logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Mengenal Gejala Asma pada Anak dan Cara Mengatasinya

open-summary

Asma pada anak adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai dengan sering batuk, suara mengi, dan sesak napas. Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.


close-summary

3.61

(18)

24 Des 2021

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Asma pada anak bisa dipicu oleh asap rokok, polusi, hingga debu

Asma pada anak bisa dikontrol dengan pengobatan yang tepat

Table of Content

  • Penyebab asma pada anak
  • Gejala asma pada anak
  • Apa saja obat asma anak?
  • Merawat anak penderita asma
  • Makanan untuk penderita asma pada anak
  • Cara mencegah kekambuhan asma pada anak

Penyakit asma pada anak sebenarnya tidak berbeda dengan asma yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, terkadang ada perbedaan gejala yang dialami.

Advertisement

Selain itu, anak yang mengidap kondisi ini akan lebih rentan mengalami radang paru-paru dan saluran pernapasan saat pilek atau terpapar zat-zat penyebab alergi, misalnya debu.

Pada beberapa anak, kondisi ini juga membuat mereka kesulitan untuk menjalani keseharian seperti teman sebayanya. Sebab, mereka tidak cukup kuat atau bebas untuk bermain dan berolahraga.

Asma yang diderita anak juga biasanya membuat mereka jadi lebih sering harus bolak-balik ke dokter sehingga berpotensi mengganggu jam sekolahnya.

Asma pada anak tidak bisa disembuhkan dan gejalanya dapat berlanjut hingga dewasa. Namun, dengan perawatan yang tepat, gejala bisa terkendali dan mencegah kerusakan pada paru-paru anak.

Penyebab asma pada anak

Penyebab asma pada anak maupun orang dewasa sebenarnya belum diketahui pasti. Namun, beberapa faktor disinyalir berperan terhadap kondisi ini:

  • Kecenderungan bawaan dalam mengembangkan alergi
  • Mengalami infeksi saluran pernapasan tertentu pada usia yang masih sangat muda
  • Paparan faktor lingkungan, seperti polusi udara maupun asap rokok
  • Faktor genetik (orangtua yang menderita asma).

Jadi, anak yang mengidap penyakit ini biasanya memiliki orangtua atau saudara dekat dengan kondisi serupa. Lantas, sebenarnya apa yang terjadi saat anak mengalami asma?

Pada kondisi normal, saat kita bernapas, udara akan masuk lewat hidung atau mulut lalu turun ke tenggorokan dan berakhir pada paru-paru.

Saat kita membuang napas, proses yang sama akan terjadi dengan urutan dari paru-paru dan berakhir di hidung atau mulut.

Pada anak yang mengalami asma, proses bernapas tidak bisa berjalan semudah ini. Sebab, saat penyakit ini kambuh, jalur udara yang biasa dilewati membengkak dan dipenuhi oleh lendir atau dahak.

Selain itu, otot-otot yang terdapat di jalur napas juga mengencang sehingga jalur napas menjadi lebih sempit dan membuat udara lebih susah lewat. Akibatnya, anak yang mengalami asma akan kesulitan bernapas.

Kondisi asma pada anak sendiri bisa kambuh akibat dipicu oleh beberapa hal, seperti:

  • Infeksi saluran pernapasan. Contoh infeksi yang bisa memicu asma adalah pilek, pneumonia, dan infeksi sinus.
  • Paparan alergen. Beberapa anak yang mengidap asma juga punya alergi terhadap bulu binatang atau debu. Sehingga ketika terpapar hal yang membuatnya alergi, asma bisa kambuh.
  • Paparan iritan. Iritan seperti asap kendaraan, asap rokok, hingga udara dingin juga bisa memicu kambuhnya asma.
  • Cuaca atau udara dingin. Asma yang diderita anak juga bisa kambuh akibat perubahan cuaca atau udara dingin.
  • Olahraga terlalu berat. Bagi anak yang mengidap penyakit ini, olahraga bisa memicu sesak napas dan batuk.
  • Stres. Stres juga bisa membuat anak yang memiliki asma jadi sulit bernapas.

Gejala asma pada anak

anak batuk
Asma dapat menyebabkan anak sering batuk

Gejala asma pada anak yang sering muncul, antara lain:

  • Sering batuk dan bertambah parah saat sedang mengalami infeksi virus, atau udara dingin
  • Batuk di malam hari saat tidur
  • Napas berbunyi (mengi)
  • Sesak napas
  • Dada sesak
  • Susah tidur karena sulit bernapas
  • Saat mengalami infeksi saluran pernapasan, butuh waktu lama untuk sembuh
  • Lemas dan kurang aktif
  • Otot leher dan dada tegang
  • Retraksi dada (tarikan dinding dada bagian bawah)
  • Tampak rewel karena sesak atau tidak nyaman di dada
  • Tidak mau makan.

Sama halnya dengan anak-anak, gejala asma pada bayi juga ditandai dengan sesak napas, napas terengah-engah, mengi, napas cepat atau dangkal, sulit makan atau menyusu, serta wajah dan bibir pucat atau kebiruan.

Berbagai gejala di atas, seperti batuk asma pada anak, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, orangtua perlu menyikapi asma secara serius agar bisa diatasi.

Perlu diingat, tidak semua anak yang mengidap asma akan mengalami gejala yang sama. Sehingga, perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk memastikannya.

Serangan asma yang parah dapat berbahaya jika tidak segera ditangani. Berikut adalah tanda-tandanya:

  • Berhenti di tengah-tengah saat menarik napas
  • Menggunakan otot perut untuk bernapas
  • Batuk parah
  • Sulit berjalan atau berbicara
  • Bibir atau kuku kebiruan
  • Perut mengempis ke bawah tulang rusuk saat bernapas
  • Mengi parah
  • Sesak napas meningkat
  • Detak jantung cepat
  • Lubang hidung melebar
  • Nyeri dada
  • Berkeringat lebih dari biasanya.

Baca Juga

  • Mikrosefalus dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Tumbuh Kembang Anak
  • Sebabkan Hilang Kesadaran dalam Hitungan Menit, Ini Bahaya Keracunan Karbon Monoksida
  • Jangan Asal Pakai, Ini Perbedaan Humidifier, Diffuser, dan Purifier

Apa saja obat asma anak?

Karena asma pada anak bukanlah kondisi yang bisa disembuhkan, maka dokter akan melakukan langkah-langkah untuk meredakan gejalanya ketika kambuh.

Secara umum, cara mengatasi asma pada anak dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perawatan jangka pendek dan perawatan jangka panjang.

1. Perawatan jangka pendek

Perawatan jangka pendek adalah perawatan yang dilakukan segera setelah asma kambuh untuk meredakan gejalanya.

Dokter dapat memberikan obat asma untuk anak yang akan membuka jalur napas secara cepat supaya mereka bisa bernapas lebih lega, seperti bronkodilator, steroid, atau formoterol. 

Karena bersifat jangka pendek, efek obat ini bisa langsung terasa saat diberikan tapi juga cepat hilang.

Pada anak yang berusia di bawah 3 tahun, dokter akan menunggu beberapa saat sebelum memberikan obat jika gejala asma yang dialami tidak terlalu parah. Sebab, efek samping obat asma anak di usia tersebut belum begitu jelas.

Jika gejala asma pada anak bisa mereda tanpa obat, maka dokter akan menghindari pemberian obat. 

Namun, apabila gejala yang terjadi cukup parah, maka dokter akan meresepkan obat yang dinilai paling aman agar anak bisa kembali bernapas dengan lega.

2. Perawatan jangka panjang

inhaler asma
Inhaler asma dapat membantu membuka jalur napas

Obat asma anak yang digunakan dalam jangka panjang bisa membantu mengurangi frekuensi kekambuhan. Untuk mengontrol asma pada anak, dokter dapat meresepkan inhaler asma berisi obat kortikosteroid yang bisa dihirup.

Kortikosteroid adalah obat yang mampu meredakan inflamasi atau peradangan pada saluran pernapasan sehingga bisa membuka jalur napas dengan baik.

Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat asma anak ada yang perlu dikonsumsi setiap hari, tetapi sebagian lainnya tidak.

Pastikan Anda mengikuti instruksi dokter dengan baik ketika menggunakan obat asma pada anak yang bersifat jangka panjang. Usahakan jangan sampai terlewat untuk memberikannya di waktu-waktu yang sudah ditentukan.

Sebab, cara mengobati asma pada anak tidak boleh sembarangan. Anda juga harus menghindari penggunaan yang terlalu sering ataupun melebihi dosis yang dianjurkan karena bisa meningkatkan risiko munculnya efek samping obat.

Merawat anak penderita asma

Jika Anda memiliki anak yang menderita penyakit asma, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawatnya, yaitu:

  • Mengenali dan mencatat gejala asma yang dialami anak
  • Mengenali faktor pemicu asma anak kambuh
  • Menjauhkan anak dari pemicu asma, seperti asap tembakau, bulu hewan peliharaan, atau rokok
  • Memahami berbagai jenis pengobatan untuk asma anak
  • Memastikan penggunaan obat asma anak sesuai resep dokter
  • Berbicara dengan pihak sekolah mengenai kondisi anak.

Dengan memahami kondisinya lebih jauh, Anda dapat membantu asma anak agar lebih terkendali sehingga tidak mengganggu kehidupannya sehari-hari.

Makanan untuk penderita asma pada anak

Dikutip dari Healthline, sebenarnya tidak ada makanan untuk penderita asma pada anak yang spesifik.

Meski begitu, terdapat beberapa makanan yang bisa mendukung fungsi paru-paru pada anak yang mengidap asma, di antaranya:

  • Vitamin D

Menurut Vitamin D Council, mendapatkan asupan vitamin D yang cukup dipercaya bisa mengurangi serangan asma pada anak berusia 6-15 tahun.

Makanan yang mengandung vitamin D meliputi ikan salmon, susu, hingga telur.

  • Vitamin A

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Medicine di tahun 2018 mengungkapkan, anak penderita asma secara umum memiliki kadar vitamin A yang rendah di dalam darah, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengidap asma.

Maka dari itu, vitamin A dipercaya bisa mendukung fungsi paru-paru pada anak yang menderita asma.

Makanan yang mengandung vitamin A, di antaranya brokoli, wortel, bayam, hingga ubi.

  • Apel

Makanan untuk penderita asma pada anak yang baik dikonsumsi selanjutnya adalah apel.

Menurut sebuah penelitian di dalam Journal Nutrition, apel dianggap sebagai buah yang bisa menurunkan risiko asma dan meningkatkan fungsi paru-paru.

  • Pisang

Sebuah survei yang dimuat dalam European Respiratory Journal menemukan bahwa pisang berpotensi bisa meredakan mengi pada penderita asma.

Sebab, buah berwarna kuning ini mengandung antioksidan dan kalium yang dianggap mampu meningkatkan fungsi paru-paru.

Cara mencegah kekambuhan asma pada anak

berhenti merokok
Jauhkan anak dari paparan asap rokok

Kambuhnya asma pada anak memang tidak selalu bisa dicegah. Namun, tetap ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinannya, seperti:

  • Memastikan lingkungan sekitar anak, termasuk rumah, mobil, dan sekolah, bebas dari asap rokok
  • Rutin membersihkan rumah agar tidak ada debu yang menumpuk
  • Memasang air purifier atau air fillter di kamar anak
  • Menjauhkan anak dari binatang peliharaan yang membuatnya alergi
  • Tidak menggunakan pewangi ruangan atau lilin wangi karena bahan di dalamnya berisiko memicu gangguan pernapasan
  • Memastikan anak membawa inhaler-nya, dan mengajarkan cara penggunaan inhaler 20 menit sebelum bermain atau berolahraga di sekolah agar saluran pernapasan tetap terbuka
  • Selama asma terkontrol dengan baik, dorong anak melakukan aktivitas fisik secara teratur agar paru-parunya bekerja lebih efisien
  • Membantu anak menjaga berat badan karena berat badan berlebih akan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai penyakit asma pada anak, orangtua diharapkan bisa lebih waspada jika sewaktu-waktu gejala kekambuhan mulai tampak.

Meski sudah dibekali inhaler dan obat oleh dokter, jangan ragu untuk membawanya ke rumah sakit apabila si kecil terlihat kesulitan untuk bernapas.

Jika Anda ingin bertanya seputar asma pada anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

penyakit anakasmapenyakit pernapasansesak napas

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved