Seputar Escherichia Coli dan Gangguan Kesehatan yang Ditimbulkannya

Bakteri Escherichia Coli alias E. coli bisa picu banyak penyakit
Bakteri E. coli bisa picu berbagai penyakit

Escherichia Coli atau E. coli adalah bakteri yang biasanya hidup di usus manusia. Dalam kondisi normal, bakteri ini tidak akan menyebabkan gangguan dan justru berguna untuk kesehatan pencernaan. Namun, pada kondisi tertentu, bakteri ini bisa berubah menjadi berbahaya.

E. coli sendiri terdiri dari beberapa jenis, dan masing-masingnya bisa menyebabkan penyakit yang berbeda. Jenis yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan biasanya ditemukan dari makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Jadi saat Anda tidak sengaja mengonsumsinya, maka infeksi bakteri ini bisa terjadi di tubuh.
Infeksi bakteri E. coli umumnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Namun pada kondisi yang parah, dibutuhkan lebih banyak waktu dan perawatan intensif untuk meredakannya.

Penyakit yang bisa disebabkan oleh bakteri E. coli

Ada beberapa jenis bakteri E.coli yang bermanfaat untuk tubuh. Namun jenis lainnya berisiko memicu penyakit. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat kontaminasi bakteri ini.

Salah satu jenis bakteri E.coli bahkan dapat memproduksi racun yang disebut Shiga. Racun ini akan merusak dinding usus Anda, sehingga memicu berbagai penyakit pencernaan. Jenis bakteri ini disebut juga sebagai STEC atau Shiga toxin-producing E.coli.

Jenis bakteri Escherichia Coli lainnya, O157:H7, bahkan bisa memicu timbulnya gangguan kesehatan yang cukup parah. Bakteri ini dikenal dapat menyebabkan orang yang terinfeksi mengalami BAB berdarah, muntah-muntah, dan kram perut.

Bahkan, bakteri jenis tersebut adalah bakteri yang paling sering menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Selain itu, gejala seperti kejang, demam, perdarahan, linglung dan gagal ginjal pada orang dewasa juga bisa disebabkan oleh E. coli jenis O157:H7.

Penyebab infeksi bakteri E.coli

Umumnya, kontaminasi bakteri ini bisa terjadi pada orang-orang yang kurang menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berikut ini beberapa alur penyebaran bakteri E. coli yang perlu Anda waspadai.

1. Mengolah dan mengonsumsi makanan yang tidak bersih

Apabila makanan mentah diolah dengan cara yang tidak bersih, maka kontaminasi bakteri E. coli sangat mungkin terjadi. Berikut ini beberapa kebiasaan yang bisa membuat Anda terinfeksi bakteri ini.

  • Tidak cuci tangan sebelum dan setelah memasak maupun makan
  • Tidak membersihkan alat masak dengan baik, sehingga terjadi kontaminasi silang. Misalnya, pisau yang digunakan untuk memotong ayam kemudian dipakai lagi untuk memotong buah yang kemudian langsung dimakan tanpa memasaknya
  • Mengonsumsi produk susu yang sudah basi.
  • Mengonsumsi makanan yang disimpan dengan suhu yang tidak tepat.
  • Mengonsumsi makanan yang kurang matang, terutama daging-dagingan, termasuk unggas dan sapi
  • Mengonsumsi makanan laut mentah
  • Minum susu perah segar yang tidak disterilkan terlebih dahulu
  • Makan sayur atau buah mentah tanpa mencucinya dengan baik

2. Proses pemotongan yang tidak tepat

Jika metode pemotongan hewan yang dilakukan di peternakan maupun rumah pemotongan kurang tepat, bakteri yang ada di usus hewan bisa mengontaminasi daging maupun bagian lain yang akan dikonsumsi.

3. Air yang terkontaminasi

Pada daerah yang kesulitan untuk menjangkau sumber air bersih dan pengaturan sanitasinya buruk, infeksi bakteri E. coli rentan terjadi. Sebab, air yang ada rentan mengalami kontaminasi oleh bakteri dari kotoran manusia dan hewan di sekitar daerah tersebut.

4. Menyebar antarmanusia

Bakteri E. coli bisa menyebar antar manusia jika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah buang air besar, dan langsung menyentuh atau menyalami orang lain.

Panti jompo, sekolah, dan tempat penitipan anak adalah tempat yang berpotensi menyebarkan E. coli antarmanusia.

5. Penyebaran langsung dari binatang

Orang yang pekerjaan sehari-harinya harus melakukan kontak langsung dengan sapi, kambing, dan domba, berisiko lebih besar terinfeksi E. coli. Bakteri bisa masuk ke tubuh apabila orang tersebut tidak langsung cuci tangan setelah menyentuh hewan secara langsung.

Gejala infeksi bakteri E.coli

Gejala infeksi bakteri E. coli yang menyerang usus biasanya akan muncul 1-10 hari setelah paparan terjadi. Lalu, setelah muncul, gangguan ini umumnya akan terjadi antara 5-10 hari. Sedangkan gejala yang disebabkan oleh bakteri dari jenis E. coli O157 rata-rata akan muncul 3-4 hari setelah infeksi terjadi.

Berikut ini beberapa kondisi yang sering muncul saat seseorang terinfeksi E. coli.

  • Sakit perut dan kram perut tiba-tiba
  • BAB cair yang biasanya muncul beberapa saat setelah perut mulai terasa sakit
  • BAB beradarah
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Badan terasa lemas

Sementara itu pada kondisi infeksi yang parah, gejala yang timbul bisa berupa:

  • Urine berdarah
  • Jumlah urine yang keluar saat buang air kecil terus berkurang
  • Pucat
  • Kulit terlihat memar tanpa sebab yang jelas
  • Dehidrasi

Apabila Anda merasakan gejala E.coli yang parah, segera hubungi dokter. Sebab jika dibiarkan, bakteri ini bisa terus merusak berbagai organ di tubuh dan menimbulkan komplikasi seperti kerusakan sel darah merah hingga gagal ginjal.
Perawatan infeksi bakteri E. coli

Hingga saat ini belum ada intruksi khusus yang dapat dilakukan untuk memusnahkan bakteri penyebab infeksi tersebut dari tubuh. Seringkali, infeksi ini bisa reda dengan sendirinya selama Anda banyak minum air putih dan istirahat yang cukup.

Namun yang perlu diperhatikan, saat Anda mengalami mencret atau BAB cair karena bakteri ini, jangan mengonsumi obat diare. Sebab, obat-obatan ini akan memperlambat kerja sistem pencernaan sehingga bakteri akan bertahan lebih lama di usus.

Biarkan tinja keluar saat memang harus keluar, sambil Anda memastikan terus mengonsumsi cairan yang cukup agar tidak dehidrasi. Pada infeksi E.coli, penggunaan antibiotik juga tidak disarankan karena bisa meningkatkan risiko komplikasi.

Apabila infeksi yang Anda alami sudah sangat parah seperti sindrom uremik hemolitik, maka dokter akan memenuhi kebutuhan cairan melalui infus. Perawatan lain seperti transfusi darah dan prosedur cuci darah atau dialisis juga mungkin dilakukan.

Cara mencegah infeksi Escherichia Coli

Agar bisa terhindar dari bakteri E. coli, selalu lakukan langkah berikut ini:

  • Pastikan mencuci bersih semua sayur, buah, daging serta makanan apapun yang akan dimasak dan dimakan.
  • Masak daging hingga matang, terutama daging giling.
  • Jangan minum susu segar yang baru diperah tanpa disterilkan terlebih dahulu.
  • Cuci bersih setiap alat makan dan masak setiap selesai menggunakannya.
  • Simpan makanan dengan benar di kulkas. Jangan simpan sayur dan buah di dekat daging.
  • Rajin cuci tangan sebelum dan setelah makan dan memasak, maupun setelah menggunakan kamar mandi.
  • Jangan jajan sembarangan.
  • Jaga kebersihan hewan peliharaan dan cuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan.

Infeksi bakteri Escherichia Coli terhitung sangat mungkin untuk dihindari selama Anda menjaga kebersihan diri dengan baik. Selain itu, langkah pencegahan di atas juga akan membantu Anda terhindar dari berbagai penyakit lain, seperti hepatitis A dan tifus.

WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/food-poisoning/what-is-e-coli#1
Diakses pada 19 Juni 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/e-coli-infection
Diakses pada 19 Juni 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/68511
Diakses pada 19 Juni 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/e-coli/diagnosis-treatment/drc-20372064
Diakses pada 19 Juni 2020

Artikel Terkait