Semut Jepang untuk Pengobatan dan Efek Plasebo yang Ditimbulkannya

Semut Jepang untuk pengobatan disebut-sebut bisa menimbulkan efek plasebo.
Semut Jepang untuk pengobatan dan efektivitasnya dalam menyembuhkan penyakit, masih membutuhkan penelitian.

Tenebrio molitor atau semut Jepang digadang-gadang memiliki beberapa khasiat yang diyakini ampuh mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari menurunkan kadar kolesterol, mengatasi penyakit asam urat hingga diabetes. Lantas, benarkah demikian? Apakah sudah ada bukti ilmiah manfaat semut Jepang untuk pengobatan?

Kabar tentang semut Jepang yang diyakini memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan tersebut, membuat tidak sedikit individu terbuai. Semut yang memiliki penampakan serupa kumbang, ini diyakini dapat dikonsumsi secara langsung, dimasukkan ke dalam kapsul maupun dicampur ke dalam teh dan makanan. Bahkan para penjualnya kerap memberikan "dosis khusus" sesuai keluhan pembeli.

Adakah bukti ilmiah yang buktikan manfaat semut Jepang untuk pengobatan?

Penelitian masih diperlukan untuk membuktikan manfaat
semut Jepang untuk menurunkan tekanan darah.

Sejauh ini belum ada riset ilmiah yang sanggup membuktikan manfaat semut Jepang untuk pengobatan. Sebuah penelitian yang dirilis departemen farmasi dan kimia, University of Siena di Italia bahkan masih mencari tahu lebih jauh tentang komposisi nutrisi dalam semut Jepang yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan diet, serta bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Menanggapi hal ini, dr. R. Bowo Pramono, dosen penyakit dalam subbagian endokrin Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mengatakan perlu adanya riset maupun uji klinis lebih jauh, tentang manfaat semut Jepang untuk pengobatan.

Anda juga disarankan untuk dapat memilih pengobatan yang sudah teruji secara klinis, seperti terapi insulin untuk mengendalikan gula darah dan mengobati penyakit diabetes.

Efek samping makan semut Jepang

Sejumlah kabar tentang efek samping yang timbul setelah mengonsumsi semut Jepang juga masih simpang siur. Beberapa ada yang menyebut mengalami tubuh panas, lemas, mual dan muntah, sehingga kadar gula darah ikut menurun.

Mengonsumsi semut Jepang untuk pengobatan, 
disebut-sebut berisiko untuk kesehatan usus.

Ada informasi yang menyebutkan kerusakan, kehancuran, bahkan timbulnya nanah pada usus. Masih diperlukan penelitian untuk membuktikan hal ini.

Sebenarnya, semut biasanya mati jika terkena enzim dalam usus. Namun, ada dua kemungkinan yang menyebabkan kerusakan usus tersebut.

Pertama, semut yang kuat akan bertahan dan tidak mati, kemudian merobek usus di berbagai bagian. Kedua, usus memang telah mengalami kerusakan sebelum mengonsumsi semut Jepant untuk pengobatan.

Prinsip terapi makan semut Jepang ini tentu perlu diuji lebih jauh, sebab gula darah bisa saja turun akibat tubuh merasa mual dan menolak makanan.

Apakah terapi makan semut Jepang membawa efek plasebo?

Individu yang menjalani terapi semut Jepang dan mengamini khasiatnya, diduga mengalami efek plasebo (obat kosong). Efek plasebo dapat membuat Anda merasakan sugesti kuat bahwa pengobatan yang dijalani sanggup mengatasi penyakit yang diderita.

Respons setiap individu terhadap plasebo pun bermacam-macam. Ada yang merespons secara positif akibat mensugesti proses pengobatan secara baik, sehingga mengalami kemajuan saat pemulihan. Ada juga yang negatif dan tidak mengalami dampak positif signifikan pada kesehatan.

Pada dasarnya obat yang diberikan dan ditujukan sebagai plasebo memang tidak memiliki khasiat kesehatan. Namun secara psikologis, efek plasebo ini dapat mensugesti individu agar merasa lebih baik selama menjalani masa pengobatan.

Mengapa efek plasebo terjadi?

Orang yang mengonsumsi pil berukuran besar,
cenderung memiliki sugesti lebih tinggi untuk sembuh.

Sejumlah faktor turut memengaruhi efek plasebo yang terjadi pada individu, antara lain reaksi individu, hubungan dokter dan pasien, serta bentuk obat. Berikut ini penjelasannya.

  • Reaksi individu:

    Semakin besar harapan terhadap keberhasilan proses pengobatan yang dijalani, semakin besar pula kemungkinan efek plasebo yang Anda alami.
    Sugesti sangat berperan besar di sini, sehingga sejumlah penelitian menunjukkan efek plasebo. Bahkan, efek ini juga mungkin terjadi pada individu yang skeptis dengan pengobatan yang dijalani. Hal ini kemungkinan juga terjadi pada individu yang meyakini manfaat semut Jepang untuk pengobatan.
  • Hubungan dokter dan pasien:

    Kemungkinan Anda mengalami efek plasebo juga semakin besar, jika percaya pada dokter.
  • Bentuk fisik obat:

    Selain itu, bentuk fisik obat turut memicu efek plasebo. Meski tidak memiliki khasiat secara nyata, pil yang terlihat seperti obat asli kemungkinan dapat memberikan sugesti positif pada Anda.
    Penelitian juga menunjukkan, individu yang mengonsumsi pil berukuran lebih besar cenderung memiliki sugesti kesembuhan yang lebih tinggi, ketimbang orang yang mengonumsi pil berukuran kecil. 

Catatan dari SehatQ

Karena manfaat semut Jepang untuk pengobatan belum teruji secara ilmiah, Anda disarankan untuk menjalani pengobatan yang sudah teruji secara klinis. Selain itu, jika memiliki keluhan khusus dan ingin mengatasi gangguan kesehatan yang Anda alami, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Research Gate.
https://www.researchgate.net/publication/319914628_The_potential_beneficial_effects_of_Tenebrio_molitor_Coleoptera_Tenebrionidae_and_Galleria_mellonella_Lepidoptera_Pyralidae_on_human_health
Diakses pada 4 Februari 2020

UGM.
https://ugm.ac.id/id/berita/11213-belum-teruji-hati-hati-konsumsi-semut-jepang-untuk-diabetes
Diakses pada 4 Februari 2020

Web MD.
https://www.webmd.com/pain-management/what-is-the-placebo-effect#1
Diakses pada 4 Februari 2020

Betterhealth.
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/placebo-effect
Diakses pada 4 Februari 2020

Artikel Terkait