Seperti Ini Jajanan Anak Sekolah yang Berbahaya, Orangtua Wajib Tahu

Jajanan anak sekolah seperti minuman berwarna sebaiknya dihindari
Minuman berwarna yang banyak dijual sebagai jajanan anak sekolah sebaiknya dihindari

Banyaknya isu negatif yang beredar seputar jajanan anak sekolah kerap membuat orangtua khawatir. Namun, Anda dapat mengenali jenis jajanan yang sebaiknya dihindari dan menjelaskan kepada anak mengenai bahaya jajan sembarangan.

Jajanan anak sekolah identik dengan rasa yang gurih atau manis, harga yang murah, dan warna yang mencolok. Jangankan memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, jajanan ini bahkan tidak jarang mengandung bahan-bahan berbahaya.

Jajanan anak sekolah yang sebaiknya dihindari

Jajanan anak sekolah banyak macamnya, mulai dari gorengan hingga es sirup. Kemenkes sendiri pernah melakukan pengambilan sampel pada beberapa jenis jajanan anak ini, kemudian diteliti kandungannya.

Dari hasil tersebut, terlihat bahwa beberapa jenis jajanan yang tidak memenuhi standar mutu pangan pada jajanan anak sekolah, yakni:

  • Minuman berwarna dan sirup
  • Produk minuman es
  • Jelly atau agar-agar
  • Bakso.

Semua jenis jajanan tersebut terbukti mengandung zat berbahaya, seperti pemanis, bakteri E. coli, dan pewarna tekstil.

Saat ini, jajanan anak lebih bervariasi, baik dari segi pengolahan maupun merk pada jajanan anak sekolah dalam kemasan. Oleh karena itu, orangtua perlu memberi pengertian pada anak untuk tidak jajan makanan atau minuman yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Mie basah atau tahu yang bentuknya lebih kenyal, tidak mudah hancur, dan memiliki aroma menyengat karena dikhawatirkan mengandung formalin maupun boraks.
  • Minuman es atau sirup dengan warna yang sangat mencolok, terutama merah menyala karena dikhawatirkan mengandung pewarna tekstil rhodamin B. Ciri pewarna ini adalah rasa pahit dan meninggalkan bercak merah di kulit.
  • Kerupuk atau makanan dan minuman lain yang berwaran kuning menyala karena dikhawatirkan jajanan itu mengandung pewarna tekstil kuning metanil. Ciri pewarna ini adalah rasa pahit dan meninggalkan bercak kuning di kulit.

Anak-anak kemungkinan besar tidak bisa mengidentifikasi jajanan berbahaya dengan ciri-ciri di atas. Inilah sebabnya Anda sendiri yang harus mendatangi sekolah untuk melihat sendiri jajanan anak sekolah yang tersedia sambil memberi pengertian dan penjelasan pada anak agar tidak membeli beberapa jajanan secara spesifik.

Bijak dalam memilih jajanan anak sekolah

Selain mengenali jajanan akan sekolah yang berbahaya, Anda pun sebaiknya memberi preferensi pada anak mengenai jajanan yang lebih aman. Jajanan tersebut haruslah aman, bermutu, bergizi, dan disukai oleh anak-anak dengan kriteria sebagai berikut:

  • Bersih, telah dimasak, tidak bau tengik, maupun bau asam
  • Pada jajanan anak sekolah kemasan, produk haruslah tidak kadaluwarsa, komposisi dan nilai gizinya jelas
  • Bila jajanan tersebut tidak berlabel (misalnya pada lontong, donat, dan lemper), pilih jajanan dengan kemasan dalam kondisi baik
  • Batasi jajanan anak sekolah berupa fast food, seperti pizza, ayam goreng tepung, kentang goreng, dan burger
  • Batasi juga konsumsi makanan ringan yang memiliki nilai gizi rendah
  • Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti rujak dan pecel.

Bahaya anak jajan sembarangan

Himbauan agar anak tidak jajan sembarangan bukan tanpa alasan. Pasalnya, ada bahaya yang mengintai pada jajanan anak sekolah yang tidak sesuai standar kesehatan, misalnya:

  • Dalam jangka pendek, anak dapat mengalami perut seperti terbakar (bila mengonsumsi makanan berformalin) hingga sakit perut, diare, dan demam akibat infeksi bakteri e. coli
  • Dalam jangka panjang, anak bisa mengalami gangguan otak, hati dan ginjal ketika terus menerus makan jajanan yang mengandung boraks
  • Bisa menyebabkan kanker pada anak bila memiliki akumulasi kuning metanil atau rhodamin B di dalam tubuhnya.

Jajanan anak sekolah pada umumnya aman dikonsumsi asalkan Anda bisa memastikan kebersihan dan keamanan pangan tersebut secara keseluruhan. Namun untuk meminimalisir keinginan anak untuk jajan, Anda bisa mencoba membawakannya bekal.

Info Pusdatin Kemenkes. https://www.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-pjas.pdf
Diakses pada 14 Maret 2020

BPOM. http://puspaman.pom.go.id/bahan-berbahaya
Diakses pada 14 Maret 2020

BPOM. http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_untuk_Pencapaian_Gizi_Seimbang__Orang_Tua__Guru__Pengelola_Kantin_.pdf
Diakses pada 14 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/e-coli-infection
Diakses pada 14 Maret 2020

Artikel Terkait