Seputar Kedokteran Forensik dan Medikolegal serta Jenis Pelayanannya


Kedokteran forensik dan medikolegal merupakan cabang ilmu kedokteran yang memberikan pelayanan medis terkait penegakan hukum pidana atau perdata. Seorang dokter forensik memiliki wewenang dalam melakukan autopsi, mengumpulkan bukti medis, hingga mengevaluasi informasi dari investigasi.

0,0
21 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Orang yang memiliki spesialisasi dalam ilmu kedokteran forensik disebut sebagai dokter forensikIlmu kedokteran forensik dan medikolegal memiliki peran dalam penegakan hukum
Pernahkah Anda mendengar istilah forensik dalam berita-berita kriminal? Proses ini dipimpin oleh dokter yang memiliki latar belakang kedokteran forensik. Secara umum, kedokteran forensik adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip ilmu kedokteran untuk tujuan hukum, baik perdata maupun pidana, untuk memajukan peradilan.Ilmu yang diterapkan dapat berupa cabang ilmu kedokteran apa saja, termasuk pemeriksaan laboratorium. Forensik juga berkaitan dengan aspek hukum dalam praktik medis, hubungan dokter dengan pasien, dan etika medis.Berdasarkan keahliannya, dokter forensik kerap dilibatkan dalam penyelidikan hukum. Selain ilmu kedokteran forensik, bidang studi medis lainnya yang juga dapat berkaitan dengan hukum adalah medikolegal.

Mengenal ilmu kedokteran forensik dan medikolegal

Dikutip dari laman RSUPN Cipto Mangunkusumo, ilmu kedokteran forensik dan medikolegal merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang memberikan pelayanan kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum.Lantas, apa itu medikolegal? Medikolegal adalah istilah yang mengacu pada medis (kedokteran) dan legal (hukum). Studi medikolegal merupakan proses pembelajaran dan penerapan metode medis dan ilmiah yang digunakan sebagai bukti dalam kasus hukum. Medikolegal juga disebut sebagai  "kedokteran hukum" atau "yurisprudensi medis".Kata medikolegal ditambahkan pada ilmu kedokteran forensik karena memasukkan bahasan hukum medis (medical law), yakni cabang hukum yang mengatur praktik medis yang benar, sebagai salah satu bidang yang diajarkan.Pada awalnya, kedokteran forensik di Indonesia bernaung di bawah organisasi profesi Ikatan Ahli Patologi Indonesia (IAPI) bersama dengan ahli patologi anatomi dan ahli patologi klinik. Ketiga profesi tersebut kemudian berdiri sendiri.Ahli kedokteran forensik kemudian membentuk payung organisasinya sendiri yang bernama Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

Pendidikan dokter spesialis forensik

Untuk menjadi seorang dokter forensik di Indonesia, ada beberapa jenjang pendidikan yang perlu Anda tempuh.
  • Pertama-tama adalah pendidikan kedokteran umum sekitar 7-8 semester untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).
  • Setelah lulus sebagai Sarjana Kedokteran, Anda kemudian dapat mengenyam pendidikan profesi atau tahap klinik. Calon dokter melakukan praktik sebagai co-ass di tempat-tempat layanan kesehatan dengan pengawasan dokter yang lebih senior.
  • Sebelum bisa praktik sebagai dokter umum, Anda perlu mengikuti ujian untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi Dokter (SKD) dan mengikuti program internship (magang) selama satu tahun.
  • Calon dokter spesialis forensik kemudian harus menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal sekitar 6 semester. Setelah selesai, Anda akan memperoleh gelar sebagai Spesialis Forensik (Sp.F).

