Seputar Flek Paru pada Anak yang Harus Orangtua Waspadai


Flek paru pada anak disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami batuk berkepanjangan, demam, berat badan turun, dan pembesaran kelenjar getah bening.

0,0
15 Oct 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Flek paru pada anak disebabkan oleh infeksi bakteriFlek paru pada anak dapat ditandai dengan batuk terus-menerus
Flek paru atau tuberkulosis (TBC) bisa menimpa orang dewasa maupun anak-anak. Flek paru pada anak merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya, bahkan dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.
Dalam jurnal The Lancet Public Health volume 4 tahun 2019, disebutkan bahwa pada tahun 2018, secara global diperkirakan ada 1 juta kasus penyakit tuberkulosis dan 233 ribu kematian terkait penyakit tersebut terjadi pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Supaya Anda bisa mewaspadainya, kenali penyebab, gejala, dan cara mengobati flek paru pada anak berikut ini.

Penyebab flek paru pada anak

Flek paru-paru pada anak merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menular dan menyebar melalui udara ketika penderita TBC memercikan lendir atau dahak saat batuk maupun bersin. Anak-anak umumnya terinfeksi setelah berulang kali tidak sengaja menghirup bakteri tersebut. Ada pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko TBC atau flek paru pada anak, di antaranya:
  • Tinggal serumah dengan orang dewasa yang menderita TBC
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita diabetes atau HIV
  • Lahir di negara yang memiliki jumlah kasus TBC yang tinggi
  • Tinggal di tempat penampungan, misalnya tunawisma
  • Tinggal di tempat padat penduduk
  • Mengunjungi negara yang berada dalam status endemik TBC atau kontak langsung dengan orang yang tinggal di negara tersebut.
Namun, tidak semua anak yang terinfeksi akan langsung menderita TBC. Bakteri ini bisa berdiam di paru-paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lain karena sistem kekebalan tubuhnya menyerang dan mencegah penyebaran lebih lanjut.Selain itu, lebih kecil kemungkinannya bagi anak-anak untuk menyebarkan bakteri TBC ke orang lain. Sebab, sebagian besar penyakit TB pada anak tingkat penularannya lebih rendah daripada yang terjadi pada orang dewasa.Anak berusia kurang dari 10 tahun yang menderita flek paru cenderung tidak batuk terlalu keras dan memiliki sedikit bakteri dalam sekresi lendirnya. Alhasil, penyebaran bakteri pun lebih jarang terjadi.

Gejala flek paru pada anak

anak batuk
Batuk lebih dari tiga minggu harus diwaspadai 
Setelah infeksi bakteri TBC berkembang, anak bisa menunjukkan berbagai gejala. Berikut gejala flek paru pada anak yang harus diwaspadai orangtua.
  • Batuk lebih dari tiga minggu
  • Demam
  • Menggigil
  • Lemas
  • Berkeringat di malam hari
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Nyeri dada
  • Mengeluarkan dahak berdarah
  • Napas berat dan cepat
  • Kelenjar getah bening membesar.
Jika Anda merasa khawatir gejala tersebut mengindikasikan penyakit flek paru pada anak, segera bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam mendiagnosis flek paru pada anak, dokter dapat melakukan tes kulit dan rontgen dada.

Cara mengobati flek paru pada anak

Anak yang positif TB tapi tidak menunjukkan gejala flek paru, dianjurkan melakukan pengobatan untuk mencegah penyakit TB berkembang. Anak berusia di atas 2 tahun dapat mengonsumsi obat isoniazid-rifapentin sekali seminggu selama 12 minggu atau obat rifampisin yang dikonsumsi setiap hari selama 4 bulan.Sementara itu, jika flek paru-paru pada anak aktif, ia harus mengonsumsi beberapa obat antibiotik selama 6-9 bulan. Walaupun telah membaik, jangan sampai berhenti minum obat sebelum waktu yang telah diinstruksikan oleh dokter karena bisa membuat penyakitnya kambuh lagi.Selain itu, jika obat tidak dikonsumsi dengan tepat, bakteri yang masih hidup di paru-paru bisa menjadi resisten terhadap obat tersebut. TB yang resisten terhadap obat akan lebih sulit dan lama untuk diobati, bahkan bisa berlangsung selama 18-24 bulan. Jadi, pastikan obat TBC dikonsumsi sesuai resep dokter.

Pantangan flek paru pada anak

Selain pengobatan medis, terdapat beberapa pantangan flek paru pada anak yang harus dihindari. Berikut adalah berbagai pantangan tersebut.

1. Terpapar asap rokok

asap rokok
Jauhkan anak dari paparan asap rokok
Salah satu pantangan flek paru pada anak adalah terpapar asap rokok. Sebab, paparan asap rokok pada anak yang terinfeksi bisa meningkatkan risiko TB paru berkembang dengan segera. Jadi, jika ada anggota keluarga dalam rumah yang merokok, segera jauhkan anak darinya.

2. Mengonsumsi makanan tidak sehat

Hindari memberikan makanan tidak sehat ketika anak mengalami flek paru, seperti makanan pedas dan berminyak, atau makanan cepat saji.Untuk meningkatkan imunitas anak, Anda dapat memberinya makanan tinggi protein, seperti kedelai, produk susu, telur, dan daging. Selain itu, perbanyak konsumsi sayur-mayur dan buah-buahan.

3. Melewatkan minum obat

Seperti telah disebutkan sebelumnya, tidak mengonsumsi obat TB secara teratur bisa menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obat, bahkan membuat kondisi anak semakin memburuk. Walaupun mungkin anak bosan minum obat, demi kesembuhannya berikan ia obat sesuai dengan instruksi dokter sampai pengobatannya selesai.

4. Pergi ke sekolah

anak mengalami demam
Anak harus beristirahat dengan cukup
Ketika mengalami flek paru, sebaiknya anak tidak pergi ke sekolah dulu. Beristirahatlah dengan cukup agar kondisinya bisa segera pulih. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah penularan kepada anak lain. Anak dapat bersekolah kembali setelah dokter menyatakan jika TBC-nya tidak menular.

5. Tidak menutup mulut ketika batuk atau bersin

Pantangan flek paru pada anak selanjutnya adalah tidak menutup mulut ketika batuk atau bersin. Apabila anak sering melakukan hal tersebut, bakteri TBC dapat menyebar di udara dan menularkan orang di dekatnya. Ajari anak untuk menutup mulutnya dengan siku bagian dalam atau tutup menggunakan tisu saat batuk maupun bersin. Jika perlu, pakaikan masker pada anak ketika melakukan kontak dekat dengan orang lain.

6. Berada dalam ruangan berventilasi buruk

Bakteri TBC dapat berkembang di lingkungan yang lembap. Sehingga, jika anak berada dalam ruangan yang berventilasi buruk maka dapat memicu penularan. Maka dari itu, pastikan ada akses cahaya dan ventilasi pada ruangan agar sinar matahari dan udara bisa masuk, misalnya dengan membuka jendela.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar flek paru pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tbcbatuknyeri dadabatuk berdarah
CDC. https://www.cdc.gov/tb/topic/populations/tbinchildren/default.htm
Diakses pada 01 Oktober 2021
University of Rochester. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02548
Diakses pada 01 Oktober 2021
The Lancet. https://www.thelancet.com/journals/lanpub/article/PIIS2468-2667(19)30134-3/fulltext
Diakses pada 01 Oktober 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Tuberculosis.aspx
Diakses pada 01 Oktober 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tuberculosis-tb/
Diakses pada 01 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
Diakses pada 01 Oktober 2021
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/tbtuberculosis-in-children-symptomstreatment-and-more/
Diakses pada 01 Oktober 2021
Pubmed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9039447/
Diakses pada 01 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait