Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Cairan yang Tepat?

Menghitung kebutuhan cairan tubuh bisa dilakukan dengan rumus tertentu.
Ternyata ada rumus untuk menghitung kebutuhan cairan tubuh.

Setiap orang memiliki kebutuhan cairan tersendiri, tergantung pada aktivitas, jenis kelamin, usia, tinggi serta berat badan. Meski aturan umum yang menganjurkan asupan air putih ideal bagi manusia dalam jumlah tertentu, Anda dapat menghitung kebutuhan cairan pribadi dengan beberapa cara.

Cara menghitung kebutuhan cairan

Salah satu cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh adalah dengan rutin mengonsumsi air putih. Takaran asupan air putih setiap orang pun ternyata berbeda-beda.

Perhitungan cairan tubuh tersebut pun didasarkan pada sejumlah faktor seperti jenis kelamin, bobot tubuh serta faktor lain yang memengaruhi seseorang. Bagaimana cara menghitung kebutuhan cairan tubuh?

1. Menghitung kebutuhan cairan berdasarkan kelamin

Lebih dari 60% fungsi tubuh bergantung pada air, tak terkecuali otak dan sistem saraf. Kekurangan air dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan, kehilangan konsentrasi, sakit kepala, depresi, kesulitan tidur dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Berdasarkan hasil riset Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board di Amerika Serikat, cara menghitung kebutuhan cairan setiap individu yang pertama dapat dilakukan berdasarkan jenis kelamin. Seorang wanita membutuhkan 2,7 liter air putih per hari, sedangkan pria memerlukan 3,7 liter air putih setiap harinya.

2. Menghitung kebutuhan cairan dengan rumus Watson

Selain berdasarkan jenis kelamin, kebutuhan cairan tubuh setiap individu juga dapat diketahui melalui rumus Watson. Caranya, dengan memakai rumus berdasarkan usia, tinggi dan berat badan setiap individu.

  • Rumus Watson untuk pria:
    2,447 - (0,09145 x usia) + (0,1074 x tinggi dalam cm) + (0,3362 x berat dalam kg) = berat total tubuh (TBW) dalam liter
  • Rumus Watson untuk wanita:
    -2,097 + (0,1069 x tinggi dalam cm) + (0,2466 x berat dalam kg) = berat total tubuh (TBW) dalam liter

Faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan tubuh

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan tubuh individu. Faktor tersebut membuat kebutuhan cairan setiap individu berbeda. Apa saja faktor yang dimaksud?

1. Aktivitas olahraga:

Salah satu kegiatan yang dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan adalah berolahraga. Sebab ketika berolahraga, banyak cairan di dalam tubuh yang dikeluarkan melalui keringat.

Maka dari itu, untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan kekuatan otot tubuh, Anda sangat disarankan minum air putih sebelum, ketika dan sesudah berolahraga.  Sebab, kebutuhan cairan tubuh saat berolahraga pun lebih banyak dibandingkan ketika tidak berolahraga.

2. Lingkungan:

Individu di kawasan gersang dan panas membutuhkan cairan lebih banyak ketimbang mereka yang menetap di area lembap. Sebab, orang yang tinggal di daerah panas akan mengeluarkan lebih banyak keringat.

3. Penyakit:

Air putih dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh yang diperlukan ketika sakit. Saat tubuh dalam kondisi lemah, misalnya ketika sedang sakit, Anda disarankan mengonsumsi air putih lebih dari takaran normal untuk menggantikan cairan yang hilang.

4. Hamil atau menyusui:

Wanita yang sedang hamil maupun menyusui membutuhkan tambahan cairan tubuh. Biasanya, bumil perlu mengonsumsi sebanyak 2,4 liter cairan per harinya dan busui membutuhkan sebanyak 3,1 liter cairan per harinya.

Apa yang bisa terjadi jika tubuh kekurangan cairan?

Hati-hati, kekurangan cairan tubuh bisa memicu
infeksi saluran kemih.

Menghitung kebutuhan cairan tubuh merupakan salah satu cara untuk mengetahui jumlah asupan yang diperlukan tubuh Anda. Dengan mengetahui kebutuhan cairan tubuh, Anda dapat menghindari risiko gangguan kesehatan berikut ini:

  • Serangan panas (heat stroke):

    Kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan kram sendi dan otot yang berujung pada heat stroke alias serangan panas. Seperti diketahui otot dan jantung masing-masing membutuhkan asupan cairan lebih dari 70 % dari total cairan yang Anda konsumsi sehari. Serangan yang diawali kejang ini terjadi akibat ketidakseimbangan kadar natrium, kalium dan elektrolit tubuh.
  • Infeksi saluran kemih dan batu ginjal:

    Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Kurangnya asupan air putih dapat menyebabkan menumpuknya sisa produk limbah di ginjal.
    Ginjal pun terancam tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu untukmenyaring racun, akibat kurangnya asupan cairan. Hal ini turut berdampak pada saluran kemih yang mengalami infeksi akibat penumpukan racun dan sisa limbah tubuh di ginjal.
  • Penurunan konsentrasi:

    Selain itu, kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan Anda kehilangan konsentrasi, bahkan sakit kepala.

Catatan dari SehatQ:

Untuk menghindari dehidrasi, Anda bisa mulai membawa botol minum berisi air putih sebagai bekal. Dengan demikian, Anda tidak akan kesulitan mencari air putih, bahkan ketika berada di tempat umum. Selain itu, Anda pun jadi bisa berhemat.

Healthline.
https://www.healthline.com/health/body-water-percentage#dehydration
Diakses pada 13 Maret 2020

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/water/art-20044256
Diakses pada 13 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/7-health-benefits-of-water#section1
Diakses pada 13 Maret 2020

WebMD.
https://www.webmd.com/diet/features/6-reasons-to-drink-water#2
Diakses pada 13 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/how-much-water-should-you-drink-per-day#section2
Diakses pada 13 Maret 2020

Artikel Terkait