Pelayanan yang dilakukan oleh dokter forensik

Secara umum, pelayanan kedokteran forensik terdiri dari pemeriksaan kedokteran forensik patologi dan pemeriksaan kedokteran klinik.
  • Kedokteran forensik patologi adalah subspesialis patologi yang memiliki bidang kompetensi khusus dalam memeriksa orang yang meninggal secara mendadak, tidak terduga, atau dengan kekerasan. Maka dari itu, bisa dibilang dokter forensik patologi merupakan orang yang ahli dalam menentukan penyebab dan cara kematian seseorang.
  • Kedokteran forensik klinik adalah subspesialisasi kedokteran forensik yang berkaitan dengan penilaian medikolegal individu hidup. Termasuk di dalamnya adalah perkiraan usia, penilaian cedera, pemeriksaan kekerasan seksual dan fisik, serta malpraktik.
Pemeriksaan yang diberikan oleh unit forensik klinik adalah pemeriksaan pada korban hidup, termasuk memeriksa adanya luka dan kemungkinan keterlibatan racun.Jenis layanan dari unit forensik klinik di antaranya adalah asuransi korban hidup dan pemeriksaan korban hidup di IGD. Unit forensik patologi dapat melakukan pemeriksaan fisik luar, otopsi, pengawetan jenazah, serta pemeriksaan/identifikasi kerangka.Sementara itu, unit forensik patologi memeriksa korban mati untuk menentukan apakah ia kehilangan nyawanya secara wajar atau tidak.Pemeriksaan yang dilakukan dokter forensik juga dapat berupa pemeriksaan laboratorium dan pemberian layanan konsultasi medikolegal.

Berbagai tindakan yang dilakukan dokter forensik

Proses autopsi
Ilustrasi autopsi yang dilakukan dokter forensik
Dokter forensik dapat melakukan visum pada orang yang masih hidup atau sudah meninggal. Seorang dokter forensik telah dilatih secara khusus untuk melakukan hal-hal berikut:
  • Melakukan autopsi untuk menentukan ada atau tidaknya penyakit, cedera, atau keracunan.
  • Mengumpulkan bukti medis, seperti bukti jejak dan sekresi, untuk mendokumentasikan kekerasan dan untuk merekonstruksi bagaimana seseorang menerima cedera.
  • Mengevaluasi informasi dari investigasi historis dan penegakan hukum yang berkaitan dengan cara kematian seseorang.
Dokter spesialis forensik biasanya dilibatkan dalam kasus hukum, baik pidana atau perdata, melalui permintaan resmi dari polisi atau jaksa.Tugas dokter forensik selanjutnya adalah membantu penyelidikan sebagai ahli medis. Peran ahli ini akan berlanjut sepanjang proses penegakan hukum, termasuk proses pengadilan, atas permintaan pengadilan dan/atau salah satu pihak yang terlibat.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
operasi
HSC UNM. https://hsc.unm.edu/omi/about/faq/forensic-pathologist.html
Diakses 6 Juli 2021
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/forensic-medicine
Diakses 6 Juli 2021
Britannica. https://www.britannica.com/topic/forensic-medicine
Diakses 6 Juli 2021
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/318825096_Forensic_Medicine_VS_Forensic_Pathology_A_Difference_That_Everyone_Should_Know
Diakses 6 Juli 2021
Top Doctors UK. https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/medicolegal#
Diakses 6 Juli 2021
Saudi Commision for Health Specialties. https://www.scfhs.org.sa/MESPS/TrainingProgs/TrainingProgsStatement/Documents/Forensic%20Medicine%20Curriculum%20WCP%20-%20MV.pdf
Diakses 6 Juli 2021
Universitas Indonesia. https://fk.ui.ac.id/departemen-ilmu-kedokteran-forensik-dan-medikolegal.html
Diakses 6 Juli 2021
Universitas Islam Indonesia. https://fk.uii.ac.id/en/departemen/ilmu-kedokteran-forensik/
Diakses 6 Juli 2021
Universitas Airlangga. https://spesialis1.ikf.fk.unair.ac.id/sejarah
Diakses 6 Juli 2021
Biofar. https://biofar.id/tahapan-menjadi-dokter-spesialis/
Diakses 6 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait