Seputar Bayi Prematur: Penyebab, Masalah Tumbuh Kembang, dan Ciri-cirinya

(0)
Bayi prematur berisiko mengalami masalah tumbuh kembang dan kesehatan sehingga membutuhkan perawatan khusus saat lahirDibandingkan bayi normal, tubuh bayi prematur akan terlihat kecil dan sangat rapuh
Setiap ibu hamil pasti mendambakan proses persalinan yang berjalan dengan normal. Namun, kondisi-kondisi tertentu terkadang membuat ibu hamil terpaksa harus melahirkan lebih cepat dari waktu yang diperkirakan. Akibatnya, bayi dalam kandungan kemudian lahir dalam kondisi prematur. Lahir lebih cepat dari waktu normal, bayi prematur mungkin akan mengalami masalah medis tertentu atau gangguan kesehatan jangka panjang seperti cacat fisik maupun mental.

Apa yang membedakan bayi prematur dengan bayi normal?

Normalnya, proses persalinan baru akan terjadi saat kandungan Anda telah memasuki usia 40 minggu. Sementara itu, Anda dinyatakan mengalami kelahiran prematur jika proses persalinan dilakukan ketika usia kandungan kurang dari 37 minggu.Dibandingkan bayi normal, tubuh bayi prematur akan terlihat kecil dan sangat rapuh. Berikut ini kondisi tubuh yang umumnya dimiliki oleh bayi prematur:
  • Kulit: belum berkembang sepenuhnya, kulit bayi prematur mungkin akan tampak kering, bersisik, berkilau, atau tembus cahaya. Selain itu, ada kemungkinan bayi tidak memiliki lemak di bawah kulit yang menjaga tubuhnya tetap hangat.
  • Mata: pada awal kelahiran, kelopak mata bayi Anda mungkin akan menempel menutupi penglihatannya. Kondisi ini biasanya akan membaik seiring berjalannya waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah risiko terjadinya retinopati prematuritas pada bayi prematur. Kelainan ini dapat berdampak pada penglihatan bayi. Bayi prematur dengan berat lahir < 1500 gram dan/atau usia kehamilan < 32 minggu, atau bayi prematur dengan usia kehamilan < 37 minggu dengan berat lahir < 2500 gram, disertai faktor risiko infeksi, mendapatkan transfusi darah, serta terapi oksigen selama setidaknya 7 hari DIWAJIBKAN menjalani skrining retinopati prematuritas.
  • Rambut: bayi prematur mungkin hanya mempunyai sedikit rambut saat lahir. Selain itu, Anda kemungkinan juga akan menemukan adanya rambut-rambut halus (lanugo) yang menempel pada tubuh bayi.
  • Alat kelamin: ketika lahir, alat kelamin bayi prematur mungkin akan terlihat sangat kecil (laki-laki). Dalam beberapa kasus, ada juga bayi prematur yang alat kelaminnya belum berkembang.
  • Fungsi organ tubuh: fungsi organ tubuh bayi prematur kemungkinan belum bekerja secara optimal. Akibatnya, suhu tubuh, pernapasan, maupun detak jantung bayi Anda mungkin akan tidak normal. 
Meski begitu, kondisi yang dialami oleh masing-masing bayi prematur mungkin akan berbeda satu sama lain. Perawatan intensif biasanya diperlukan untuk mengatasi kondisi-kondisi yang dapat membahayakan nyawa bayi Anda.

Penyebab bayi lahir prematur

Berbagai masalah kehamilan menjadi penyebab bayi prematur
Masalah medis yang dialami ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir prematur
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab bayi lahir prematur. Namun, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko kelahiran prematur. Faktor-faktor tersebut di antaranya:
  • Ibu hamil menderita salah satu dari beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, atau tekanan darah tinggi.
  • Tidak mendapat cukup asupan gizi sebelum atau selama masa kehamilan
  • Menggunakan obat-obatan terlarang, mengonsumsi minuman beralkohol, dan merokok selama masa kehamilan
  • Terserang infeksi saluran kemih atau selaput ketuban
  • Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya
  • Masalah pada rahim
  • Berusia di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun
Maka dari itu, sebaiknya Anda rutin berkonsultasi dan memeriksakan kondisi kandungan Anda ke dokter. Hal tersebut perlu Anda lakukan untuk mencegah risiko-risiko yang mungkin muncul pada proses kelahiran.

Masalah tumbuh kembang bayi prematur

Tidak seperti bayi pada umumnya, bayi yang lahir prematur mungkin akan mengalami masalah tumbuh kembang dan kesehatan ketika beranjak dewasa. Tidak hanya secara fisik, gangguan tumbuh kembang bayi prematur juga dapat terjadi secara sosial dan emosional.Berikut ini sejumlah masalah yang mungkin muncul seiring pertumbuhan bayi prematur dari waktu ke waktu:

1. Komunikasi

Meski tidak terjadi pada semua anak, beberapa bayi prematur mungkin akan mengalami masalah pada kemampuan untuk berkomunikasi. Akibatnya, beberapa dari mereka mungkin akan kesulitan untuk berbicara atau memahami perkataan orang lain.Selain itu, kesulitan berkomunikasi ini mungkin saja dapat menjadi tanda awal adanya masalah pendengaran hingga kemampuan belajar dan berpikir pada bayi Anda.

2. Fisik dan motorik

Sekitar 40 persen bayi yang lahir prematur mengalami gangguan motorik ringan. Gangguan motorik ini sendiri dapat berupa:
  • Keterampilan motorik, misalnya memegang pensil
  • Perencanaan motorik, misalnya mencari cara untuk berjalan melewati rintangan
  • Koordinasi motorik visual, misalnya menyalin bentuk dari sesuatu yang dilihat
  • Keterampilan sensorimotorik, misalnya membawa gelas penuh air tanpa tumpah
Selain motorik, bayi yang lahir prematur juga cenderung punya masalah fisik, khususnya pada gigi. Sejumlah masalah gigi yang mungkin dialami oleh bayi prematur meliputi:
  • Lapisan luar (enamel) gigi tidak normal, kemungkinan terlihat abu-abu atau kecokelatan. Di sisi lain, lapisan luar gigi yang buruk dapat meningkatkan potensi gigi berlubang.
  • Pertumbuhan gigi lebih lambat dibandingkan bayi normal
  • Munculnya lengkungan atau lekukan tinggi pada langit-langit mulut

3. Fungsi indera

Dalam beberapa kasus, bayi prematur mungkin mengalami masalah pada fungsi indera seperti pendengaran, penglihatan, dan sensitivitas.
  • Pendengaran: bayi prematur mungkin akan mengalami gangguan pada pendengaran mereka. Untuk mengatasi masalah itu, dokter pada umumnya akan mengambil langkah penanganan dengan penggunaan alat bantu dengar atau pemasangan implan kokea.
  • Penglihatan: bayi prematur berisiko menderita permasalahan retina (retinopati prematuritas). Apabila tidak dideteksi segera dan dilakukan tatalaksana segera, maka dapat berakibat hilangnya respons penglihatan. Selama berada di rumah sakit, bayi yang lahir prematur harus menjalani tes mata secara teratur supaya masalahnya dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
  • Sensitivitas: beberapa bayi prematur mungkin akan memiliki kepekaan tinggi terhadap suara atau sentuhan. Namun, sebagian dari mereka mungkin juga mempunyai ambang nyeri yang lebih rendah dibandingkan bayi normal.

4. Kemampuan belajar dan berpikir

Bayi yang lahir prematur mungkin akan mengalami gangguan dalam belajar dan berpikir, misalnya kesulitan untuk membaca, merencanakan sesuatu, hingga mengerjakan tugas. Kondisi ini baru akan terlihat ketika anak Anda duduk di bangku sekolah. Maka dari itu, dukungan dari orangtua dan guru sangat diperlukan supaya anak mampu menerima ilmu yang diberikan dengan baik.

5. Sosial dan emosional

Kemampuan sosial bayi yang lahir prematur mungkin tidak akan sebaik bayi normal. Jika tidak ditangani dengan baik, mereka nantinya akan kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan, mengikuti aturan, dan bersosialisasi dengan orang lain.Selain itu, kondisi emosional yang belum stabil mungkin juga akan menyebabkan anak prematur menjadi lebih cepat marah. Hal ini terjadi karena mereka mengalami kesulitan dalam mengatasi dan mengelola perasaan.

Risiko kesehatan bayi yang lahir prematur

Ada risiko kesehatan yang mengintai bayi prematur sehingga membutuhkan perawatan khusus
Bayi prematur membutuhkan perawatan khusus untuk memantau kondisi kesehatannya
Semakin awal proses kelahiran prematur, maka makin besar potensi bayi Anda mengalami masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang mungkin terjadi dan mengancam keselamatan nyawa bayi prematur, di antaranya:
  • Perdarahan di otak
  • Perdarahan di paru-paru
  • Hipoglikemia (gula darah rendah)
  • Sepsis neonatal (infeksi darah yang disebabkan oleh bakteri)
  • Pneumonia (infeksi dan peradangan pada paru-paru)
  • Anemia (kekurangan sel darah merah)
  • Gangguan pernapasan akibat paru-paru yang kurang berkembang
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter biasanya akan memberikan perawatan-perawatan khusus. Sayangnya, dalam beberapa kasus, kondisi-kondisi di atas juga berpotensi menjadi penyakit jangka panjang atau bahkan bisa mengakibatkan kecacatan.

Ciri-ciri bayi prematur tumbuh dan berkembang dengan sehat

Sama seperti bayi pada umumnya, ada beberapa ciri yang menunjukkan bayi prematur tumbuh dan berkembang dengan sehat. Berikut ciri-ciri bayi prematur tumbuh dan berkembang dengan sehat:
  • Merespons suara dan sentuhan yang Anda berikan (indera pendengaran dan kepekaan bekerja dengan baik).
  • Bisa melakukan kontak mata, tersenyum, dan bercanda dengan orang lain (kemampuan berkomunikasinya tumbuh dengan baik).
  • Tidak sering menangis dan mampu beristirahat dengan baik (sistem saraf bayi Anda semakin matang).
  • Mampu menopang berat tubuhnya sendiri (otot-ototnya mulai menguat).
  • Mulai tertarik dengan benda-benda yang memiliki pola, warna, atau bergerak (menjadi bukti bahwa indera penglihatan dan fungsi otaknya bekerja dengan baik),
  • Menaruh perhatian pada suara di sekitar (indera pendengarannya  berkembang dengan baik dan otaknya mulai mampu membedakan suara).
Meskipun telah menunjukkan ciri-ciri di atas, Anda sebaiknya tetap rutin melakukan konsultasi dengan dokter mengenai kondisi si kecil. Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai kondisi bayi prematur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh kembang bayicacat lahircacat bawaanbayi prematurperkembangan bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/premature-infant
Diakses pada 19 Oktober 2020
Pregnancy, Birth, and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/premature-baby
Diakses pada 19 Oktober 2020
Raisingchildren.net.au. https://raisingchildren.net.au/newborns/premature-babies/development/premature-development-concerns
Diakses pada 19 Oktober 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/development/social/8-signs-of-a-healthy-baby/
Diakses pada 19 Oktober 2020
Edy Siswanto J, Sauer PJ. Retinopathy of prematurity in Indonesia: Incidence and risk factors. J Neonatal Perinatal Med. 2017;10(1):85-90. doi: 10.3233/NPM-915142. PMID: 28304327.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait