Serba-serbi Spermatozoa, Sel Reproduksi Pria


Spermatozoa terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsinya masing-masing dalam menunjang sel reproduksi pria tersebut. Bagian-bagian tersebut meliputi kepala, badan, dan ekor.

(0)
15 Apr 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Spermatozoa atau sel sperma dewasa berbentuk seperti beruduSpermatozoa terdiri dari kepala, badan, dan ekor
Anda mungkin sudah familier dengan istilah sperma. Nah, apakah Anda juga masih mengingat istilah spermatozoa yang sering diajarkan dalam pelajaran biologi? Ya, spermatozoa adalah nama lain dari sel sperma. Mengetahuinya lebih dalam dapat membantu Anda memahami kesehatan Anda secara menyeluruh.

Mengenal spermatozoa dan bagian-bagiannya

Spermatozoa adalah sel sperma yang keluar bersama air mani saat pria berejakulasi. Sebagai sel reproduksi, sel ini memiliki peran yang amat vital, yakni membuahi sel telur untuk menciptakan kehamilan. Itu sebabnya, kualitas dan kuantitas sperma menjadi penentu tingkat kesuburan seorang pria.Bentuk sel sperma secara umum mirip dengan berudu, alias kecebong. Terdapat 3 bagian utama yang menyusun struktur sperma, yakni:

1. Kepala

Kepala spermatozoa mengandung kapsul genetik berisi 23 kromosom yang sangat penting bagi proses terbentuknya zigot organisme baru yang kemudian kita kenal dengan istilah janin atau bayi.Kepala sel sperma "dipersenjatai" dengan enzim yang disebut hyaluronidase. Saat mencapai sel telur, kepala sperma akan mengeluarkan enzim ini agar dapat menembus sel telur dengan cara menghancurkan asam hialuronat sebagai "benteng" dari sel reproduksi wanita tersebut.

2. Badan

Bagian spermatozoa selanjutnya adalah badan atau bagian tengah. Kandungan sel sperma di bagian badannya meliputi mitokondria yang berfungsi sebagai penyuplai energi untuk aktivitas sel sperma, seperti berenang menuju sel telur dalam proses pembuahan (fertilisasi).

3. Ekor

Bagian sperma yang terakhir adalah ekor. Ekor sperma, disebut juga flagelum, terbentuk dari benang-benang protein yang juga berperan memberi energi pada sel sperma untuk berenang keluar dari air mani menuju tempat sel telur berada.

Ciri-ciri spermatozoa yang sehat

Sel sperma memainkan peran yang sangat penting dalam sistem reproduksi manusia. Oleh karena itu, penting bagi seorang pria untuk memastikan bahwa organ reproduksinya menghasilkan spermatozoa yang sehat.Sel sperma yang sehat bukan hanya bisa membuahi sel telur, melainkan memastikan wanita mengalami proses kehamilan yang lancar dan meminimalisir risiko terjadinya keguguran ataupun kelahiran prematur.Pada janin, sperma yang sehat memperbesar peluang terbentuknya embrio yang sempurna, sehat, serta menurunkan risiko bayi lahir dengan cacat bawaan.Meski berukuran sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, ciri-ciri sperma yang sehat dapat diukur dari beberapa hal, sebagai berikut:
  • Kuantitas (volume): berkisar antara 15-20 juta sel per mililiter air mani yang keluar
  • Bentuk (kekentalan) sperma: air mani yang encer bisa menjadi salah satu tanda jumlah sperma sedikit.
  • Pergerakan (motalitas)
Bentuk dari masing-masing struktur penyusun sperma sangat menentukan kesuburan seseorang. Misalnya saja, ekor sperma yang terlalu pendek dapat memengaruhi kemampuan berenang sel itu sendiri.Sperma yang memiliki struktur normal akan memiliki kesempatan lebih tinggi untuk berenang mencapai sel telur dengan baik.

Sel sperma yang tidak normal

Sayangnya, sekitar 15 persen pria memiliki sperma yang tidak normal, yang dapat berujung pada timbulnya gejala infertilitas. Artinya, mereka akan sulit memiliki keturunan, sekalipun sudah berhubungan seksual dengan wanita tanpa menggunakan pengaman selama bertahun-tahun.Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti penyakit keturunan, ketidakseimbangan hormon, ataupun penyempitan saluran sperma.Beberapa kondisi yang dihubungkan sebagai gejala abnormalitas spermatozoa, antara lain:
  • Disfungsi seksual, misalnya sulit ejakulasi, sedikitnya cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi, penurunan birahi, dan disfungsi ereksi
  • Jumlah sel sperma sedikit, yakni kurang dari 15 juta per mililiter semen atau kurang dari 39 juta sperma per ejakulasi
  • Sperma encer
  • Testis nyeri dan bengkak
  • Ketidakmampuan mencium bau dan masalah pernapasan yang berulang
  • Tumbuhnya payudara (ginekomastia)
  • Berkurangnya pertumbuhan rambut badan yang menandakan adanya gangguan hormon pria.
Untuk memastikan sel sperma Anda sehat atau tidak, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Jika dokter memvonis Anda memiliki sel sperma dewasa yang kurang baik, Anda dapat melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas sperma tersebut.

Cara menjaga kesehatan sel sperma

Apabila sel sperma yang tidak normal bukan karena penyakit atau faktor keturunan, ada beberapa penerapan dan perubahan aya hidup yang bisa menjaga sperma tetap sehat.Beberapa langkah mudah untuk memastikan kesehatan spermatozoa adalah:
  • Tidak merokok dan menggunakan obat-obatan terlarang, termasuk steroid anabolik
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menjalani pola hidup sehat serta menjaga berat badan ideal
  • Menghindari paparan zat beracun, seperti pestisida dan logam berat
  • Menghindari hal-hal yang dapat memanaskan skrotum, misalnya menggunakan celana ketat atau bekerja sambil memangku laptop. Skrotum yang hangat atau panas akan menurunkan produksi spermatozoa.
Jika langkah-langkah pencegahan di atas sudah Anda jalani dan masalah infertilitas masih muncul, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai perawatan testis untuk mengembalikan fungsi spermatozoa.Ingin tahu lebih lanjut seputar kesehatan sperma? Anda bisa bertanya langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play.
masalah reproduksispermameningkatkan kesuburan
North Arizona University. http://www2.nau.edu/gaud/bio301/content/spmtz.htm
Diakses pada 31 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/mens-guide-healthy-fertile-sperm
Diakses pada 31 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-infertility/symptoms-causes/syc-20374773
Diakses pada 31 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/sperm-and-semen-faq
Diakses pada 31 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait