Seputar Ikatan Ibu dan Anak Perempuan Beserta Cara Membangunnya


Ikatan ibu dan anak perempuan ternyata sangatlah kuat bahkan melebih ikatan dengan anak laki-laki. Hal ini dibuktikan oleh penelitian dalam The Journal of Neuroscience.

0,0
06 Sep 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ikatan ibu dan anak perempuan terjalin begitu kuatIbu dan anak perempuan memiliki ikatan yang begitu kuat
Ada anggapan bahwa anak perempuan cenderung lebih dekat dengan ibu. Hal tersebut dikarenakan ikatan ibu dan anak perempuan terjalin dengan kuat. Ikatan ini bahkan telah terjalin sejak anak masih dalam kandungan. Mari kenali lebih lanjut tentang fakta ikatan ibu dan anak perempuan, berbagai potensi gangguannya, hingga cara-cara memperkuatnya.

Ikatan ibu dan anak perempuan lebih kuat

Orangtua memiliki pengaruh genetik dan lingkungan yang besar terhadap kognisi, perilaku, maupun otak anak. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience pada tahun 2016 melakukan pemindaian MRI pada 35 keluarga dengan kondisi kesehatan yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab gangguan emosional yang kerap diturunkan ibu pada anak perempuannya.Hasil pemindaian menunjukkan bahwa ibu dan anak perempuan memiliki asosiasi atau keterikatan positif dari volume gray matter regional di otak pada bagian otak yang mengatur emosi (sirkuit kortikolimbik), meliputi amigdala, hippocampus, korteks cingulate anterior, dan korteks prefrontal. Asosiasi antara ibu dan anak perempuan ini lebih besar jika dibandingkan dengan asosiasi yang dimiliki ibu dan anak laki-laki, ayah dan anak perempuan, serta ayah dan anak laki-laki. Dengan kata lain, hubungan ibu dengan anak perempuan lebih terikat secara emosional dan memahami satu sama lain. Anak perempuan umumnya menjadikan ibunya sebagai panutan. Ia akan melihat dan meniru apa yang sang ibu lakukan. Walaupun begitu, seiring bertambahnya usia tak dapat dipungkiri jika mungkin timbul konflik-konflik di antara keduanya.

Penyebab rusaknya ikatan ibu dan anak perempuan

Ikatan ibu dan anak perempuan memberi dampak yang besar pada kehidupannya. Jika ikatan tersebut dipenuhi perhatian, kasih sayang, cinta, dan batasan yang sesuai, hubungan yang saling menghormati tentunya dapat terbentuk.
melakukan kekerasan pada anak
Melakukan kekerasan bisa merusak ikatan antara ibu dan anak
Namun, ikatan ibu dan anak perempuan bisa rusak karena beberapa faktor, seperti:
  • Mengendalikan anak secara berlebihan
  • Tidak ada saat anak membutuhkan
  • Selalu mengkritik apa yang dilakukan anak
  • Melakukan kekerasan pada anak
  • Bermusuhan dengan anak
  • Tidak merasa dekat dengan anak.
Rusaknya ikatan ibu dan anak perempuan dapat berdampak buruk pada anak sehingga menyebabkan ia merasa rendah diri, mengalami depresi, sulit percaya dan berkomitmen pada hubungan di masa depan, serta memicu anak bermusuhan dan berperilaku agresif bahkan pada orang lain. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga hubungan ibu dengan anak perempuan agar selalu baik.

Cara membangun ikatan ibu dan anak perempuan

Ibu memiliki peran penting dalam membangun karakter anak. Supaya anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, berikut cara membangun ikatan ibu dan anak perempuan dengan tepat:

1. Mendengarkan ketika anak berbicara

anak menceritakan buku yang dibaca
Ketika anak berbicara cobalah mendengarkannya dengan baik
Alih-alih selalu merasa benar, cobalah dengarkan baik-baik ketika anak berbicara. Ia mungkin akan mengungkapan apa yang dirasakannya atau dipikirkan olehnya. Ibu pun dapat mengajukan pertanyaan pada anak untuk menghindari kesalahpahaman. Jangan sering memotong saat anak menjelaskan. Hal ini akan membuat anak merasa didengar dan dihargai sehingga ikatan antara Anda dan dirinya dapat semakin kuat.

2. Menjalin komunikasi yang terbuka

Anak sering kali merasa takut untuk menyampaikan hal yang tak ia sukai yang dilakukan oleh ibunya. Jika anak hanya memendamnya, kondisi ini bisa menimbulkan konflik berkepanjangan. Biarkan anak mengatakannya pada Anda. Misalnya, anak mengatakan bahwa ia tidak menyukai jika Anda terlalu protektif. Beri penjelasan kepadanya mengapa Anda melakukan hal tersebut dan cobalah introspeksi diri. Sebaliknya, Anda juga dapat mengatakan apa yang dilakukan oleh anak yang tidak Anda suka, contohnya pulang larut malam.

3. Cari tahu apa yang anak suka

ibu dan anak bermain
Ibu harus mencari tahu apa yang anak sukai
Mencari tahu apa yang anak suka dapat mempererat hubungan ibu dan anak perempuan. Misalnya, jika anak gemar bermain piano, ibu bisa membelikan piano untuknya atau ikut mencoba memainkan alat musik tersebut.

4. Ada ketika anak membutuhkan

Ketika anak membutuhkan Anda, pastikan Anda ada untuknya. Misalnya, jika ia ada masalah dengan temannya, cobalah dengarkan curhatannya dan beri anak solusi yang tepat. Namun, Anda juga harus mengajari anak untuk mandiri agar tidak tumbuh menjadi anak yang manja.

5. Saling memaafkan

Untuk menjaga ikatan ibu dan anak perempuan, penting untuk saling memaafkan saat mengalami konflik. Hindari bersikap egois. Anda dapat menasehati anak jika ia membuat kesalahan agar tidak mengulanginya lagi.Walaupun ikatan ibu dan anak perempuan begitu kuat, batasan tertentu antara orangtua dan anak tetap harus ada. Hal ini dapat membantu memelihara hubungan yang saling menghormati sehingga anak tidak bersikap kurang ajar.Sementara itu, jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
ibu dan anaktips mendidik anakcara mendidik anak
The Journal of Neuroscience. https://www.jneurosci.org/content/36/4/1254
Diakses pada 23 Agustus 2021
Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/mother-daughter-relationship_00516514/
Diakses pada 23 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait