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, perubahan hormon dipercaya memicu pembentukan kista. Beberapa bukti menunjukkan bahwa kelebihan estrogen dalam tubuh dapat merangsang jaringan payudara sehingga menyebabkan timbulnya benjolan kista. Oleh sebab itu, kista payudara biasanya tidak berkembang setelah menopause karena tingkat estrogen yang menurun.Kista tersebut umumnya terjadi pada wanita sebelum menopause, yakni antara usia 35-50 tahun. Namun, bisa juga ditemukan pada wanita dari segala usia, termasuk wanita pascamenopause yang menggunakan terapi hormon

Jenis dan gejala kista payudara

Jenis-jenis kista payudara dibedakan berdasarkan ukurannya, yakni kecil atau besar. Berikut adalah penjelasannya.
  • Mikrokista

Mikrokista merupakan benjolan kista yang terlalu kecil untuk diraba, tapi mungkin dapat terlihat pada tes pencitraan, seperti mammogram atau ultrasound.
  • Makrokista

Makrokista merupakan benjolan kista yang cukup besar untuk diraba dan dapat tumbuh dengan diameter sekitar 2,5-5 cm. Kista payudara yang besar bisa menekan jaringan payudara di sekitarnya sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada payudara.
Benjolan kista mudah digerakan
Adanya benjolan kista yang teraba tentu bisa membuat Anda khawatir. Beberapa gejala kista payudara yang penting untuk Anda perhatikan, yaitu:
  • Benjolan kista mudah digerakan dengan tepi yang jelas
  • Keluarnya cairan dari puting payudara yang bening, kekuningan, atau cokelat tua
  • Nyeri di area benjolan payudara
  • Ukuran benjolan meningkat dan terasa nyeri menjelang menstruasi
  • Ukuran benjolan menurun setelah menstruasi.
Lakukanlah SADARI untuk mendeteksi sedini mungkin adanya benjolan di payudara. Selanjutnya, jika Anda khawatir memiliki kista, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pengobatan kista payudara

Kista payudara yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala apa pun umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, guna meminimalisir ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kista payudara, Anda dapat melakukan beberapa perawatan berikut di rumah:

1. Menggunakan bra yang pas

Jika kista payudara terasa sakit, menopang payudara dengan bra yang berukuran pas dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.

2. Meletakkan kompres

Jika kista terasa nyeri, kompres hangat atau dingin pada payudara dapat meredakan nyeri tersebut.

3. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri membantu meredakan nyeri payudara
Anda juga dapat meredakan nyeri payudara dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen.Akan tetapi, jika benjolan kista semakin membesar atau terasa berbeda dari waktu ke waktu, pengobatan medis mungkin diperlukan. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang bisa diambil.

4. Aspirasi jarum halus

Aspirasi jarum halus dapat mendiagnosis dan mengobati kista payudara jika dokter mengeluarkan semua cairan dari kista. Benjolan payudara pun akan menghilang dan gejala bisa diatasi. Namun, untuk beberapa kasus, Anda mungkin perlu mengeluarkan cairan tersebut lebih dari sekali karena ada kemungkinan terjadinya kista berulang atau tumbuh kista baru.

5. Penggunaan hormon

Menggunakan pil KB untuk mengatur siklus menstruasi dapat membantu mengurangi kemungkinan kambuhnya kista payudara. Biasanya, metode ini hanya dianjurkan bagi wanita yang memiliki gejala parah. Menghentikan terapi hormon setelah menopause juga dapat membantu mencegah kista payudara.

6. Operasi

Pada kasus yang parah, pembedahan untuk mengangkat kista payudara mungkin diperlukan. Prosedur ini dapat dipertimbangkan jika kista payudara terus muncul kembali, berisi cairan bernoda darah, atau menunjukkan tanda yang mengkhawatirkan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kista payudara, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kistatumor jinak payudarapayudara
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562196/
Diakses pada 14 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/symptoms-causes/syc-20370284
Diakses pada 14 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cysts/diagnosis-treatment/drc-20370290
Diakses pada 14 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15691-breast-cysts
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait