Seputar Gula Fruktosa dan Risiko Bahayanya untuk Kesehatan


Fruktosa adalah jenis gula sederhana yang terdapat pada gula pasir. Namun, mengonsumsinya berlebihan dipercaya bisa menyebabkan sejumlah risiko yang berbahaya.

0,0
01 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fruktosa adalah jenis gula sederhana yang terkandung dalam buahBuah-buahan mengandung fruktosa dalam jumlah yang relatif rendah
Tidak banyak orang yang mengetahui apa itu fruktosa. Padahal konsumsi fruktosa dalam jumlah yang tinggi dipercaya dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Untuk mengenal lebih lanjut seputar fruktosa dan potensi bahayanya, berikut adalah penjelasan yang bisa Anda simak.

Apa itu fruktosa?

Fruktosa adalah jenis gula sederhana dalam gula pasir yang biasa kita konsumsi sehari-hari. Terdapat beberapa fungsi fruktosa bagi tubuh, di antaranya membantu menghasilkan energi, menyimpan energi dalam bentuk glikogen, dan membentuk lemak dalam tubuh.Selain fruktosa, gula pasir juga mengandung glukosa yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Fruktosa juga dapat ditemukan pada berbagai pemanis, seperti sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS).Fruktosa telah lama digunakan sebagai pemanis dalam industri makan dan minuman, misalnya minuman ringan, permen, cookies, pastry, dan jeli. Jika Anda menemukan keterangan “gula tambahan” dalam kemasan sebuah produk, biasanya produk tersebut tinggi fruktosa. Sebetulnya, gula fruktosa juga terkandung dalam buah-buahan dan segelintir sayur-mayur, seperti apel, pir, buah prem, asparagus, daun bawang, dan bawang merah. Namun, kadarnya relatif rendah sehingga aman dikonsumsi.

Benarkah fruktosa berbahaya untuk kesehatan?

Konsumsi fruktosa secara berlebihan disinyalir dapat memicu obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker. Namun, klaim ini masih menuai pro kontra dan dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya. Walaupun begitu, Anda tetap perlu waspada terhadap risiko bahaya fruktosa dalam gula tambahan berikut ini.
  • Perlemakan hati nonalkoholik

Sebelum bisa digunakan tubuh, fruktosa harus diubah menjadi glukosa oleh hati supaya bisa dikonversi menjadi energi. Namun, jika Anda mengonsumsi makanan tinggi fruktosa secara berlebihan, hati bisa kelebihan beban dan malah mengubahnya menjadi kumpulan lemak. Kondisi ini dapat memicu terjadinya perlemakan hati nonalkoholik. Jika tidak ditangani dengan tepat, perlemakan hati nonalkoholik dapat menyebabkan peradangan hati berat, sirosis hati, dan gagal hati.
  • Meningkatkan kolesterol jahat

gula fruktosa
Fruktosa dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat
Fruktosa dapat meningkatkan kadar kolesterol very low-density lipoprotein (VLDL) yang umumnya membawa trigliseridaKolesterol ini diproduksi oleh hati dan dilepaskan melalui aliran darah. Ketika kadarnya meningkat, penumpukan lemak di sekitar organ bisa terjadi sehingga berpotensi memicu penyakit jantung.
  • Meningkatkan kadar asam urat

Salah satu risiko bahaya fruktosa adalah meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini bisa terjadi jika Anda mengonsumsi minuman ringan dengan gula tambahan secara berlebihan. Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan sendi terasa nyeri, kemerahan, dan meradang.
  • Menyebabkan resistensi insulin

suntik insulin ke perut
Mengonsumsi fruktosa berlebihan dapat memicu terjadinya resistensi insulin
Terlalu banyak fruktosa yang diproses hati juga bisa menyebabkan penumpukan lemak dan penumpukan trigliserida dengan cepat. Kondisi ini dapat mendorong terjadinya resistensi insulin yang memicu penyakit diabetes tipe 2.
  • Meningkatkan risiko obesitas

Fruktosa dapat menyebabkan resistensi leptin yang mengganggu regulasi lapar-kenyang dan dapat meningkatkan risiko obesitasSelain itu, gula fruktosa tidak memberikan rasa kenyang yang lama sehingga Anda bisa saja menjadi lebih banyak makan setelah mengonsumsinya.Masih dibutuhkan lebih banyak penelitian pada manusia untuk memastikan berbagai risiko bahaya fruktosa ini. Walaupun fruktosa dianggap aman untuk dikonsumsi, tidak ada salahnya membatasi asupan gula tambahan untuk menghindari risikonya. Anda juga bisa mendapatkan sumber fruktosa yang lebih sehat dari buah-buahan, beberapa jenis sayur-mayur, madu, tetes tebu, dan lainnya. Buah dan sayur umumnya kaya akan serat dan berbagai vitamin lainnya yang baik untuk kesehatan.Jika Anda ingin bertanya seputar kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
kolesterolinsulinobesitashidup sehat
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3197219/
Diakses pada 17 Juni 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC552336/
Diakses pada 17 Juni 2021
Neliti. https://media.neliti.com/media/publications/151132-ID-konsumsi-fruktosa-berlebihan-dapat-berda.pdf
Diakses pada 17 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonalcoholic-fatty-liver-disease/symptoms-causes/syc-20354567
Diakses pada 17 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323818#fructose-vs-glucose
Diakses pada 17 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/why-is-fructose-bad-for-you#TOC_TITLE_HDR_5
Diakses pada 17 Juni 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/279731-what-are-the-functions-of-fructose-in-the-body/
Diakses pada 17 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait