Senyawa Flavonoid, Benteng Pertahanan Tubuh dari Penyakit


Senyawa flavonoid adalah benteng perlindungan tubuh terbaik dari berbagai jenis penyakit. Senyaawa ini biasanya terdapat dalam buah dan sayur.

(0)
06 Nov 2019|Azelia Trifiana
Makanan dengan kandungan senyawa flavonoid seperti dark chocolate dapat membantu mengatasi peradanganDark chocolate merupakan salah satu makanan dengan kandungan senyawa flavonoid yang tinggi
Flavonoid adalah antioksidan yang juga salah satu jenis fitonutrien (zat kima yang ditemukan pada tumbuhan) yang terkandung hampir di semua buah dan sayuran. Senyawa ini memiliki banyak manfaat untuk tubuh berkat sifat antiperadangan serta kemampuannya dalam meningkatkan kekebalan tubuh.Di dunia ini ada sekitar 6.000 jenis flavonoid. Namun, jenis yang paling dikenal antara lain adalah quercetin dan kaempferol. Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, senyawa ini juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. 

Manfaat senyawa flavonoid untuk kesehatan tubuh

Ada banyak sekali penelitian ilmiah yang semakin menguatkan manfaat senyawa flavonoid bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah:

1. Panjang umur

Ada sebuah penelitian yang dilakukan dalam skala besar dengan durasi yang tidak tanggung-tanggung: selama 25 tahun. Dari penelitian yang diunggah di jurnal Archives of Internal Medicine tersebut, 7 pria dari negara-negara berbeda di penjuru dunia merasakan manfaat usia lebih panjang berkat konsumsi makanan kaya senyawa flavonoid.Para peneliti menarik kesimpulan bahwa konsumsi flavonoid memegang andil setidaknya 25% terhadap usia lebih panjang, terutama bagi penderita kanker dan penyakit jantung koroner.

2. Mengendalikan berat badan

Senyawa flavonoid juga dikenal dengan khasiatnya sebagai makanan anti inflamasi alami dan mengendalikan berat badan. Kandungan senyawa flavonoid dapat meredakan peradangan dan menekan hormon pemicu rasa lapar yaitu leptin.

3. Mencegah penyakit jantung

Mengingat senyawa flavonoid kaya akan antioksidan dan sifat anti inflamasinya, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa makanan kaya senyawa flavonoid dapat menjaga kolesterol baik dari paparan radikal bebasTak hanya itu, makanan kaya senyawa flavonoid juga dapat meningkatkan kualitas dinding pembuluh darah. Artinya, jantung semakin sehat dan terjamin dalam menjalankan tugasnya memompa darah ke seluruh tubuh.

4. Diabetes

Sebuah penelitian pada tahun 2013 menemukan fakta bahwa penderita diabetes tipe 2 yang rutin mengonsumsi makanan tinggi senyawa flavonoid terbukti mengalami perbaikan fungsi vaskular dan mengurangi risiko diabetes.

5. Mencegah kanker

Salah satu penelitian paling menjanjikan terkait hubungan antara senyawa flavonoid dengan kanker payudara dan kanker usus terjadi pada tahun 2003 lalu. Senyawa flavonoid rupanya berdampak sangat baik terhadap paru-paru, mulut, usus, kulit, dan bagian tubuh lainnya yang mengalami kanker.

6. Mencegah Alzheimer dan Parkinson

Kandungan antioksidan yang ada pada flavonoid juga bisa bantu menurunkan risiko terjadinya penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Selain itu, flavonoid juga bisa meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga menjaga fungsinya tetap baik.

Makanan sumber flavonoid

Mengingat banyaknya manfaat dari senyawa flavonoid, sayang melewatkan makanan-makanan tinggi flavonoid seperti berikut ini:
  • Anggur merah
  • Apel (bagian kulit), ingat untuk mencuci kulitnya secara bersih karena bisa mengandung pestisida
  • Asparagus
  • Berries 
  • Bawang putih
  • Jeruk
  • Brokoli
  • Dark chocolate dan cocoa
  • Kubis
  • Sayuran berdaun hijau
  • Teh hijau
Untuk memastikan Anda mendapatkan asupan senyawa flavonoid yang cukup, idealnya kebutuhan tubuh adalah 500 miligram setiap harinya. Ini sama seperti secangkir teh hijau, sebutir apel, sebutir jeruk, ½ cangkir blueberry, dan juga satu cangkir brokoli.Jika belum terbayang bagaimana mengonsumsi makanan tinggi senyawa flavonoid sebanyak itu dalam sehari, setidaknya targetkan untuk mengonsumsi satu makanan mengandung flavonoid dalam setiap jadwal makan Anda.Sebisa mungkin, konsumsi makanan-makanan di atas yang belum melalui proses masak terlalu panjang. Semakin banyak proses masak, semakin besar kemungkinan kandungan senyawa flavonoid berkurang. Tidak harus selalu mentah juga karena tubuh juga memerlukan serat dari proses masak. Namun sebisa mungkin mengolah secara sederhana sehingga kandungan senyawa flavonoidnya tetap utuh. Contohnya, brokoli yang dikukus dan tidak diolah dalam tumisan.

Efek samping mengonsumsi flavonoid

Mengonsumsi flavonoid dalam jumlah yang cukup apalagi dari sumber yang alami secara umum sangat aman dilakukan dan tidak menimbulkan efek samping. Namun beda cerita apabila Anda memenuhi kebutuhan flavonoid di tubuh dari suplemen. Terlalu banyak mengonsumsi suplemen dan teh flavonoid dinilai bisa memicu beberapa efek samping, seperti:
  • Mual
  • Muntah
  • Tremor
  • Pusing
Maka dari itu, sebelum memilih suplemen untuk melengkapi asupan flavonoid, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Anda bisa tanyakan langsung soal flavonoid maupun seputar gizi dan makanan lainnya pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehattips kesehatanantioksidanbuah dan sayuran
Health. https://www.health.com/nutrition/flavonoid-rich-foods
Diakses 6 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/phytonutrients#types
Diakses 6 November 2019
Live Science. https://www.livescience.com/52524-flavonoids.html
Diakses 6 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326042.php#1
Diakses 6 November 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7848021
Diakses 6 November 2019
NHS. https://www.nhs.uk/news/food-and-diet/high-flavonoid-foods-like-berries-and-apples-prevent-weight-gain/
Diakses 6 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait