Semut Api Bisa Menyengat Berkali-kali, Begini Cara Mengatasi Racunnya

Bentol, gatal, dan rasa panas termasuk gejala yang bisa terjadi akibat sengatan semut api
Gigitan semut api bisa saja memicu gatal dan sensasi panas di kulit

Semut api adalah sebutan untuk berbagai spesies semut yang bisa menyengat dari genus Solenopsis. Jenis semut api hidup menyebar di seluruh dunia, terutama di daerah tropis dan subtropis.

Tipe semut api yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah spesies Solenopsis geminata. Walau tidak seganas dan seagresif spesies Solenopsis invicta dari Brazil, gigitan atau sengatan dari spesies Solenopsis geminata sama-sama menyuntikkan racun yang menimbulkan rasa sakit seperti terbakar dan gatal di kulit.

Waspadai gejala sengatan semut api ini

Racun semut api yang diinjeksikan dari sengatnya mengandung campuran 46 jenis protein. Pada sebagian besar orang, sengatan racun ini akan menimbulkan iritasi kulit.

Di bagian kulit yang tersengat, akan muncul bentol seperti jerawat. Bentol ini kemudian bisa menjadi lepuhan yang berisi nanah. 

  • Nyeri dan panas

Saat tersengat semut api, gejala awal yang segera dirasakan adalah nyeri dan rasa panas seperti terbakar. Biasanya, rasa nyeri akan mereda dalam waktu beberapa menit kemudian. 

  • Gatal-gatal

Setelah nyeri dan panas, akan muncul rasa gatal di lokasi sengatan. Rasa gatal bisa bertambah dalam waktu beberapa hari, yang diikuti dengan munculnya lepuhan berisi nanah.

  • Luka melepuh

Ketika Anda tidak sengaja menginjak sarang semut api, semut api pekerja biasanya akan menyerang secara berkelompok. Karena itu, Anda akan mendapat banyak sekali sengatan.

Dalam kasus seperti ini, kulit bisa langsung melepuh dalam waktu 30 menit setelah disengat. Untungnya, sebagian besar luka sengatan semut api bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari. 

  • Halusinasi

Sebuah penelitian menemukan bahwa racun sengatan semut api bisa memengaruhi sistem saraf. Hal ini menjelaskan mengapa beberapa kasus sengatan hewan ini dapat menyebabkan korbannya mengalami halusinasi dan gejala sejenisnya, apalagi jika korban disengat oleh sekelompok semut api.

Cara menangani sengatan semut api

Merupakan gejala normal jika muncul bentol yang gatal di kulit segera setelah Anda disengat semut api. Gejala ini biasanya mereda dalam waktu 30 sampai 60 menit.

Masih normal juga bila timbul lepuhan berisi cairan seperti nanah di lokasi kulit yang tersengat dalam jangka waktu 8-24 jam. 

Namun sebagian orang bisa pula mengalami reaksi yang cukup parah terhadap racun sengatan semut api. Misalnya, sampai terjadi pembengkakan di tangan atau kaki yang disengat.

Jika tidak ada keluhan selain rasa sakit, gatal, dan pembengkakan, Anda bisa mencoba mengatasi gejala sengatan semut api dengan cara-cara di bawah ini:

1. Kompres dingin

Tempelkan kompres dingin pada area yang disengat selama 15 menit. Lakukan beberapa kali dengan jeda waktu 15 atau 20 menit.

Anda bisa menggunakan ice pack atau es batu yang dibungkus handuk. Ingat, jangan langsung meletakkan es batu di atas permukaan kulit yang disengat dan hindari kompres hangat. 

2. Mengangkat bagian tubuh yang disengat

Jika terjadi pembengkakan, upayakan untuk mengangkat atau memposisikan bagian tubuh yang bengkak agar lebih tinggi dari jantung. Langkah ini bertujuan mengurangi pembengkakan.

3. Konsumsi obat antihistamin

Minumlah obat antihistamin atau oleskan salep hidrokortison pada bagian yang disengat semut api demi mengurangi rasa sakit dan gatal. Jika area yang disengat cukup banyak dan menimbulkan rasa sakit serta gatal yang cukup parah, dokter bisa meresepkan obat antihistamin yang lebih efektif dan obat steroid untuk meredakan gejala.

Reaksi alergi yang parah atau anafilaksis terhadap gigitan semut api mungkin saja terjadi walau kasusnya jarang. Gejala-gejala anafilaksis umumnya berupa biduran, kram perut, mual, diare, sesak napas, pusing, dan pembengkakan di lidah serta saluran napas. Kondisi ini bisa mengancam nyawa dan penderita harus segera dibawa ke rumah sakit

Cara menghindari sengatan semut api

Karena sengatan semut api sungguh menyakitkan dibanding gigitan semut biasa, Anda sebaiknya menghindari terjadinya kasus ini. Beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan meliputi:

  • Menghindari sarang semut api

Hati-hati jika sedang bermain di taman atau membersihkan kebun. Berikan peringatan pula pada anak-anak supaya tidak menginjak atau merusak sarang semut api. Pasalnya, jenis semut ini cukup ganas dalam mempertahankan sarangnya.

  • Kenakan sepatu dan kaus kaki

Saat bermain di kebun atau di taman, kenakan peralatan yang sesuai, misalnya sepatu dan kaus kaki. Gunakan pula sepatu bot dan sarung tangan saat Anda berkebun.

  • Gunakan losion antiserangga

Langkah ini juga juga berfungsi menghindari gigitan semut. Dewasa ini, terdapat berbagai produk antiserangga yang bisa Anda gunakan. Pilihlah jenis produk yang bisa mengalau semut api. 

Gigitan atau sengatan semut umumnya bukanlah kondisi yang serius, termasuk bahkan semut api. Namun bila sengatan terjadi dalam jumlah banyak dan muncul reaksi alergi yang parah, kondisi ini membutuhkan bantuan medis secepatnya.

Selain berhati-hati dan menghindari sarang semut, ingatlah juga untuk segera mengibaskan semut yang merayap di tubuh Anda supaya Anda tidak digigit.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312484.php
Diakses pada 21 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/allergies/fire-ant-stings
Diakses pada 21 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed