logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Senang Pakai Celana Dalam Ketat? Ini Risikonya bagi Kesehatan Anda

open-summary

Wanita yang senang memakai celana dalam ketat tampaknya harus berhati-hati. Pasalnya, celana dalam yang terlalu ketat berdampak buruk bagi kesehatan organ intim. Memilih pakaian dalam yang tepat bukan hanya terkait soal kenyamanan, tetapi juga kesehatan.


close-summary

14 Okt 2020

| Bayu Galih Permana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Penggunaan celana dalam ketat dapat memicu infeksi jamur atau infeksi bakteri pada organ kewanitaan Anda

Memakai celana dalam ketat dapat mengakibatkan infeksi jamur pada organ kewanitaan Anda

Table of Content

  • Bahaya menggunakan celana dalam ketat
  • Cara memilih dan menggunakan celana dalam yang baik
  • Tips mencuci celana dalam yang benar
  • Catatan dari SehatQ

Kebanyakan orang berpikir bahwa menggunakan celana dalam ketat hanya berbahaya untuk pria karena bisa merusak kualitas sperma. Padahal, wanita pun juga bisa mengalami berbagai masalah jika mengenakan celana dalam ketat. Lantas, apa saja bahayanya?

Advertisement

Bahaya menggunakan celana dalam ketat

Menurut studi yang dirilis pada tahun 2014, memakai celana dalam ketat dapat mengakibatkan infeksi jamur pada organ kewanitaan Anda. Infeksi jamur terjadi karena saat memakai celana dalam ketat, kelembapan serta udara terperangkap di antara kulit dan kain.

Kondisi tersebut kemudian memudahkan bakteri untuk berkembang biak. Banyaknya bakteri pada organ kewanitaan Anda bisa memicu terjadinya infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi jamur.

Selain itu, celana dalam ketat, khususnya yang dipakai hingga setinggi pinggang, juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut. Kondisi ini terjadi karena pinggang atau perut Anda terus mendapatkan tekanan dari karet celana dalam. Pada orang-orang tertentu, menggunakan celana dalam ketat juga berpotensi memicu refluks asam lambung.

Begitu pula dengan celana dalam ketat dengan model shapewear (korset). Meskipun membuat tubuh terlihat lebih ramping, model celana dalam seperti ini membuat Anda malas untuk buang air kecil. Apabila berlangsung dalam jangka waktu yang lama, kebiasaan ini dapat berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih berulang.

Cara memilih dan menggunakan celana dalam yang baik

Banyak wanita yang seringkali mengabaikan atau menyepelekan pemilihan celana dalam karena menganggap tidak akan ada orang lain yang melihatnya. Bila dibandingkan ketika memilih baju  atau gaun, kebanyakan wanita terkesan asal-asalan saja membeli pakaian dalam untuknya. 

Memilih celana dalam yang tepat bukan hanya perkara kenyamanan saja, melainkan juga pengaruhnya terhadap kesehatan. Berikut ini sejumlah cara memilih dan menggunakan celana dalam yang baik dan benar supaya tidak menimbulkan masalah kesehatan pada area vagina:

1. Pilih yang berbahan katun

Vagina merupakan area yang sangat sensitif, maka dari itu pilih celana dalam dengan bahan lembut seperti katun. Celana dalam berbahan katun memungkinkan udara masuk dan keluar dengan mudah pada area organ kewanitaan Anda.

Selain itu, celana dalam berbahan katun juga mampu menyerap keringat di sekitar vagina. Hal ini tentunya dapat membantu mengurangi potensi infeksi jamur

Hindari menggunakan celana dalam dengan bahan-bahan sintetis seperti nilon dan spandeks karena mengakibatkan sirkulasi udara yang buruk pada organ kewanitaan Anda. Kondisi ini membuat vagina menadi lembap dan memicu perkembangbiakan bakteri penyebab infeksi.

2. Ganti tiap kali organ kewanitaan terasa lembap

Kebanyakan orang biasa mengganti celana dalam mereka minimal satu kali per hari. Namun, Anda bukan berarti harus menunggu seharian penuh untuk mengganti celana dalam dengan yang baru.

Jika merasa organ wanita Anda sudah terlalu lembap karena banyaknya keringat yang keluar, segeralah ganti celana dalam baru. Penumpukan keringat pada area sekitar vagina berpotensi menyebabkan infeksi bakteri maupun jamur.

3. Buang yang lama dan beli celana dalam baru setiap tahun

Meskipun telah dicuci, celana dalam yang bersih masih mengandung sekitar 10.000 bakteri hidup. Apabila Anda kerap mengalami vaginosis bakteri (infeksi bakteri pada vagina), sebaiknya buang celana dalam lama dan beli yang baru.

Namun, Anda dapat menyimpan dan menggunakan celana dalam lama lebih dari satu tahun jika tidak mempunyai masalah pada vagina.

4. Cuci celana dalam dengan deterjen hypoallergenic

Dibandingkan pakaian lain, perawatan terhadap celana dalam harus lebih diperhatikan. Hal ini harus dilakukan karena celana dalam menempel di area kulit sensitif Anda untuk jangka waktu yang terbilang lama.

Penggunaan deterjen yang salah untuk mencuci celana dalam dapat mengakibatkan iritasi, gatal, dan reaksi alergi. Jika Anda berkulit sensitif, untuk mencegah risiko yang bisa ditimbulkan, ahli merekomendasikan untuk mencuci celana dalam Anda dengan menggunakan deterjen hypoallergenic.

Tips mencuci celana dalam yang benar

Bersentuhan langsung dengan organ intim dalam waktu yang lama, mencuci celana dalam tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Bisa mengakibatkan masalah kesehatan pada vagina Anda jika dicuci dengan cara yang kurang tepat, berikut ini beberapa tips mencuci celana dalam yang benar:

1. Keringkan dan setrika setelah dicuci

Mengeringkan pakaian celana dalam dengan mesin cuci selama 30 menit dan menyetrikanya dapat membantu menghilangkan bakteri baru yang muncul pada saat proses pencucian. Cara ini tentunya dapat meminimalkan risiko terserang infeksi bakteri pada organ kewanitaan Anda.

2. Jangan campur dengan celana dalam orang lain

Hindari mencampur cucian celana dalam Anda dengan milik orang lain. Mencuci celana dalam Anda bersamaan dengan milik orang lain meningkatkan risiko penyebaran bakteri. Meski telah dicuci dengan bersih, hal ini tetap membuat kehigienisan celana dalam Anda dipertanyakan.

3. Cuci celana dalam yang terkontaminasi darah atau urine secara terpisah

Apabila celana dalam Anda terkontaminasi darah atau urine, cucilah secara terpisah. Langkah ini dimaksudkan untuk menghindari kontaminasi silang bakteri yang ada pada celana dalam kotor Anda

4. Hindari cuci celana dalam secara bersamaan jika menderita vaginosis bakteri

Anda yang menderita vaginosis bakteri disarankan untuk mencuci celana dalam satu per satu secara terpisah. Cara ini perlu Anda lakukan supaya celana dalam terhindar dari kontaminasi silang dan penumpukan bakteri.

Baca Juga

  • 10 Ciri-Ciri Asam Lambung Naik yang Perlu Anda Ketahui
  • Mengenal 4 Perbedaan IVA Test dan Pap Smear (Mana yang Lebih Akurat?)
  • Klasifikasi Jamur alias Kingdom Fungsi dan Pengaruhnya ke Kesehatan

Catatan dari SehatQ

Penggunaan celana dalam ketat dapat memicu infeksi jamur atau infeksi bakteri pada organ kewanitaan Anda. Supaya terhindar dari masalah tersebut, sebaiknya gunakan celana dalam yang pas dan memungkinkan adanya sirkulasi udara pada area vagina.

Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai bahaya menggunakan celana dalam ketat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

asam lambunginfeksi saluran kemihinfeksi jamurvagina gatalkesehatan vagina

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved