Hal yang Wajib Anda Ketahui Seputar Imunisasi Measles Rubella untuk Anak

(0)
26 Dec 2019|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Imunisasi measles rubella wajib diberikan kepada anakImunisasi measles rubella wajib diberikan pada anak sejak usia dini
Imunisasi penting untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya, salah satunya adalah measles atau campak dan penyakit rubella. Kedua penyakit ini cenderung melanda anak-anak dan dapat menyebabkan kematian.Oleh karenanya orangtua sangat perlu untuk memberikan imunisasi measles rubella kepada anak. Lantas, seperti apakah imunisasi measles rubella dan apa saja yang perlu diketahui oleh orangtua sebelum memberikan imunisasi measles rubella kepada anak.

Apa itu imunisasi measles rubella?

Imunisasi measles rubella (MR) adalah pengganti vaksin measles, mumps, and rubella (MMR) mengapa digantikan dengan MR? karena penyakit gondongan (mumps) yang relatif sudah jarang ditemui dan dapat sembuh dengan sendirinya.Penting bagi anak untuk segera menjalani imunisasi measles rubella sebanyak dua kali, yaitu saat berusia 15 bulan dan lima tahun. Namun, tidak semua anak bisa mengikuti imunisasi measles rubella.Bila anak Anda telah mengikuti imunisasi campak pada usia 12 bulan, maka Si Kecil tidak boleh menjalani imunisasi measles rubella.Namun, jika anak Anda telah menjalani imunisasi campak pada usia sembilan bulan, maka anak boleh mengikuti imunisasi measles rubella ketika berusia 15 bulan karena  jangka waktu dari imunisasi campak  ke MR adalah enam bulan.Imunisasi measles rubella biasanya diberikan lebih lambat dari imunisasi lainnya karena masih terdapat antibodi dari ibu yang diberikan kepada anak yang mampu melindungi Si Kecil dari penyakit-penyakit tertentu sampai dengan usia satu tahun.Oleh karenanya, efek imunisasi measles rubella baru akan terasa saat anak sudah berusia satu tahun ke atas.Anak Anda juga tidak boleh menjalani imunisasi measles rubella jika mengalami kondisi di bawah ini:
  • Memiliki orangtua yang memiliki masalah dengan daya tahan tubuh seperti HIV.
  • Memiliki alergi terhadap vaksin yang digunakan dalam imunisasi measles rubella.
  • Memiliki alergi terhadap neomycin atau gelatin.
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Mengidap tuberkulosis.
  • Menjalani imunisasi lain dalam kurun waktu empat minggu.
  • Sedang sakit atau tidak enak badan, misalnya terserang pilek, dan sebagainya.
  • Memiliki sistem imun yang lemah karena penyakit atau penanganan medis tertentu.

Seberapa efektif imunisasi measles rubella?

Imunisasi measles rubella diyakini sangat efektif dalam mencegah campak dan rubella serta mengurangi risiko terkena komplikasi dari kedua penyakit tersebut.Satu dosis dari vaksin imunisasi memiliki efektivitas sebesar 97 persen dalam mencegah rubella dan 93 persen dalam menangani campak.Menjalani imunisasi measles rubella bukan berarti Anda 100 persen kebal dari penyakit campak dan rubella, anak bisa saja tetap terjangkit campak ataupun rubella, tetapi tidak akan separah anak lain yang tidak menjalani imunisasi.

Apakah ada efek samping dari imunisasi measles rubella?

Umumnya, anak tidak akan mengalami efek samping dari imunisasi measles rubella dan kalaupun terkena efek samping dari imunisasi measles rubella, jarang yang mendapatkan dampak yang serius.Biasanya, efek samping dari imunisasi measles rubella yang dapat dialami adalah:
  • Demam.
  • Rasa sakit dan kekakuan pada persendian yang terjadi secara sementara.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Ruam-ruam yang ringan.
  • Pendarahan atau kadar trombosit yang rendah.
  • Bagian suntikan yang terasa nyeri.
  • Kejang, namun kondisi ini sangat jarang terjadi
Pada kasus yang jarang terjadi, anak berpotensi mengalami radang otak dan reaksi alergi yang serius terhadap vaksin dari imunisasi measles rubellaOrangtua perlu berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memberikan imunisasi measles rubella kepada anak. Anda juga bisa bertanya kepada dokter anak mengenai jadwal imunisasi anak lainnya.
tips parentingimunisasi anakrubella
CDC. https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html
Diakses pada 26 Desember 2019
CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mmr/public/index.html
Diakses pada 26 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/measles#incubation-period
Diakses pada 26 Desember 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 26 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rubella/symptoms-causes/syc-20377310
Diakses pada 26 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/children/vaccines/measles-mumps-and-rubella-mmr-vaccine#1
Diakses pada 26 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait