logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC 8 dan Faktor Risikonya

open-summary

Klasifikasi hipertensi menurut JNC 8 adalah prahipertensi, hipertensi tahap 1, dan hipertensi tahap 2. Tensi dikatakan normal jika sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg.


close-summary

25 Agt 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Klasifikasi hipertensi menurut JNC 8

Klasifikasi hipertensi menurut JNC 8 dapat membantu mendeteksi hipertensi pada pasien dewasa.

Table of Content

  • Klasifikasi hipertensi menurut JNC 8
  • Faktor risiko hipertensi berdasarkan JNC 8
  • Catatan dari SehatQ

Dalam memvonis seseorang mengidap penyakit tekanan darah tinggi alias hipertensi, dokter pasti merujuk pada standar tertentu yang diakui oleh dunia medis. Salah satu panduan yang banyak digunakan di Indonesia adalah klasifikasi hipertensi menurut JNC 8.

Advertisement

Joint National Committee (JNC) 8 adalah panduan yang dirilis pada 2014 dan disusun oleh para ahli medis berdasarkan kasus di lapangan (evidence based) sepanjang tahun 1996-2013.

Guideline inilah yang paling banyak digunakan oleh dokter-dokter spesialis penyakit dalam di Tanah Air untuk menggolongkan penyakit hipertensi, mengidentifikasi faktor risiko, beserta cara penanganannya.

Klasifikasi hipertensi menurut JNC 8

no caption
Ada 3 kategori hipertensi berdasarkan JNC 8.

Klasifikasi hipertensi menurut JNC 8 merupakan penyempurnaan dari JNC 7 yang dianggap kurang updated karena dirilis pada 2003 silam.

Selain itu, panduan JNC 8 juga dimaksudkan sebagai jembatan antara panduan terdahulu dengan guideline baru yang dikembangkan oleh Asosiasi Jantung Amerika (AHA) dan Perguruan Tinggi Kardiologi Amerika (ACA).

Panduan klasifikasi hipertensi menurut JNC 8 bertujuan mengidentifikasi penyakit hipertensi pada orang dewasa atau yang berusia di atas 18 tahun. Pertama-tama, JNC 8 mengeluarkan standar normal tekanan darah berdasarkan sistolik maupun diastolik.

Tekanan darah dikatakan normal jika nilai sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg, atau disederhanakan menjadi di bawah 120/80.

Jika memiliki tekanan darah lebih dari, maka Anda akan digolongkan pada salah satu dari 3 kategori hipertensi di bawah ini:

1. Prahipertensi

Prahipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik 120 – 139 mmHg dan diastolik mencapai 80 – 89 mmHg. Jika Anda memiliki kondisi prahipertensi, Anda termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi terkena hipertensi. Karenanya, Anda disarankan untuk merubah gaya hidup untuk mengurangi risiko hipertensi di masa depan.

2. Hipertensi tingkat 1

Hipertensi tingkat 1 adalah kondisi tekanan darah sistolik 140 – 159 mmHg dan diastolik 90 – 99 mmHg. Jika tekanan darah Anda berada pada rentang ini, kemungkinan Anda sudah memerlukan pengobatan karena risiko terjadinya kerusakan pada organ menjadi lebih tinggi.

3. Hipertensi tingkat 2

Kondisi ini ditandai dengan tekanan sistolik > 160 mmHg dan diastolik > 100 mmHg. Penderita biasanya sudah mulai mengalami kerusakan organ tubuh dan kelainan kardiovaskular.

Untuk menetapkan nilai ini, tekanan darah Anda harus diukur lebih dari satu kali dan menunjukkan nilai yang konsisten.

Dalam mengukur tekanan darah, Anda pun diharapkan berada dalam kondisi rileks, tidak merokok atau minum kafein 30 menit sebelum pengukuran, dan tidak berbicara selama tensi diukur.

Jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan prahipertensi, hipertensi tahap 1, apalagi hipertensi tahap 3, mulailah ikuti saran dokter. Anda biasanya disarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat atau dengan mengonsumsi obat hipertensi tertentu.

Hingga kini, tekanan darah memang menjadi patokan untuk mengetahui hipertensi karena kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala, baik itu rasa grogi maupun sulit tidur seperti pendapat banyak orang.

Inilah sebabnya, penyakit tekanan darah tinggi dikatakan sebagai pembunuh dalam senyap karena memang bisa memicu penyakit jantung tanpa menimbulkan gejala.

Baca Juga

  • Penyebab Tekanan Darah Diastolik Rendah atau Tinggi dan Cara Menanganinya
  • Inilah Makanan Pantangan Bagi Penderita Kolesterol, Nomor 7 Favorit Banyak Orang!
  • Memahami Fungsi Otot Jantung dan Berbagai Kemungkinan Gangguannya

Faktor risiko hipertensi berdasarkan JNC 8

no caption
Berhenti merokok bisa kurangi risiko hipertensi.

Selain mengetahui klasifikasi hipertensi menurut JNC 8, mengenal faktor risiko yang dapat membuat Anda terkena hipertensi juga tak kalah pentingnya. Menurut JNC 8, faktor risiko ini dapat digolongkan menjadi 2 kategori, yaitu yang tidak bisa dikontrol dan yang dapat dikontrol.

1. Tidak bisa dikontrol

Beberapa orang memang lebih rawan mengidap penyakit darah tinggi karena faktor yang tidak bisa diubah, seperti faktor usia dan genetik (keturunan). Meski demikian, pemilik faktor risiko ini dapat menjalankan pola hidup sehat untuk beraktivitas secara normal.

2. Bisa dikontrol

Meski tidak ada anggota keluarga yang pernah divonis hipertensi dan Anda masih dalam usia produktif, darah tinggi juga bisa menyerang jika pola hidup tidak sehat.

Aktivitas yang dapat menimbulkan hipertensi misalnya kurang bergerak, terlalu banyak mengonsumsi sodium (garam), kegemukan atau obesitas, merokok dan minum alkohol, stres, diabetes, dan gangguan tidur sleep apnea.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kasus hipertensi di Tanah Air paling banyak disebabkan oleh pola makan yang kurang buah maupun sayur, merokok, konsumsi makanan berlemak secara berlebihan, dan kurang aktivitas fisik.

Namun, faktor risiko ini bisa dikendalikan dengan melakukan langkah CERDIK, yaitu:

  • Cek kesehatan berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin beraktivitas fisik dan berolahraga minimal 30 menit per hari
  • Diet yang sehat dan seimbang
  • Istirahat cukup
  • Kelola stres

Catatan dari SehatQ

Penting juga bagi Anda untuk mengontrol berat badan agar tidak sampai kegemukan atau bahkan obesitas. Pasalnya, untuk setiap penurunan berat badan sebesar 5 kg, tekanan sistolik bisa berkurang hingga 2-10 poin.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai pola hidup sehat.

Advertisement

penyakit jantunghipertensitekanan darah tinggiserangan jantungstroke

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved