Seputar Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 2020 yang Perlu Anda Ketahui

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan 2020 cukup tinggi
Kartu Indonesia Sehat (credit: Shutterstock/JG ARIF WIBOWO)

Naiknya iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2020 lalu sempat membuat gempar para pengguna asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah tersebut. Meski demikian, ada beberapa alternatif yang dapat Anda lakukan, agar tetap dapat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang terjangkau.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sendiri bukannya tanpa pertimbangan. Salah satu penyebab keputusan tak populer ini diambil adalah untuk menutup atau setidaknya meminimalisir defisit yang dialami oleh BPJS Kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak tahun 2014, BPJS Kesehatan terus mengalami defisit, yakni Rp 1,9 triliun pada 2014, Rp 9,4 triliun (2015), Rp 6,7 triliun (2016), Rp 13,8 triliun (2017), dan Rp 19,4 triliun (2018). Defisit ini diprediksi akan semakin parah jika iuran tidak dinaikkan, yakni mencapai Rp 32 triliun pada 2019, Rp 44 triliun (2020), Rp 56 triliun (2021), dan Rp 65 triliun (2022).

Iuran BPJS Kesehatan yang baru

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat karena besarannya yang tak tanggung-tanggung, yakni sekitar 65 persen hingga lebih dari 100 persen. Seperti dituangkan dalam Pasal 34 Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 Tahun 2019, iuran BPJS Kesehatan yang baru adalah sebagai berikut:

  • Kelas III: dari Rp 25.500/bulan menjadi Rp 42.000/bulan
  • Kelas II: dari Rp 51.000/bulan menjadi Rp 110.000/bulan
  • Kelas I: dari Rp 80.000/bulan menjadi Rp 160.000/bulan.

Meskipun demikian, kenaikan 100 persen hanya dibebankan kepada peserta bukan penerima upah (PBPU) alias peserta mandiri yang terdaftar di kelas I dan II. Sedangkan untuk peserta kelas III yang merupakan peserta bantuan iuran (PBI) dari pemerintah, tetap dapat menerima layanan fasilitas BPJS seperti biasa dan tetap gratis.

Dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 2020 ini, pemerintah berjanji untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi pesertanya. Selain diusahakan oleh BPJS Kesehatan, hal ini juga harus dibantu oleh usaha dari Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, maupun fasilitas kesehatan itu sendiri.

Cara menurunkan kelas BPJS Kesehatan

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan bukan berarti Anda tidak bisa lagi menikmati pelayanan kesehatan yang terjangkau. Jika Anda memang keberatan membayar kenaikan iuran tersebut, jalan tengahnya adalah menurunkan kelas BPJS yang Anda daftarkan.

Jika Anda kini berada di kelas I, Anda bisa menurunkannya ke kelas II atau III. Sedangkan bila Anda kini berada di kelas II, Anda bisa menurunkannya ke kelas III.

Perbedaan dari tiap kelas ini hanya terdapat pada jenis kamar perawatan dan kelas rawat inap saja. Sedangkan untuk rawat jalan, BPJS Kesehatan menjanjikan bahwa pelayanan yang akan Anda terima akan sama saja.

Meski demikian, perlu diingat bahwa kelas III hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu. Jika Anda bersikeras yang ingin turun kelas, berikut beberapa prosedur yang dapat Anda pilih:

  • Aplikasi mobile JKN

Unduh aplikasi “mobile JKN” lewat ponsel Anda, buka aplikasi tersebut, kemudian login. Selanjutnya, klik menu ubah data peserta dan masukkan data yang ingin Anda ubah.

  • BPJS Kesehatan Care Center

Anda dapat menghubungi nomor telepon 1500 400, kemudian mengutarakan keinginan untuk mengganti kelas BPJS Kesehatan. Petugas kemudian akan memandu Anda.

  • Mobile Customer Service (MCS)

Anda dapat menghubngi petugas MCS pada hari dan jam kerja, kemudian menyampaikan keinginan untuk menurunkan kelas. Anda akan diminta mengisi formulir daftar isian peserta (FDIP), kemudian menunggu antrean untuk mendapat pelayanan penggantian kelas yang dimaksud.

  • Mal Pelayanan Publik

Anda cukup datang ke mal pelayanan publik, mengisi FDIP, kemudian mengantre untuk dilayani.

  • Kantor Cabang atau Kabupaten/Kota

Prosedurnya mirip dengan ketika Anda mendatangi mal pelayanan publik, yakni datang lalu mengisi FDIP. Selanjutnya Anda mengantre dan menunggu untuk dilayani.

BPJS mengingatkan bahwa penurunan kelas terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini hanya dibuka hingga 30 April 2020. Perubahan kelas ini juga akan diberlakukan otomatis kepada satu keluarga yang sudah mendaftar sebelum 1 Januari 2020.

Bila Anda memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan sebelum kenaikan, Anda tetap dapat mengajukan penurunan kelas. Hanya saja, status kepesertaan Anda masih berstatus tidak aktif dan belum bisa digunakan hingga Anda melunasi tunggakan tersebut.

Kementerian Keuangan RI. https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/iuran-bpjs/
Diakses pada 25 januari 2020

Badan Pemeriksa Keuangan. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/122788/perpres-no-75-tahun-2019
Diakses pada 25 januari 2020

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/pages/detail/2014/13
Diakses pada 25 januari 2020

BPJS Kesehatan. https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/post/read/2019/1397/Perubahan-Kelas-Tidak-Sulit-Dengan-Program-Praktis
Diakses pada 25 januari 2020

Kompascom/ https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/01/062100365/rincian-besaran-tarif-iuran-bpjs-kesehatan-yang-berlaku-mulai-hari-ini?page=all
Diakses pada 25 januari 2020

Artikel Terkait