Seperti Apa Ciri-ciri Spermatozoa yang Sehat dan Abnormal?

Spermatozoa atau sel sperma dewasa berbentuk seperti berudu
Ilustrasi sperma yang sedang berenang

Anda mungkin sudah familiar dengan istilah sperma. Nah, apakah Anda juga masih mengingat istilah spermatozoa yang sering diajarkan dalam pelajaran Biologi?

Spermatozoa adalah sel sperma dewasa yang fisiknya terdiri atas kepala, badan, dan ekor, serta memiliki panjang sekitar 0,05 milimeter. Kepala spermatozoa mengandung kapsul genetik berisi 23 kromosom yang sangat penting bagi proses terbentuknya zigot organisme baru yang kemudian kita kenal dengan istilah janin atau bayi.

Sementara pada badan sperma terdapat mitokondria yang menyuplai energi untuk aktivitas sperma, seperti berenang menuju sel telur dalam proses fertilisasi. Terakhir, bagian ekor dibentuk dari benang-benang protein yang juga berperan memberi energi pada sel sperma untuk berenang keluar dari cairan semen menuju tempat sel telur berada.

Spermatozoa memainkan peran yang sangat penting dalam sistem reproduksi manusia. Oleh karena itu, penting bagi seorang pria untuk memastikan bahwa organ reproduksinya menghasilkan spermatozoa yang sehat.

Ciri-ciri spermatozoa yang sehat

Spermatozoa yang sehat bukan hanya bisa membuahi sel telur, melainkan memastikan wanita mengalami proses kehamilan yang lancar dan meminimalisir risiko terjadinya keguguran maupun kelahiran prematur. Pada janin, efek sperma yang sehat juga memperbesar terbentuknya embrio yang sempurna, sehat, serta menurunkan risiko bayi lahir dengan cacat bawaan.

Meski spermatozoa berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun kualitas sperma yang baik dapat diukur dari beberapa hal sebagai berikut:

  • Kuantitas (volume)

Normalnya, laki-laki akan mengeluarkan minimal 15 juta spermatozoa dalam setiap mililiter semen saat ia ejakulasi. Semakin banyak jumlahnya, semakin besar kemungkinan sperma itu akan membuahi sel telur sehingga menyebabkan kehamilan.

  • Bentuk

Spermatozoa yang sehat memiliki bentuk kepala yang bulat serta ekor yang panjang sehingga memudahkan mereka untuk berenang mendekati sel telur dalam proses fertilisasi.

  • Pergerakan (motalitas)

Rata-rata spermatozoa bergerak sejauh 3 mm per menit, namun ada juga spermatozoa yang bisa berenang lebih aktif dari itu.

Abnormalitas spermatozoa

Sekitar 15 persen pria mengalami abnormalitas spermatozoa yang berujung pada timbulnya gejala infertilitas. Artinya, mereka akan sulit memiliki keturunan, sekalipun sudah berhubungan seksual dengan wanita tanpa menggunakan pengaman selama bertahun-tahun.

Abnormalitas spermatozoa yang menyebabkan infertilitas disebabkan oleh banyak hal, mulai dari penyakit keturunan, ketidakseimbangan jormon, maupun penyempitan saluran sperma. Beberapa kondisi yang dihubungkan sebagai gejala abnormalitas spermatozoa, antara lain:

  • Disfungsi seksual, misalnya sulit ejakulasi, sedikitnya cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi, penurunan birahi, dan disfungsi ereksi
  • Jumlah sel sperma yang kurang dari 15 juta per mililiter semen atau kurang dari 39 juta sperma per ejakulasi
  • Rasa nyeri atau bengkak di testis
  • Ketidakmampuan mencium bau dan masalah pernapasan yang berulang
  • Tumbuhnya payudara (ginekomastia)
  • Berkurangnya pertumbuhan rambut badan yang menandakan adanya gangguan hormon pria.

Untuk memastikan spermatozoa Anda sehat atau tidak, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Jika dokter memvonis Anda memiliki sel sperma dewasa yang kurang baik, Anda dapat melakukan berbagai langkah untuk memperbaikinya.

Mencegah abnormalitas spermatozoa

Ketika masalah abnormalitas spermatozoa Anda bukan disebabkan oleh penyakit atau faktor keturunan, maka ada tindakan preventif yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya hal ini. Beberapa langkah mudah untuk memastikan kesehatan spermatozoa adalah:

  • Tidak merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang, termasuk steroid anabolik
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menjalani pola hidup sehat serta menjaga berat badan ideal
  • Menghindari paparan zat beracun, seperti pestisida dan logam berat
  • Menghindari hal-hal yang dapat memanaskan skrotum, misalnya menggunakan celana ketat atau bekerja sambil memangku laptop. Skrotum yang hangat atau panas akan menurunkan produksi spermatozoa.

Jika langkah-langkah pencegahan di atas sudah Anda jalani, tapi masalah infertilitas masih muncul, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai perawatan testis untuk mengembalikan fungsi spermatozoa.

North Arizona University. http://www2.nau.edu/gaud/bio301/content/spmtz.htm
Diakses pada 31 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/mens-guide-healthy-fertile-sperm
Diakses pada 31 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773
Diakses pada 31 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/sperm-and-semen-faq
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait